Irama SMA

Irama SMA
Episode 36


__ADS_3

Waktu sudah menunjukkan pukul 9 malam. Si kembar masih belum tidur dan masih asyik dengan game di Handphonenya masing-masing. Begitupun dengan Bintang yang duduk di sebelahnya.


"Bin, abis lulus mau ngambil kuliah di mana jadi nya?" tanya Binta pada Bintang.


"Belum tau Kak."


"Di Yogyakarta aja, jadi tinggal di rumah Kakak." kata Binta lagi. "Lagian kan mas Winata juga pulangnya dua minggu sekali. Jadi kalau ada kamu di rumah, kamu bisa bantuin kakak juga." kata Binta.


"Iya kak. Nanti aku pikir-pikir lagi."


"Iya. Kalau kamu mau di Australia juga tinggal sama ibu sama papah di sana juga gak apa-apa"


"Enggak. Kalau ke Australia aku gak kepikiran."


"Yaudah. Kamu mau nyoba masuk UI?" tanya Binta lagi.


"Kayanya sih gitu Kak. Belum bimbingan sih, buat pastiin nilai aku cukup atau nggak nya."


"Yaudah coba dulu aja. Atau milih yang di Bandung aja."


"Sebenernya aku pengen keluar dari Jakarta sih. Cuma ini rumah gimana? Aku gak bisa ninggalin rumah. Bi Ratih juga kan kerja udah lama sama aku, masa aku tinggal gitu aja." kata Bintang yang memikirkan pembantunya.


"Dan aku juga punya alasan lain untuk terus tinggal di Jakarta.."


"Alasan lain?" tanya Binta menyipit kan matanya "Cewek?" tebak Binta.


"Iya." jawab Bintang.


"Kamu punya pacar?" tanya Binta pelan karena takut terdengar si kembar. Karena kalau dua bocah itu sudah dengan keadaannya akan jadi runyam karena mereka pasti terus bertanya sampai akar.


"Enggak. Dia calon pacarnya Altar." kata Bintang.


"Hah? kamu rebutan sama Altar?" tanya Binta.


"Hahaha bukan gitu. Kakak tau kan tadi Altar mau pergi?"


"Iya. Sama cewek itu?" tanya Binta dan Bintang mengangguk "Terus gimana?"


"Ya gak gimana-gimana. Jujur aja, Bintang kayanya suka dia. Tapi Altar lebih dulu jatuh cinta sama dia, sebelum Bintang, dan sepertinya sebaliknya."


"Ya terus kenapa kamu harus ngerasa khawatir sampe gak mau ninggalin Jakarta? Kan dia udah punya Altar. Lagian kamu harusnya bisa keluar dari Jakarta biar move on, biar ketemu lagi sama yang baru. Karena kamu sama dia udah gak mungkin, kakak juga gak akan ngizinin kamu buat berjuang lawan Altar buat dapetin dia." kata Binta.


"Kasusnya beda kak. Cewek itu, korban pemerkosaan sekitar tiga tahun yang lalu di Bandung." kata Bintang membuat Binta menganga.


"Ya ampuuuun. Terus?"


"Dia trauma parah, gak pernah mau deket-deket sama cowok. Tapi semenjak dia pindah ke sini dia deket sama Aku dan Altar. Awalnya aku gak tahu soal ini, tapi kemarin aku nganter dia ke rumahnya dan ibunya cerita langsung ke aku."


"Altar juga tau?"


"Katanya Altar baru di kasih tau soal traumanya aja tanpa penyebabnya." jawab Bintang.


"Waaaaahhhh." Binta diam mendengarnya.


"Bintang ngerasa harus jagain dia. Bukannya Bintang gak percaya sama Altar, cuma Bintang ngerasa kayak Bintang iba sama apa yang terjadi sama dia. Dan dia cuma punya Bintang sama Altar aja, laki-laki yang bisa dia andelin." kata Bintang.


"Iya kakak ngerti."


"Iya makanya."


"Yuhuuuuuu. Masuk yah." seru seseorang dari luar dan masuk membawa kantong plastik berisi makanan. Itu Altar.


"Udah balik?" tanya Bintang.


"Iya."


"Bawa apa Om."


"Ayam goreng crispy kesukaan Gom dan Gam" kata Altar.


"Asyiiiiik." Teriak keduanya.

__ADS_1


"Nih makan makan." kata Altar menyodorkan semuanya pada Gom dan Gam.


"Masa jam segini udah pulang sih yang nge date." Kata Binta.


"Hahaha nge date apaan si Kak. Makan doang sambil cari angin." Jawab Altar.


"Ya kalau sama cewek itu namanya tetep nge date."


"Iya deh gimana kak Binta aja." jawab Altar.


"Kenalin dong ceweknya." kata Binta.


"Nanti kalau udah resmi jadi pacar, Al kenalin." kata Altar.


"Hahaha oke oke." jawab Binta.


"Bokap Lo gak ada?" tanya Bintang.


"Gak. Eh bokap ada nelpon Lo gak nyariin hue?" tanya Altar.


"Waduh, gak tau tuh. Dari sejak Lo pergi Handphone gue di kamar di charge, belum gue cek lagi. Emang kenapa?"


"Hahahaha bagus deh. Lo dukung banget gue." kata Altar.


"Ada apa emangnya. Kenapa dia harus nelpon gue?"


"Jadi tadi pagi gue di suruh ikut makan malem gitu."


"Terus?" tanya Binta.


"Ya aku gak mau lah Kak."


"Karena mau nge date sama calon pacar?" tanya Binta lagi.


"Itu salah satu nya. Yang utamanya, bokap bilang mau kenalin gue ke cewek Bro. Masa iya gue jadi Siti Nurbaya." kata Altar pada Bintang.


"Ffffttttttt. Bokap Lo ada ada aja deh."


"Yaudah bentar, gue ambil dulu handphone gue." kata Bintang dan pergi.


"Sama siapa di kenalin nya?" tanya Binta.


"Gak tau Kak. Yang pasti yaaaa anak temen bisnisnya kali."


"Padahal ketemu aja dulu, kali aja ada manfaatnya."


"Aduh enggak deh Kak, takut anak orang kecewa. Kalau udah sama cewek runyam urusannya. Iya gak Gom.?" Tanya Altar.


"Apa?" tanya Gom yang fokus pada Handphonenya sambil mengunyah ayam goreng.


"Urusan cewek ribet." kata Altar.


"Iya. Termasuk Raisa juga tuh Om kadang dia suka tiba-tiba marah gitu ke aku. suka seksi." kata Gom.


"Seksi?" tanya Altar.


"Iya. Marah-marah gitu Om seksi."


"Sensi sayang." kata Binta.


"Nah itu. Sensi." kata Gom.


"Gimana sih kamu Gom." kata Gam.


"Hahahaha oh sensi. Hahahaha iya bener Gom cewek emang gitu." kata Altar dengan tawa nya yang meledak.


"Asli Al, 10 panggilan tak terjawab dari bokap Lo." kata Bintang yang datang dengan Handphonenya.


"Tuh kan. Ada pesan juga?" tanya Altar.


"Enggak. Ini gue telpon dulu. Handphone Lo aktifin dong." kata Bintang.

__ADS_1


"Eh jangan di telpon."


"Gue cuma mau minta maaf. Bu..."


"Hallo om"


"Yah elo"


".............."


"Oh sorry Om Handphonenya di kamar. Di rumah lagi ada kak Binta, jadi sibuk bantuin ngurus si kembar." kata Bintang. Altar masih diam memperhatikan Bintang dan Binta bergabung bersama anak-anaknya lalu memakan ayam yang di bawa Altar.


"...…........"


"Iya Om. Nanti saya sampein."


"............."


"Altar ini ada di samping saya." kata Bintang.


"Wah Lo gila apa." gerutu Altar.


".........."


"Baik Om." kata Bintang dan menyodorkan Handphonenya.


"Bener-bener yah Lo." kata Altar.


"Udah ngomong aja." kata Bintang.


"Hallo selamat malam. Altar Nicolas disini." kata Altar.


"............"


"Al ketiduran"


".............."


"Di rumah Kelvin. Si bibi mana tahu. Emang dia punya mantra apa."


"............."


"Oh telpon Kelvin juga. Kenapa sih repot-repot. Kan saya udah bilang mau nge date sama pacar."


"............"


"Saya tidak mau. Terimakasih. Selamat istirahat." kata Altar dan memutuskan sambungan telponnya.


"Anak gila" kata Bintang.


"Gue nginep di sini yah malem ini." kata Altar.


"Serah" jawab Bintang.


"Gom Gam Om istirahat duluan yah. Kalian juga cepet bobo."


"Oke Om" kata Gom dan Gam mengacungkan jempolnya.


"Kak istirahat duluan." kata Altar.


"Iya." kata Binta. Altar pergi ke kamar Bintang. Sudah seperti kamarnya sendiri dan itu tidak di anggap suatu ke anehan oleh Bintang ataupun Binta.


"Hubungan Altar sama Ayahnya masih gak baik.?" tanya Binta.


"Gak akan pernah baik kayanya."


"Masih main cewek?"


"Setiap pulang ke rumah juga bokapnya bawa cewek. Altar udah gak peduli. Gak tau deh, dia masih anggap bokapnya bapaknya atau bukan." kata Bintang dan Binta hanya mengangguk-angguk kepalanya.


🐝🐝🐝

__ADS_1


__ADS_2