Irama SMA

Irama SMA
Episode 18


__ADS_3

"Jadi study tour itu bakalan jadi?" Tanya sinta.


"Ya pasti, itukan emang program sekolah setiap tahunnya" jawab Zidny.


"Bulan apa si Zid itu?" Tanya Laisa.


"Masih tiga bulan lagi paling"


"Oh tahun ini rekomendasinya kemana katanya?" Tanya Sinta.


"Gak tau, tapi yang pasti gak mungkin keluar negri. Ya paling Yogyakarta, kan cuma itu kota yang dalemnya banyak masalalu-masalalu aneh dan pembelajaran lainnya" kata Zidny.


"Sejarah Zidny bukan masalalu aneh" komentar Sinta.


"Iya iya, sama aja kan sejarah tuh masalalu."


"Ah ke Yogyakarta mah deket, padahal ke Lombok gitu" kata Sinta.


"Mungkin itu juga di rekomendasikan tapi kayanya bakal ke Yogyakarta lagi deh kaya taun sebelumnya" kata Zidny.


"Ya kalau judulnya study tour cocok si ke Yogyakarta, dan kalau ke Lombok emang gak cocok, judulnya harus tour doang jangan ada studynya" kata Laisa.


"Bettul" jawab Zidny.


"Wah tapi seru nih kayanya, kapan lagi kelas kita bisa pergi bareng, kan kelas kita anti pergi-pergian bareng. Apalagi kalo udah pake uang, irit semua dah" cibir Sinta dan Laisa juga Zidny hanya tersenyum saja mendengar ocehan Sinta. Untuk pelajaran matematika ini 3 jam dan itu membuat Laisa dan kedua sahabatnya sedikit bt dan mulai fokus dengan handphone nya masing-masing.


"Gue ke toilet dulu" pamit Laisa dengan membawa handphonenya yang selalu tertancap Earphone disana.


Laisa bukan akan pergi ke toilet, tapi dia pergi ke taman samping sekolah duduk dikursi besi dibawah pohon rindang dengan telinga yang disumpal earphone dan menikmati angin siang. Bagaimanapun pikirannya masih mempertanyakan kemana Altar pergi dan apa yang terjadi.


Laisa duduk dan memutar lagu kesukaannya, sekalian menghapal untuk dia nyanyikan di acara festival itu nanti. Mata Laisa segera terpejam begitu musik itu memenuhi telinganya. Belum sampai semenit tiba-tiba seseorang menyimpan kepalanya diatas paha Laisa membuat Laisa langsung berdiri dan bruk.


"Awww" pekik seorang laki-laki yang sekarang tertidur di tanah akibat Laisa yang langsung berdiri dan mengakibatkan laki-laki itu langsung terguling.


"Eh, Altar sorry-sorry aku gak tau itu kamu" kata Laisa sambil membangunkan Altar.


"Heuh dasar" jawab Altar lalu bangun dan duduk diikuti Laisa.


"Loh? Itu bibir kamu kenapa? Kamu abis brantem?" Tanya Laisa sambil menggerakkan kepala Altar supaya menghadap dia.


"Nggk ko gakpp"


"Kamu brantem?"tanya Laisa.


"Gkpp ko." jawab Altar.


"Kamu berantem?"


"Laisa saya gakpp" jawab Altar lagi.


"Altar Nikolas kamu berantem?" Tanya Laisa kesal.


"Hah,, iya sedikit" jawab Altar dan plak Laisa memukul punggung Altar.


"Aw, sakit Lais, kamu kenapa?" Tanya Altar.


"Kamu kenapa berantem segala si? Jadi ini alesan kamu bolos di jam pelajaran cuma buat brantem hah? Unfaedah banget si" cibir Laisa.


"Ih nggk bukan, bukan ini alasan saya keluar"

__ADS_1


"Terus apa?"


"Ini gak sengaja ko, serius" kata Altar.


"Heuuuh emang dasar yah, yaudah aku obatin lukanya, tunggu disini" kata Laisa beranjak untuk pergi.


"Gak usah, ini udah di obatin ko tadi." Kata Altar dan menarik kembali tangan Laisa untuk duduk kembali disampingnya.


"Serius?"


"Iya saya serius, beneran ini udah di obatin sama Mario tadi. Saya gak sakit ini ko, saya sakit pinggang tadi kamu jatohin saya kebawah." Kata Altar.


"Ya, maaf, aku kan gak sengaja" kata Laisa sambil mulai terkekeh.


"Ih malah ketawa"


"Sorry, abisnya lucu aja kamu sampe tiduran di tanah" kata Laisa masih terkekeh.


"Iya kan gara-gara kamu"


"Yaudah-yaudah aku minta maaf" kata Laisa.


"Iya gakpp, ko" jawab Altar.


"Oke, sekarang kamu cerita, sebenernya kamu abis darimana tadi? Kenapa bisa gitu?" Tanya Laisa.


"Klinik." Jawab Altar.


"Lah ngapain?" Tanya Laisa.


"Cek kandungan saya"


"Haha kesel, oke saya dari klinik liat Kelvin."


"Kelvin kenapa?"


"Digebugin orang"


"Hah? Ko bisa?"


"Ya bisa" jawab Altar.


"Maksudnya, emang Kelvin ngelakuin apa sampe digebugin?"


"Orang yang gebugin nya aja rese." Jawab Altar.


"Itu bukan alasan atau penyebab, masa orang gebugin orang tiba-tiba." Kata Laisa. 


"Ceritanya panjang nona"


"Yaudah ceritain" kata Laisa.


"Gak mungkin selesai sampe tujuh hari tujuh malem tau." Katanya.


"Ngaco. Ayo dong Al ceritain"


"Biarin saya istirahat dulu 15 menit aja, saya cape" katanya. Dan dengan itu Laisa tidak tega dan membiarkan Altar tidur saja dengan posisi seperti biasa.


🍀🍀🍀

__ADS_1


Waktu sudah menunjukan pukul lima sore, Laisa dan Zidny baru saja keluar dari ruang musik.


"Zid sorry banget gue nebeng sama Lo" kata Laisa.


"Santai aja, gue anterin sampe rumah" kata Zidny.


"Serius?" Tanya Laisa.


"Iyalah masa nggk"


"Ih makasih Zidny, soalnya gue berasa gimana aja gitu"


"Iya iya sama-sama."


"Btw Zid, gue rasa kak Neta gak suka deh sama gue" kata Laisa.


"Maksudnya?"


"Iya dia kaya gak suka gitu, jadi pas ada pengumuman gue kepilih buat jadi bagian dari grup band dua, dia yang pertama gak setuju dengan alasan karena gue murid baru."


"Oh yah? Ko gue gak tau."


"Lo kan panitia, yang vote itu 4 grup band aja, 2 dari grup kak Malvin dan 2 dari grup kak Neta. Tapi kalau dia gak suka sama gue atas dasar apa? Perasaan gue gak punya salah deh sama dia, ketemu juga jarang. Dan yah Zid yang bikin gue lebih yakin tuh, setiap ketemu juga dia kaya sebel sama gue" jelas Laisa lagi.


"Kayanya gara-gara Lo deket sama Altar deh." Jawab Zidny.


"Lah? Ko gitu? Emang kenapa, Kak Neta pacar Altar? Atau mantan Altar?" Tanya Laisa.


"Setau gue si nggk dua-duanya, tapi Kak Neta emang suka sama si Altar, terus sempet ada isu kalau si Altar tidurin kak Neta" kata Zidny membuat Laisa menarik nafasnya cepat.


"Serius?" Tanya Laisa.


"Iya, tapi itu gak bener, gue yakin si Altar gak gitu. Seberandalan apapun si Altar gak mungkin lakuin hal kek gitu. Gue juga udah nanya dan tentu dia jawab nggk dia bilang dia yakin kalau gue percaya sama dia, dan iya, gue percaya ko sama si Altar."


"Kejadiannya kapan?" Tanya Laisa yang masih belum lega.


"Lumayan lama si mungkin udah ada enam bulan yang lalu" jawab Zidny.


"Jadi intinya gimana? Lo jelasin ke gue deh Zid"


"Jadi si Altar emang kenal sama kak Neta, pas ada isu itu juga bener karena emang si Altar kepergok Kaka kak Neta lagi ada dikamar bareng. Padahal pada kenyataannya tuh nggk gitu, si Altar ada disitu karena nyelametin Neta yang di jebak sama sahabat kakaknya sediri, kejadiannya di club malam gitu, biasalah Altar nemenin Kelvin. Yang parahnya kak Neta bilang Altar ngelakuin itu semua, padahal bukan, Kak Neta gitu emang karena dia takut hamil mungkin."


"Terus?" Tanya Laisa.


"Ya dari situ kakak nya kak Neta marah, Altar disuruh pacaran sama Neta dan kalau hamil harus nikah, kan gila. Altar gak mau, lagian kak Neta emang gak tau diri juga si. Karena Altar yang acuh ke Neta kakaknya kaya kesel gitu sama Altar dan beberapa kali mereka brantem didepan gerbang. Namanya Anton, dia anak SMA tetangga. Sama-sama brandalan kaya Altar tapi lebih parah, Anton pecandu. Dia juga sempet DO dan ngulang dari kelas 1 makanya dia sama-sama kelas 3 kaya kak Neta." Jelas Zidny.


"Jadi gitu? Jadi secara tidak langsung Anton Anton itu masih dendam sama Altar."


"Ya gitu, katanya emang ngenes karena Altar gak mau pacaran sama Neta, padahal kan gak usah, lagian Altar gak lakuin itu dan gak hamil juga kan kak Neta nya, tapi begitulah, maksudnya karena adiknya yang sakit hati gara-gara Altar katanya"


Kata Zidny lagi dan Laisa mengangguk mengerti.


"Kenapa Anton Anton itu gak percaya, padahal jelas bukan Altar yang lakuin." Gerutu Laisa.


"Udah ah gak usah panik gitu. Altar emang gak lakuin apa-apa. ayo naik, udah sore banget ini mendung lagi. Nanti gue ceritain yang lainnya."  Kata Zidny yang menyadari ada persaan yang lain yang ada pada Laisa.


Keduanya pun pulang menuju rumah Laisa terlebih dahulu. Belum sampai hujan sudah turun terlebih dahulu, dan setelah sampai di rumah keduanya basah kuyup. Zidny memutuskan untuk pulang malam saja karena hujan masih deras diluar. namun hujan tidak kunjung berhenti dan Zidny pun memutuskan untuk menginap dirumah Laisa stelah meminta izin pada ibunya, dan kebetulan besoknya juga sekolah libur.


🍀🍀🍀

__ADS_1


__ADS_2