Irama SMA

Irama SMA
Episode 8


__ADS_3

"Bunda, Laisa, Zidny pamit yah" kata Zidny dan bersalaman dengan Yuni ibunya Laisa.


"Jangan bosan kesini yah nak Zidny" kata Yuni


"Pasti Bun." Jawab Zidny


"Rumah Ka Zidny dimana?" Tanya Luna


"Nanti deh ka Zidny ajakin Luna kalo mau tau" kata Zidny dan Luna mengangguk


"Hati-hati Zid" kata Laisa


"Siap" jawab Zidny dan segera memakai helm lalu pergi dengan motornya.


"Teteh mau makan dulu atau mau sekalian makan nanti aja barengan?" Tanya Yuni


"Nanti aja barengan Bun, lagian mau mandi dulu, haredang (gerah)" jawab Laisa dan segera


Waktu sudah hampir magrib. Diluar hujan deras sekali. Laisa mengambil hpnya dan mengecek pesan di WA


AltarNikolas


Laisa udah selesai?


AltarNikolas


Laisa udah sampe koridor buat pulang?


AltarNikolas


Laisa udah sampe ke gerbang?


AltarNikolas


Laisa udah naik motor Zidny?


AltarNikolas


Laisa udah sampe pertigaan?


AltarNikolas


Laisa udah sampe gerbang rumah?


AltarNikolas


Laisa sebenernya kamu baru sampe mana si?


Laisa tersenyum dengan kening yang membuat beberapa lipatan.


"Dasar" oceh Laisa dan mulai mengetik sesuatu


LaisaAyu


Aku udah di kamar. Kamu dimana?


"Teh sini tolongin dulu Bunda" teriak Yuni


"Iya Bun" kata Laisa dan segera keluar dari kamarnya meninggalkan hpnya untuk di charger


"Apaan Bun?"


"Beliin Bunda minyak goreng ke Indomart depan" kata Yuni


"Ah bunda Hujan" rengek Laisa

__ADS_1


"Pake payung dong. Ayo cepet ini nanggung Lo ikannya baru kegoreng satu bunda lupa beli tadi."


"Iya iya bentar ambil payung dulu" kata Laisa dan segera pergi ke kamarnya untuk mengambil payung. Dan Laisa mengecek hpnya.


AltarNikolas


Lecet nggk? Saya di kuburan"


LaisaAyu


Kaki yang lecet gara-gara sepatu kekecilan. Ngapain? Kesitu gak hujan?"


AltarNikolas


Emang kaki kamu no berapa? Nggk ko kan dikuburan ketimbun tanah jadi gak ujan.


LaisaAyu


Yang pasti no nya angka.


Ngaco ah


Laisa hanya membalas itu dan menyimpan hpnya lalu segera pergi untuk membeli apa yang ibunya suruh.


🍃🍃🍃


Laisa keluar dari minimarket itu dan kemudian celingukan mencari payung yang sengaja dia simpan dulu tadi di luar.


"Lah ko gak ada." Kata Laisa dengan terpaksa Laisa berfikir akan lari saja menerobos hujan deras. Mau tidak mau karna adzan magrib sudah berkumandang. "Ah sudahlah" kata Laisa sembari melangkahkan satu kakinya ke tengah-tengah hujan lalu kemudian menariknya kembali karna dia fikir ini terlalu gila harus lari ditengah hujan selebat ini. Laisa terus menarik ulur kakinya seperti anak kecil yang ingin bermain hujan-hujanan tapi dilarang oleh ibunya.


Satu orang laki-laki memgang payung memperhatikan Laisa dengan senyum setengah tertawa. Sedangkan Laisa tidak menyadari bahwa ada yang sedang memperhatikannya dia terus saja menarik ulur kakinya sampai akhirnya keputusannya sudah bulat dia harus tetap pulang dan berfikir tidak apa jika basah, paling harus mandi lagi. Laisa segera melangkahkankan kakinya untuk segera lari tapi satu kaki menghalangi langkah kaki keduanya dan mendadak hujan seperti berhenti. Bukan hujan yang berhenti tapi memang ada yang memayungi Laisa.


"Ayo" ajak suara itu. Laisa mengenalnya


"Altar. Lah? Ko ada disini? Bukannya di dalem tanah?" Tanya Laisa ngawur


"Kamu darimana?"


"Kuburan." Jawab Altar


"Ngaco"


"Gak percaya dia"


"Ko tiba-tiba ada disini? Basah kuyup gini ya ampun. Gak dingin?"


"Dingin tau. Peluk dong"


"Ngaco. Kenapa kesini?


"Lewat terus Beli payung sekalian kesini"


"Kamu jalan kaki? Abis darimana si?".


"Kepo yah kamu. Ayo pulang udah adzan aku anterin"


"Pake payung ini?" Tanya Laisa


"Kenapa?" Tanya Altar


"Kecil kalo buat berdua. Aku beli aja deh bentar"


"Eh eh eh jangan ah udah ini aja sama saya aja kalo payungnya masing-masing gak sosweet dong gimana si ah. Ayo cepetan ibu kamu butuh minyak goreng kan?"


"Lah? Ko kamu tau?"

__ADS_1


"Kan kamu itu bawa minyak goreng"


"Oh iya yah"


"Haha udah ayo" kata Altar dengan gemas


🍃🍃🍃


"Bundaaaa" panggil Laisa setelah sampai. Altar masuk mengikuti Laisa dengan mata yang melihat kesana kemari. Banyak foto disana ada banyak foto masa kecil Laisa dan alatr hanya tersenyum dia bisa menebak bahwa itu Laisa dan itu adiknya yang sempat bertemu saat Altar mengirim sesuatu kepada Laisa. Dan itu ayahnya ibunya dan juga kakaknya. 


"Aduh ari teteh dari mana dulu meni lama pisan Bunda nungguin oge." Omel Yuni dari balik dinding dapur


"Hujan kali Bun, payung ada yang ngambil juga lagi" kata Laisa


"Ah aya-aya wae ini mah..." Kata Yuni dan menghampiri anaknya untuk mengambil minyak goreng "eh ini siapa?" Tanya Yuni


"Oh iya Laisa sampe lupa. Ini Altar Bun, dia temen sekelas Lais, tadi ketemu kebetulan dia bawa payung terus anterin Laisa kesini."


"Tante" sapa Altar dan bersalaman


"Kenapa atuh kamu yang bawa payung tapi kamu yang basah kuyup ganteng?" Tanya Yuni ramah


"Emang dari sebelumnya udah hujan-hujanan Tante. Cuma beli payung aja sambil mampir ke Indomart depan" jawab Altar


"Yaudah atuh sekarang mah ganti baju yah, ada ko baju punya bang Alfar. Teteh ambilin yah terus ambilin handuk kasian anak orang basah kuyup gini nanti masuk angin bisa sakit ih. Yaudah bunda tinggal dulu yah ganteng mau goreng ikan terus mau shalat dulu." Kata Yuni dan Altar mengangguk sopan


"Lais gakpp nih?" Tanya Altar


"Apa?"


"Saya disini?"


"Gakpp. bunda aku baik gitu kan" kata Laisa "yaudah tunggu yah aku bawa baju dulu. Kamu mau mandi gak?"


"Nggk"


"Jorok"


"Biarin masih tetep ganteng ini."


"Gangguan telinga" omel Laisa sembari pergi dan Altar hanya tersenyum medesah.


Laisa kembali dengan handuk dan baju untuk Altar.


"Sana ganti baju. Nanti masuk angin kamar mandinya disitu tuh" Laisa menunjukan arahnya


"Iya. Eh Lais mau shalat dimana?"


"Mesjid." Jawab Laisa dan Altar tersenyum "udah sana ganti dulu nanti aku kasih tempat buat shalat" kata Laisa dan Altar mengerti


Altar kembali dengan baju kakak laki-laki Laisa yang bernama Alfar. Laisa sempat tertegun dengan mata berkaca-kaca melihat Altar yang memakainya baju kakaknya bagi Laisa dia seperti kembali melihat sosok kakaknya.


"Kamu nangis?"  Tanya Altar


"Hah? Nggk ko. Yaudah shalatnya disana aja udah ada ko disiapin."


"Kamu gak shalat?"


"Lagi dapet"


"Dapet apaan?" Tanya Altar bukan so polos tapi Altar betul-betul tidak faham


"Dorpres" jawab Laisa ngasal "udah deh urusan cewek nih"


"Ya sorry saya kan gak tau" kata Altar dan pergi. 

__ADS_1


Tentang hujan, tentang aku dan kamu, tentang kenangan ku, masalaluku. Aku tau semuanya akan baik-baik saja. Iyakan Al? Batin Laisa . Entah apa yang sedang dia fikirkan tapi hatinya tetap mengatakan itu.


🍃🍃🍃


__ADS_2