
"Makasih yah Al" kata Laisa yang baru saja turun dari motor Altar yang mengantarnya untuk persiapan malam nanti, sampai di depan sekolah.
"Iya sama-sama. oh iya, makasih juga buat tiket nya" kata Altar dengan senyumannya.
"Emang kamu gak ada jadwal kemana-mana?"
"Kemana?"
"Ya nongkrong gitu?"
"Sama siapa?"
"Mario? Kelvin?"
"Kan mereka juga nonton" kata Altar lagi.
"Oohh" jawab Laisa.
"Iya. Udah sana masuk."
"kamu mau kemana?" tanya Laisa. Suaranya memelan di akhir.
"Emmmh nunggu di sini sampe jam 7" kata Altar.
"Lah? sendiri?"
"Ya terus? sama siapa? kamu? kan mau perform" kata Altar tersenyum tapi Laisa jadi bingung harus bagaimana dan merasa tidak enak.
"Udah gak usah khawatir, Saya bukan anak kecil yang bakalan di culik. udah sana masuk nanti kan harus tampil sempurna kan? Aku mau ke warung Mang Rohman nanti sambil nunggu Kelvin sama Mario dateng" kata Altar lagi karena menyadari ekspresi Laisa yang kebingungan harus bagaimana.
"Aku masuk yah" kata Laisa dan Altar mengangguk.
"Semangat" kata Altar dan Laisa mengangguk lalu segera pergi meninggalkan Altar yang sekarang menuju warung mang Rohman.
Laisa berjalan menuju ruang latihan kemudian masuk dan menemukan beberapa orang disana.
"belum ada yang liat Zidny kesini?" tanya Laisa.
"Belum kayaknya. lagian Laisa udah dateng aja. masih setengah jam lagi kali gladi nya" Kata seorang anggota yang merapikan untuk dekor panggung.
"Sengaja takut telat soalnya" jawab Laisa tersenyum dan tak lama masuk satu laki-laki tampan yang Laisa sudah kenal.
"Weeeh Laisa over on time. masih setengah jam lagi juga" kata Bintang yang tersenyum lalu berjalan untuk duduk di samping Laisa.
"Sengaja. takut telat"
"bagus bagus. sama siapa kesini? Zidny?"
"Altar?" jawab Laisa.
"Oh yah?" tanya Bintang "kalian pacaran yah?" lanjut Bintang lagi dengan cepat Laisa menutup mulut Bintang karena beberapa orang yang mendengar nya langsung melihat ke arah Laisa.
"Kak Bintang apaan sih" kata Laisa panik. Dan bintang tersenyum melihatnya.
__ADS_1
"Oh jadi nggak? atau iya?" tanya Bintang lagi dengan mulut masih di tutup tangan Laisa .
"Enggak Ih" jawab Laisa dan menurunkan tangannya.
"Sukur deh" jawab Bintang spontan namun tetap pelan.
"Apa?" tanya Laisa yang memang tidak mendengar jelas.
"oh? enggak."
"Kak bintang jangan ceplas ceplos dong nanti kalau orang-orang salah faham gimana? Aku kan emang gak pacaran sama Altar." kata Laisa.
"Haha oke oke maaf kalau gitu." kata Bintang lagi.
"Iya gak apa-apa" jawab Laisa.
"Btw, kamu udah makan belum?"
"Belum"
"Yaudah makan dulu yuk mumpung belum mulai kan masih sekitar setengah jam lagi."
"Rmh enggak deh Kak, aku kan mau nyanyi gak akan makan apa-apa takutnya malah gak enak lagi tenggorokan"
"Yeeee jaga tenggorokan sih jaga tenggorokan tapi gak harus gak makan juga kali" kata Bintang "Nih yah asal kamu tau, kalau udah mulai kita gak akan makan sebelum selesai acara. sedangkan selesai acara paling sore jam 10. Kebayang kan gimana lapar nya? Makanya, sebelumnya perut harus di isi dulu" jelas Bintang.
"Tapi...."
"Makan di kantin?" tanya Laisa saat berjalan berdua melewati koridor.
"Jam segini di kantin cuma ada makanan instan. jadi kita keluar bentar yah ada warung nasi tuh gak jauh dari sini ko. banyak menu sayuran biar kamu bisa makan yang menu nya sayur" kata Bintang sambil berbelok ke parkiran sekolah untuk membawa mobilnya dari sana.
Laisa mengikutinya sampai parkiran dan Bintang membuka pintu mobilnya untuk Laisa.
"Silahkan masuk" kata Bintang.
"Makasih kak" Jawab Laisa dan Bintang mengangguk tersenyum.
"Mau kemana?" tanya Malvin yang baru saja turun dari mobilnya dan sudah melihat keduanya sejak Bintang membukakan pintu mobilnya.
"Kedepan bentar. beli makan" jawab Bintang "Mau nitip gak Lo?" lanjutnya.
"Enggak, gue udah makan" jawab Malvin.
"Oke, yaudah gue cabut yah" kata Bintang dan Malvin tersenyum sambil melihat ke kaca mobil dan melihat Laisa yang tersenyum sopan pada Malvin.
Mobil melaju dengan kecepatan sedang. sejak tadi Laisa hanya diam begitupun dengan Bintang yang juga diam namun sedikit gugup berada di samping Laisa.
"Laisa pindahan kan? Dari Bandung yah?" Tanya Bintang.
"Iya Kak" jawab Laisa.
"Kenapa pindah?"
__ADS_1
"Ibu ngurusin kerjaan Ayah disini. daripada harus bolak balik kan" kata Laisa.
"Oh gitu. pantesan. emang Ayah kamu kemana? ngurusin bisnis di luar kota?"
"Ayah aku udah gak ada Kak" kata Laisa.
"Oh maaf aku gak ada maksud buat...."
"Udah gak apa-apa Kak, santai aja" jawab Laisa memotong kata-kata Bintang dengan cepat.
"Iya hehehe. Oh iya, Altar nanti dateng?" Tanya Bintang lagi.
"Gak tau, tapi aku kasih dia tiket" jawab Laisa jujur.
"kamu yang beliin?"
"Iya" Jawab Laisa lagi dan Bintang tersenyum.
"Pasti dateng kalau gitu." jawab Bintang lagi.
"Ko?"
"Iya. Cowok mana yang bakalan nolak kalau cewek yang dia suka sendiri yang beliin tu tiket"
"Apaan sih kak" kata Laisa tersenyum malu.
"Eh aku serius tau. Emang kamu gak ngerasa kalau Altar suka sama kamu?" tanya Bintang dan Laisa hanya diam tidak tahu harus bicara apa dan Bintang mengerti itu.
"Kamu pasti tau. Aku yakin. Altar tuh gak pernah pacaran serius sebenernya. Dia cuma deket sama cewek, itupun karena ceweknya yang nyosor dan alhasil Altar mainin dalam arti ya cuma di baperin aja atau cuma jadi bahan taruhan sama temen-temennya" Kata Bintang dan Laisa diam dengan tatapan meminta kelanjutan nya. Bintang tersenyum melihat wajah penasaran Laisa.
"Dan baru kali ini aku baru liat nyosor ke cewek" Lanjut Bintang.
"Contohnya?"
"Pura-pura sakit kayak pas waktu itu, nungguin cewek sampe harus dateng ke tempatnya kayak tadi waaah bukan style Altar banget kayak gitu" jawab Bintang terkekeh membayangkan bagaimana Altar yang dia kenal benar-benar aneh saat dekat dengan Laisa yang ada di sampingnya sekarang.
Laisa diam. Ada senang di hatinya, kemudian dia menepisnya karena ada hal yang membuat dia tidak siap harus membalas cinta seseorang sekalipun dia juga menyukai orang itu, Karena sesuatu hal yang benar-benar membuatnya takut untuk berbuat sesuatu.
"Pokonya kalau nanti nih yah gak tau kapan tapi bakal terjadi sih menurutku. kalau Altar minta kamu buat jadi pacarnya kamu gak usah ragu dia bakal mainin atau ngecewain kamu. kalaupun itu terjadi, aku orang terdepan yang bakal hajar Altar." kata Bintang.
"Dasar Kak Bintang. lagian itu gak akan pernah terjadi Kak. yang ada mungkin aku ngecewain Altar" jawab Laisa tanpa sadar. Padahal dia tidak bermaksud mengatakan itu yang bisa mengundang pertanyaan besar bagi siapapun yang mendengarnya. Termasuk Bintang sekarang.
"Mak...."
"Oh ini warung nasinya. Ko aku baru tahu ada warung nasi disini" kata Laisa cepat mengalihkan pembicaraan.
"Serius baru tau?" tanya Bintang lagi yang sadar bahwa Laisa tidak ingin membahasnya jauh.
"Iya. Ayo Kak, sekarang aku bener-bener lapar deh" Kata Laisa tersenyum.
"Iya ayo" jawab Bintang yang juga tersenyum.
🌻🌻🌻
__ADS_1