Irama SMA

Irama SMA
Episode 7


__ADS_3

Altar berjalan menghampiri Laisa yang sedang duduk. Dan kemudian duduk disampingnya.


Altar tidak langsung memberitahu Laisa tentang keberadaannya. Altar hanya diam memperhatikan dengan lekat wajah Laisa lalu tersenyum tipis.


Laisa mulai membuka matanya karna dia merasakan ada yang duduk disebelahnya.


"Astaghfirullah" Laisa tersentak kaget.


"Kaya liat hantu aja" kata Altar.


"Sejak kapan disini?"


"Tadi." Jawab Altar "jam masuk masih setengah jam lagi ditambah pelajaran selanjutnya gurunya gak akan masuk, cuma ada tugas mencatat. Saya mau tidur. jangan pergi" lanjutnya dan berbaring dengan paha Laisa sebagai bantalnya.


Laisa langsung berdiri dan membuat kepala Altar langsung berbenturan dengan kursi besi yang di dudukinya.


"Aw" pekik Altar. dan Laisa langsung sadar kalau Altar kesakitan gara-gara dia.


"So sorry Al, aku gak sengaja" katanya dengan nafas pendek karena merasa tidak nyaman dengan tingkah Altar yang langsung meletakkan kepalanya di pahanya.


"Ma Maaf yah" kata Laisa lagi dan ikut mengusap kepala Altar. sedangkan Altar menatap Laisa dengan wajah bingung dengan wajah nyengir karena masih sakit.


"Maaf" kata Laisa lagi.


"oh? enggak apa-apa ko. saya yang minta maaf" kata Altar jadi sedikit canggung.


"emh iya enggak apa-apa. kamu mau tiduran disini kan? yaudah tiduran aja ini nih bantalannya pake buku biar leher kamu gak sakit" kata Laisa yang terlihat sangat gugup.


"boleh?" tanya Altar yang berusaha tidak ikut gugup juga, karena Altar fikir jika dia ikut gugup juga keadaan nya akan semakin gak enak.


"iya. nih" kata Laisa meletakan bukunya untuk bantalan Altar"


"oke. tapi kamu lanjut baca buku disitu. temenin saya, nanti saya di culik lagi" kata Altar mulai becanda dan Laisa tersenyum.


"iya, aku lanjut baca buku" kata Laisa.


"Oke" kata Altar dan mulai merebahkan tubuhnya lalu memejamkan matanya.


Laisa mengerutkan dahinya kebingungan karena Altar seperti sudah nyenyak secara langsung. Melihat Altar seperti itu membuat Laisa tertegun memperhatikan setiap inci wajahnya.


Apa manusia sempurna itu memang benar-benar ada? Apakah rasa itu sudah kembali? Aku ingin melihatnya nanti dan akan kubiarkan waktu yang menjawabnya. Batin Laisa dengan mata yang tak lepas dari wajah Altar yang tertidur di pahanya.


Angin semilir disiang yang panas terasa hingga menembus tulang. Altar sudah membuka matanya sejak 7 menit yang lalu dan hanya memperhatikan wajah Laisa yang fokus membaca buku. Laisa sadar seperti ada yang memperhatikannya dan mata Laisa melihat ke arah mata Altar yang melihatnya.


"Apa?" Tanya Laisa.


"Cantik" jawab Altar.


"Siapa?"


"Kamu"


"Oh" jawab Laisa.


"Oh?"


"Terus?" Tanya Laisa dan Altar hanya tersenyum lebar lalu bangun.


"Laper gak?" Tanya Altar.

__ADS_1


"Kamu laper?"


"Aku Altar. Masa belum kenal"


"Lah?" Laisa mengerutkan dahinya lalu tertawa "haha maksudnya bukan gi..."


"Lais?"


"Iya?"


"Ketawamu..."


"Bagus?" Tanya Laisa


"Iya"


"Sudah ku duga. Ayo makan" kata Laisa berdiri dengan senyumannya


"Kamu yang traktir?"


"Masing-masing aja" jawab Laisa dan berjalan lebih dahulu Altar hanya tersenyum lalu segera menyusul Laisa.


🍃🍃🍃


"Al yuk latihan dulu." Ajak Kelvin yang kembali normal.


"Apaan?"


"Futsal. Selain futsal apa lagi? Lo ikut rohis hah?" Tanya Mario.


"Capek gue. Mau balik ah. gak enak badan"


"Yaelah 30 menit doang. Yu ah." Kata Kelvin lagi


"Wiihhhhhh..." Kata Altar tersenyum


"Apa?" Tanya Laisa datar.


"Enggk. Sorry deh gue bener-bener gak bisa hari ini gue mau balik. Besok deh gue ikut latihan" kata Altar.


"Ah gak seru Lo. Tapi yaudah nanti bener lagi Lo jadi sakit" kata Mario.


"Yaudah kita cabut duluan" kata Kelvin dan bersalaman ala cowok dengan Altar, begitupun Mario. "Laisa Zidny duluan" pamit Kelvin.


"Yooo" jawab Zidny dan Laisa hanya tersenyum sebagai jawaban iya.


"Lais hari ini musik ekskul, Lo jadi ikut kan?" Tanya Zidny dan Laisa mengangguk.


"Kamu pulang sama siapa nanti?" Tanya Altar.


"Angkot" jawab Laisa.


"Gue anterin" kata Zidny.


"Syukur deh. Laisa saya pamit yah. Zid pulang nya anterin jangan sampe lecet gue gak redo. Gue pamit Zid" kata Altar.


"Santai gue jagain" kata Zidny dan Laisa hanya tersenyum dan Altar mengedipkan sebelah matanya kepada Laisa dan Laisa hanya tersenyum saja.


"Hati-hati" kata Laisa setelah Altar hampir keluar.

__ADS_1


"Hah? Apa?" Tanya Altar dan berjalan kembali menuju mejanya.


"Apaan"? Tanya Laisa.


"Kamu bilang apa tadi?"


"Zid tadi aku bilang apa?" Canda Laisa dengan senyuman.


"Haha"


"Hati-hati Al" kata Laisa tulus.


"Iya Laisa" jawab Altar dan segera pergi.


"Lo suka sama Altar?" Tanya Zidny tiba-tiba


"Enggak ah biasa aja" jawab Laisa santai.


"Enggak atau belum?"


"Apaan si Zidny. Dia temen aku. Temen laki-laki pertama aku setelah 2 tahun berlalu" Kata Laisa.


"Maksudnya?" Tanya Zidny penasaran.


"Udahlah ayo katanya mau ekskul" Laisa berjalan mendahului Zidny.


Laisa berjalan bersama Zidny menuju ruang musik. Dan setelah sampai diruangan Laisa memperkenalkan dirinya sebagai anggota baru. Ada yang membuat risih Laisa selama ekskul berlangsung. Satu laki-laki tampan yang mengakui bahwa dia adalah ketua grup musik laki-laki yang menatap Laisa dengan tatapan suka dan satu wanita cantik yang mengakui bahwa dia adalah ketua grup musik wanita yang menatap Laisa dengan tatapan tidak suka. Tapi Laisa tidak mempedulikannya tujuannya hanya ikut ekskul musik Sampai akhirnya semuanya selesai dan Laisa pulang akan di antar Zidny.


"Lo tunggu di gerbang aja gue ngambil dulu motor di parkiran" kata Zidny dan Laisa mengangguk mengerti.


Laisa hanya berdiri di depan gerbang.


"Eh Laisa yah?" Tanya seseorang diatas motornya. Itu adalah si ketua grup musik laki-laki bernama Malvin.


"Eh iya kak" jawab Laisa. Malvin anak kelas 12 MIA 3 laki-laki tampan dengan kedudukan digrupnya sebagai vokalis sekaligus gitaris.


"Pulang sama siapa? Nunggu jemputan?" Tanya Malvin.


"Sama zidny. Ini nunggu Zidny ngambil motor dulu katanya." Jawab Laisa.


"Oh gitu. Yaudah Laisa gue duluan yah" kata Malvin dan Laisa mengangguk.


Malvin pergi dan datang satu orang wanita cantik yang Laisa tau dia adalah ketua grup wanita di musik dia siswi kelas 12 IPS 1 bernama Neta. Neta lewat di depan Laisa dengan satu teman wanitanya dan melemparkan tatapan tidak suka kepada Laisa, padahal Laisa tersenyum sopan.


Kenapa si dia? Batin Laisa.


"Sa, ayo" kata Zidny yang sudah datang dengan motor Scoopy nya. Dan Laisa segera naik dan keduanya pergi meninggalkan area sekolah.


🍃🍃🍃


Altar sudah sampai sejak tadi dan dia hanya menggulingkan badannya kesana kemari.


Beberapa pesan telah Altar kirim ke akun WA Laisa. Tapi tidak ada jawaban. Aktifnya pun sekitar satu jam yang lalu.


Altar keder sendiri.


"Ah Laisa Laisa Laisa Laisa....." Kata Altar terus menyebut nama Laisa dan keluar kamar untuk makan.


Altar berjalan dan melewati sebuah kalender didinding menuju meja makan. Ada tanggal yang sengaja dia tandai disana. Altar tersadar dan memutuskan untuk kembali memundurkan langkahnya. Dan dia tersadar hari ini adalah peringatan bulanan kematian ibunya. Hari ini genap 2 tahun 8 bulan sudah ibunya Altar meninggal dan seperti biasanya Altar akan datang ke makam ibunya untuk berdoa' sebisanya dan menyimpan bunga tulip kesukaan ibunya lalu berbicara menceritakan kesehariannya dengan singkat selama satu bulan.

__ADS_1


"Ashhh...." Altar meremas rambutnya lalu segera kembali ke kamar untuk mengambil kunci motornya dan segera pergi meninggalkan pembantu rumah tangganya yang kebingungan melihat majikannya terburu-buru seperti itu.


🍃🍃🍃


__ADS_2