Irama SMA

Irama SMA
Episode 28


__ADS_3

Laisa segera berjalan menuju toilet melewati koridor yang lumayan sepi namun dengan penerangan yang baik. Laisa bertemu beberapa orang yang dia juga tau, itu bukan dari sekolahnya. Mereka sudah melihat penampilan Laisa tadi. Itu sebabnya dia di sapa dengan senyuman hangat dari beberapa orang dari sekolah lain.


Di koridor lain. Altar, Mario dan Kelvin berjalan dengan cepat sambil mencari keberadaan gerombolan lain yang merupakan genk Anton. tapi mereka tak kunjung menemukan nya.


"Apa mereka balik?" Tanya Mario.


"Gak mungkin" jawab Kelvin.


"Laisa gimana?" tanya Mario.


"Aman, sama si Zidny. Gua udah nyuruh Bintang buat Zidny tetep sama Laisa" Jawab Altar dan duduk di bangku yang ada di koridor.


"Yaudahlah mungkin emang Si Anton pada keluar kan. Kita juga gak usah cari masalah duluan lah." kata Mario.


"Yo i" jawab Altar.


"Yaudah lagian si Laisa juga aman kan. Yu ah ke nongkrong"


"Tapi bisa aja si Anton ada di sana" jawab Mario.


"Ya terus? Kenapa Lo gak santai anjing" kata Altar dan pergi lebih dulu sambil mengetik sesuatu di handphonenya.


"cupu Lo" kata Kelvin pada Mario.


LaisaAyu


dimana? nanti kalau udah selesai pulang bareng saya yah. Saya nongkrong di depan. Kabarin saya kalau udah selesai.


Altar mengirimkan pesannya dan sepertinya Laisa sedang tidak online. Mungkin sedang berganti pakaian. Pikir Altar dan segera pergi bersama Kelvin dan Mario.


❄❄❄


Zidny sudah dua kali sejak mengecek toilet yang tak jauh dari backstage untuk mencari Laisa yang belum kembali sejak 15 menit yang lalu.


Zidny menelpon Laisa tapi ternyata handphonenya berada di meja rias dekat tasnya sendiri.


"Laisaaaa Lo dimana sih" Zidny keder sendiri merasa takut tentang kata-kata Bintang sebelumnya.


Zidny berniat menelpon Altar, Kelvin atau Mario untuk meminta bantuan tapi langkahnya terhenti saat Bintang memanggilnya.


"Kak sorry."


"Sorry?"


"Laisa ilang. Laisa bener-bener ilang" kata Zidny panik begitupun dengan Bintang sekarang. Karena bukan tanpa alasan Bintang menyuruh Zidny untuk terus bersama Laisa. Itu karena dia mendapat pesan dari Altar tentang Anton dan komplotannya.


"Tadi dia kemana?"


"Tadi dia izin ke toilet. Aku mau anter dia cuma dia nolak karena ya cuma ke toilet kan. Tapi sekarang belum balik juga."


"Udah nyari ke toilet?" tanya Bintang.


"Udah dua kali. Aku udah cek semua toilet di sekitar sini tapi gak ada Laisa." jawab Zidny semakin khawatir.


"Yaudah sekarang ayo cari dulu."


"Hubungin Altar jangan?" tanya Zidny.


"Jangan dulu. Ayo kita cari dulu" kata Bintang dan Zidny setuju lalu keduanya segera keluar dan mencari Laisa kesana kesini.


Hampir 10 menit keduanya kesana kemari mencari Laisa namun tidak ada juga. Sampai akhirnya keduanya memutuskan untuk naik ke lantai dua yang sepi dan berlari ke arah toilet.

__ADS_1


Bintang berjalan lebih dulu dan sampai lebih dulu di depan toilet wanita dan suara tangisan pelan mulai terdengar membuat pupilnya melebar dan langsung masuk setelah mengkode Zidny yang ada sedikit jauh di belakangnya.


Zidny segera berlari menyusul Bintang sedangkan Bintang sudah melesat masuk dan menemukan sosok wanita yang terduduk di lantai basah dengan rambut berantakan dan sedang menangis.


"Laisa" kata Bintang kaget dan Laisa malah menjerit histeris.


"Tolong pergi tolong aku mohoooon" kata Laisa.


"Laisa ini saya, Bintang. Laisa" kata Bintang mencoba menenangkan Laisa.


"Laisaaaa ini gue Saaa" Kata Zidny mulai menangis di belakang Zidny.


Laisa mulai mengangkat kepalanya dan samar-samar melihat wajah Bintang yang menatapnya iba karena wajahnya yang sembab.


"Kak Bintang" kata itu yang keluar pertama dari mulut Laisa dan memeluk Bintang dengan tangisannya.


"Iya ini saya. Bintang" kata Bintang memeluk Laisa erat.


"Saaaa apa yang terjadi" kata Zidny "Maafin gue" lanjutnya dan Laisa masih menangis lalu tangisnya mereda diiringi dirinya yang tak sadarkan diri.


"Sa Sa" kata Bintang menepuk pelan pipinya.


"Pingsan Kak. Ayo bawa ke UKS aja" kata Zidny dan Bintang segera membawa Laisa ke ruang UKS di lantai satu.


Sudah 10 menit berlalu Laisa belum sadarkan diri. Zidny dan Bintang masih di sampingnya. Acara masih berlangsung dan sebentar lagi akan selesai.


Perlahan Laisa membuka matanya dan menemukan wajah Bintang yang ada di sampingnya.


"Saaa" kata Zidny melihat Laisa membuka matanya.


"kamu udah sadar? Minum dulu" kata Bintang membuat Laisa berdiri dan Laisa minum.


"Apa yang terjadi si Sa? kenapa Lo bisa ada di toilet lantai dua dan bisa jadi kek gini" kata Zidny dan Air mata Laisa mulai mengalir.


"Aku gak tau mereka siapa, dan gak tau apa yang bakal mereka lakuin ke aku. Tapi aku takut" kata Laisa menunduk lalu kembali menangis.


Tangan Bintang mengepal dan Zidny memeluk Laisa.


"Yaudah gak apa-apa yang penting sekarang Lo udah aman. Ada yang luka atau ngerasa sakit?" tanya Zidny dan Laisa menggelengkan kepalanya.


Bintang mengeluarkan Handphone untuk menelpon Altar tapi Laisa menyadari itu dan segera mencegah Bintang.


"Jangan kasih tau Altar."


"Tapi Sa. . "


"Cukup kalian aja yang tau. Sekarang aku udah gak apa-apa ko. Jangan sampai Altar tau ini. Aku pikir mereka geng Kakak Kak Neta itu. Aku tau Altar dan mereka juga musuhan kan? Aku takut Altar kenapa-napa atau malah sebaliknya dan itu bener-bener gak baik buat Altar" kata Laisa berpikir bahwa ini akan jadi masalah besar bagi Altar.


Bintang mengalah dan membenarkan apa yang di katakan Laisa.


"Yaudah sekarang kamu mau pulang? Saya Anterin" kata Bintang dan Laisa mengangguk.


"Gak apa-apa saya pulang duluan?" tanya Laisa.


"Gak apa-apa. Tugas kamu udah selesai. Nanti saya bilang ke si Malvin." Jawab Bintang.


"Yaudah aku ambil dulu tas sama handphone kamu yah" kata Zidny dan Laisa mengangguk lalu Zidny segera pergi.


"Kamu bener-bener gak apa-apa?" tanya Bintang.


"Iya. Aku udah gak apa-apa ko Kak" jawab Laisa.

__ADS_1


"Mereka ngelakuin apa ke kamu?"


"Gak ngelakuin apa-apa sih. Tapi mungkin mau. Akunya keburu nangis duluan" kata Laisa tersenyum getir.


"Yang penting kamu gak apa-apa. Maafin saya" Kata Bintang.


"Gak apa-apa Kak. Jadi sebelumnya Kak Bintang udah tau kan bakal terjadi sesuatu sama aku?" tanya Laisa.


"Sebenernya Altar tadi chat aku, nyuruh jagain kamu atau minta tolong Zidny yang jagain. Karena dia tau ada Anton dan dia khawatir karena sebelumnya Anton nanya-nanya soal pacar Altar dan dia pikir itu kamu" kata Bintang menjelaskan dengan singkat dan Laisa hanya diam.


"Maafin saya gak ngasih tau dari sebelumnya" kata Bintang.


"Gak apa-apa Kak " jawab Laisa dan Zidny datang membawa tas dan Handphone Laisa.


"Sorry yah aku gak bisa nganterin kamu soalnya masih ada yang harus aku kerjain. Besok aku ke rumah kamu" kata Zidny.


"Iya gak apa-apa" kata Laisa dan ketiganya segera keluar dengan Bintang yang mengantar Laisa sampai rumah dan Zidny yang kembali ke dalam untuk membereskan semua acara yang juga sudah selesai.


"Kamu tidur aja gak apa-apa. Nanti kalau udah keluar jalan utama aku bangunin buat nanya jalan" kata Bintang.


"Iya" jawab Laisa. hanya 5 menit karena suara Handphone Laisa yang berbunyi. Nama Altar berada di layar handphonenya.


"Altar?" tanya Bintang dan Laisa mengangguk.


📞Hallo


"iya?"


📞Lais, kamu dimana? kamu gak baca chat aku yah?"


"Oh. Aku di jalan ini mau pulang." kata Laisa.


📞Pulang? bukannya belum selesai semua?


"Iya. Maaf Al aku gak buka Chat dari kamu" kata Laisa.


📞Gak apa-apa. kamu pulang sama siapa?


"Loud speaker" kata Bintang.


"Al ini gua Bintang. Laisa sama Gua sekarang tadi dia pingsan di Backstage. handphone gua mati belum sempet kabarin Lo. Laisa juga gak tau Lo chat."


📞Pingsan? kamu sakit?


"Mungkin kecapean aja Al."


📞Tapi kamu gak apa-apa sekarang?"


"Iya aku udah baik-baik aja"


📞Yaudah kalau gitu. Kamu istirahat yah.


"Tenang aja gue anterin sampe tujuan sampe selamat"


📞Tolong yah Kak anterin calon pacar gue dengan selamat. Awas aja Lo kalau ada yang lecet.


"Iya bocah" Jawab Bintang dan Laisa hanya tersenyum.


"Yaudah Al kamu hati-hati yah pulangnya"


📞Iya Lais. kamu juga.

__ADS_1


Telpon terputus dengan Bintang yang menatap Laisa dengan senyuman manisnya.


❄❄❄


__ADS_2