
semuanya hampir selesai Laisa menyandarkan tubuhnya ke dinding untuk membuat pinggangnya lebih enak. Dia mengeluarkan handphonenya lalu membuka Room Chatnya dan mendapati beberapa pesan masuk. Dari sekian pesan masuk dia membuka pesan dari Altar terlebih dahulu dan membuat dirinya tersenyum lalu segera membalas pesan itu.
📩AltarNicolas
Dzuhur aku selesai.
"Weeeh kayanya lagi bahagia nih." kata seseorang yang datang dengan satu botol minuman dingin rasa jeruk. "Minum dulu" lanjutnya menyodorkan minuman itu. itu Bintang.
"Makasih Kak." kata Laisa.
"Iya sama-sama" jawabnya.
"Eh Kak Bintang liat Zidny gak?"
"Ada di ruangan kek nya" jawab Bintang "Kenapa.?" lanjutnya.
"Gak apa-apa. Aku belum ketemu lama aja sama dia."
"Mau aku panggilin?"
"Enggak. Gak apa-apa gak usah" kata Laisa.
"Oke."
"Udah hampir beres kan?"
"Iya. Kenapa? kamu pengen cepet pulang?" tanya Bintang.
"Gak juga. Nanya aja Kak. Emang gak boleh?"
"Hahahaha boleh boleh."
dred dred dred. Panggil masuk di Handphonenya Laisa.
Altar Calling.....
"Bentar yah Kak" kata Laisa dan Bintang mengangguk karena dia juga melihat nama siapa yang muncul di layar handphonenya Laisa.
"Hallo"
📞 Password nya Mbak.
Laisa tersenyum mendengar nya.
"Ada apa Al?" tanya Laisa.
📞Ih. Saya bilang Password nya dulu.
"Password nya emang apa?"
📞Altar ganteng gak terbantahkan.
"Ffffttttttt" Laisa menahan tawanya.
📞ko ketawa. Ayo bilang. Mau tau nggak saya mau ngomong apa.?
"Enggak"
📞Waaaaah bener-bener. Ayo dong Lais. Saya udah pengen ngomong nih.
"Yaudah. Altar Ganteng gak terbantahkan." kata Laisa dan itu membuat Bintang melihat ke arah Laisa meminta jawaban atas apa yang terjadi dan Laisa hanya mengisyaratkan pada Bintang untuk diam sebentar.
📞Dengan siapa dimana?"
"Altar udah dong, jadi mau apa sebenarnya"?
__ADS_1
📞Hahahaha oke oke. Aku udah di warung Mang Rohman. Nanti bisa gak kamu kesini?"
"Warung yang di ujung belakang sekolah?"
📞Iya. Warung yang udah keluar batas Zona sekolah. Jadi kamu harus jalan luar kalau mau kesini.
"Oke"
📞Gak apa-apa? atau saya jemput aja ke depan. Maksudnya saya gak bisa langsung kesitu karena Mang Rohman nitipin warungnya dulu ke saya. Dia ada urusan pulang dulu. Takutnya nanti kamu malah nunggu lama.
"Ooh iya gak apa-apa. Aku kesitu nanti."
📞Oke deh. Selamat dapat dua juta rupiaah
Laisa lagi-lagi tersenyum.
"Yaudah nanti kalau udah selesai aku langsung kesitu."
📞Oke. Tapi tetep kabarin dulu. Biar saya bisa benerin rambut saya dulu.
"Oke" jawab Laisa kembali dengan senyumannya.
📞Udah jangan senyum mereka yang liat bisa diabetes
"So tau, siapa yang senyum.
📞Gak ada hal yang gak saya tahu yah Laisa. saya berteman sama Mia yang serba tahu walaupun cuma tempe. walaupun cuma diam maksud saya.
"Iya aja deh iya" jawab Laisa gemas.
📞Bagus. Yaudah aku tutup. nanti bener-bener harus kabarin yah.
"iyaaaaaaaaaaaa" jawab Laisa dan telpon benar-benar terputus.
"Altar?"
"Oh gitu." jawab Bintang dengan perasaan yang lain "Altar ada disini?"
"Di warung Mang Rohman. Di belakang"
"Oh iya iya. Itu memang tempat nongkrong favorit anak-anak..."
"Anak-anak nakal" potong Laisa.
"Anak-anak yang lebih suka nyantai. Aku dulu juga sering ke situ pas kelas 1 2 sekarang aja karena emang gak niat buat nyantai-nyantai."
"Fokus nilai banget yah?"
"Gak juga. Cuma ya mungkin berubah jadi lebih baik untuk diri sendiri" kata Bintang dan tertawa.
"Bagus kalau gitu."
"Laisaaaa ke kantin Yuuuk" kata Zidny yang baru saja datang di hadapan mereka berdua.
"Udah selesai?"
"Iya. Ayo"
"Yaudah Kak, Aku ke kantin dulu"
"Iya iya gih" kata Bintang.
"Mau ikut?" tanya Bintang.
"Mau traktir?"
__ADS_1
"Gak ada. Ayo Lais" kata Zidny yang memang sudah kenal Bintang lebih dulu.
"Duluan yah Kak" kata Laisa lagi.
"Iya Lais" dan merek berdua berlalu menyisakan Bintang yang masih memikirkan sesuatu hal yang terus mengganggu pikirannya.
🐝🐝🐝
Laisa segera pergi menuju kantin yang sengaja di buka oleh ibu kantin walaupun di hari libur karena pesanan dari beberapa orang yang mengenalnya.
"Mau mie pake telor juga?" tanya Zidny setelah sampai di depan ibu kantin yang masih sibuk melayani beberapa orang yang juga akan mengisi perutnya.
"Enggak deh. Aku jajan aja. Aku maunya nasi. Jadi kayanya nanti aja di rumah." kata Laisa.
"Oh oke. Yaudah aku pesen mie. Bu tolong anterin ke meja yah" kata Zidny.
"Iya Neng siap" jawab Ibu kantin.
"Kamu udah baik-baik aja kan?" tanya Zidny.
"Iya aku baik-baik aja."
"Sebenernya semalem apa yang terjadi si Lais? aku kaget banget. Sumpah, aku ngerasa bersalah sama kamu, sama Kak Bintang juga" Kata Zidny.
"Udah. Gak apa-apa ko Zidny. Lagian aku udah baik-baik aja. Semalem tuh sebenernya akunya aja yang panik, mereka gak ngelakuin apa-apa ko ke aku" jawab Laisa.
"Terus kenapa kamu kayak yang di aniaya gitu? Aku panik sumpah"
"Emmmh aku cuma kaget aja. Karena aku tahu itu musuhnya Altar. Maksudnya ya aku takut aja gitu."
"Heemmhh iya sih pasti. Kamu bilang ke Altar?"
"Enggak Zid, lagian aku gak enak sama dia. Maksudnya takutnya dia malah jadi emosi dan semuanya makin runyam. Lagian bener ko, mereka gak ngapa-ngapain aku. Cuma aku nya keburu panik duluan gitu." Kata Laisa dan pesanan datang.
"Makasih Bu"
"Iya Neng"
"Yaudah kalau emang gitu. Cuma kalau ini sampai terjadi lagi kamu benar-benar harus bilang ke Altar. Ini gak bisa di biarin" kata Zidny.
"Iya aku juga udah niat ko kalau emang sampe kejadian lagi."
"Iya. Eh btw Kak Bintang khawatir parah tau pas kamu pingsan. Dia bener-bener keder dan dengan itu, aku makin ngerasa bersalah."
"Sorry yah bikin khawatir. Kak Bintang keder karena mungkin emang Altar udah wanti-wanti dari awal soal temennya itu"
"Iya. Kak Malvin juga nanyain kamu malem tadi"
"Oh iya, aku belum sempet ngobrol sama dia buat minta maaf pulang duluan"
"Udah gak apa-apa. Dia juga udah tahu ko. Malem dia nanya aku juga. Terus kayanya Kak Malvin juga nanya Kak Bintang."
"Syukur deh kalau gitu." jawab Laisa.
"Nanti pulang sama siapa? Aku bawa motor ko. Mau di anterin?"
"Enggak. Aku mau ketemu sama Altar dulu katanya dia jemput tapi lagi di warung Mang Rohman yang di belakang itu."
"Lagi apa di situ? udah aja suruh jemput nya sampe sini"
"Dia jagain warung Mang Rohman katanya"
"Lah? dia kerja sampingan?"
"Hahaha katanya Mang Rohman nya pergi dulu gitu ada urusan jadi karena dia ada di situ jadi di suruh jagain."
__ADS_1
"Hahaha ******" kata Zidny dan Laisa hanya tertawa.
🐝🐝🐝