Irama SMA

Irama SMA
Episode 26


__ADS_3

Sekitar pukul 6 sore Altar masih di warung Mang Rohman. Dia hanya sendiri di temani handphone dan kopinya.


"Yang lain mana?" tanya Mang Rohman.


"Belum kesini Mang" jawab Altar.


"Oh begitu" jawab Mang Rohman.


"Mang Rohman gak pulang?"


"Enggak. Mamang mau nginep di warung aja malem ini"


"Kenapa?"


"Kan mau ada acara kan lumayan kalau ada yang mau mampir ke warung Mamang. Apalagi banyak dari sekolah lain juga kan"


"Iya sih tapi tempat warung Mang Rohman tuh gak strategis tau. terlalu private" jawab Altar.


"Prayipet itu apaan?" tanya Mang Rohman membuat Altar tersenyum.


"Pokonya gak bisa di liat orang banyak gitu Mang. jadi kalau yang gak tau gak akan ada yang dateng"


"Oooh. Ya makanya kamu bantuin Mamang buat ngasih tau ke yang lain" kata Mang Rohman.


"Iya deh"


"Bagus. Oh iya, Kemarin musuh kamu ada kesini." kata Mang Rohman.


"Saya gak punya musuh Mang"


"Maksudnya Si Anton" kata Rohman dan Altar diam lalu mengalihkan pandangannya.


"Oh ngapain dia"? tanya Altar.


"Dia ngopi-ngopi sama 3 temennya yang lain itu. Terus dia sempet nanya ke Mamang soal pacar kamu" Kata Mang Rohman.


"Pacar saya?" Tanya Altar.


"Iya. terus Mamang jawab gak tau dan setau Mamang Altar gak punya pacar. Mamang bilang gitu."


"Terus dia jawab apa lagi?" Tanya Altar.


"Terus dia diem. Tapi temennya itu siapa yah lupa Mamang namanya. Dia ngomong gini 'terus siapa yang selalu dia anterin pulang itu?' Gitu" Kata Mang Rohman memainkan peran teman Anton yang mengatakannya.


Altar diam dan langsung teringat Laisa.


"Hati-hati yah" kata Mang Rohman.


"Buat?"


"Buat pacar kamu. Mamang gak mau suudzan tapi kayanya mereka emang ada niat gak baik" kata Rohman yang membuat Altar merasa takut.


"Tenang aja siapapun akan aman kalau sama saya" jawab Altar dan tak lama dua orang datang. itu Kelvin dan Mario.


"Sore Mang Rohman. Kopi yang di campur susu palsu dong Mang satu" Kata Kelvin.


"Saya satu Mang" kata Mario lagi.


"Oke di tunggu yah" kata Mang Rohman.


"Lo dari tadi?" tanya Mario.


"Satu jam yang lalu" jawab Altar.


"***** Lo MC nya apa cepet banget datangnya?" ejek Kelvin.


"Gue penanggung jawab acaranya" kata Altar lagi.


"Oh iya bro barusan kita liat si Anton sama antek-antek nya" kata Mario.


"Dimana?"


"Pertigaan depan, otw daerah sini" kata Mario lagi.

__ADS_1


"Mereka semua pake baju rapi gue rasa mereka juga mau nonton" kata Kelvin.


"Yaudah biarin lagian kan sekolahnya juga salah satu tamu" kata Altar.


"Awas hati-hati" kata Mang Rohman sambil menyodorkan dua gelas kopi susu pesanan Kelvin dan Mario.


"Mang ikut ke air" kata Altar dan Mang Rohman mengangguk.


Setelah masuk ke dalam toilet Altar segera mengeluarkan handphonenya dan mencari no Bintang.


"Hallo Kak" kata Altar.


"Apaan? ganggu aja Lo" kata Bintang yang menyimpan gitarnya karena Gladi selesai.


"Sorry. Lo liat Laisa?"


"Ini dia ada di samping gue lagi minum" kata Bintang bohong karena Laisa ada di ruangan baru saja kembali setelah selesai gladi.


"Yaudah Lo minggir dulu dari situ terus jangan bilang ini gue yang nelpon" kata Altar.


"Napa sih Lo? Laisa di ruangan siap ganti baju baru beres gladi ini. ada apa sih?"


"Gue nitip Laisa yah"


"Lo kira gue panti asuhan" jawab Bintang mencoba becanda. Padahal hati kecilnya ingin tahu apa yang terjadi.


"Serius Kak"


"Oke. Kenapa emangnya harus di titip segala tu Laisa."


"Panjang kalau harus gue ceritain. Tapi Lo tau Anton kan? Kakaknya si Neta itu. Nah pokonya Lo harus terus bareng sama Laisa sebelum acara ini mulai" Kata Altar dan Bintang diam.


"Gue takut si Anton nyangka Laisa pacar gue terus usil lagi. Soalnya ada hal yang bikin gue ngomong ini!" kata Altar. "Lo bisa kan bantuin gue?"


"Oke. Imbalannya?" tanya Bintang.


"Nanti gue suruh balik si Raisa" kata Altar.


Raisa yang di maksud adalah seseorang yang membuat Bintang memiliki luka sampai sekarang.


"Jadi bisa gak?" tanya Altar.


"Iya iya bawel gue jagain napa sih Lo kek emak emak" kata Bintang yang melihat Laisa naik ke panggung membawa dua botol air.


"Yaudah. Thanks Yah Kak. Pokonya selesai acara Laisa harus sama Lo sebelum gue dateng. Gue nonton juga ko cuma jaga-jaga aja kalau gue telat anterin Laisa pulang." kata Altar.


"Lo udah kayak agen rahasia negara tau nggak. Bedanya disini Lo ngerusak negara. Iya gue jagain. Lo jangan macem-macem inget bokap Lo bisa lakuin apa aja biar Lo jera."


"Iya bawel. Napa sih Lo kek emak-emak"


"Sialan Lo" kata Bintang tersenyum dan melihat Laisa berjalan ke arahnya. "Gue tutup" kata Bintang dan sambungan telpon terputus tanpa persetujuan Altar.


"Buat Kak Bintang. Belum minum kan?" tanya Laisa.


"Thanks yah" kata Bintang dan Laisa mengangguk.


"Belum dandan?" Tanya Bintang lagi setelah meneguk satu teguk airnya.


"Masih ngantri. Anak-anak dance dulu yang make up soalnya openingnya kan nampilin tim dance dulu" kata Laisa.


"Oh gitu" jawab Bintang dan Laisa mengangguk.


"Kak Bintang ganti baju duluan aja. Cowok kan cuma rambut aja keknya gak terlalu ngantri deh" kata Laisa.


"Enggak ah, nanti aja terakhir biar masih rapi banget semuanya. Kalau duluan nanti berantakan lagi. Gagal mau tebar pesona" kata Bintang.


"Hahahaha oke oke" jawab Laisa tersenyum lebar dan itu kali pertama Bintang melihat Laisa tersenyum Lebar.


"Kenapa ketawa?" tanya Bintang.


"Lucu aja. Kak Bintang kek anak SMP aja manfaatin event buat tebar pesona" kata Laisa.


"masih jiwa-jiwa muda emang. kek anak SMP gitu" kata Bintang.

__ADS_1


"Kak Bintang gak punya pacar yah?"


"Ya ampun kenapa sih nanya nya gitu"


"Eh maaf, aku cuma nanya ko"


"Gak apa-apa emang iya ko"


"Masa?"


"Apa?"


"Masa sih Kak Bintang gak punya pacar?"


"Astaga Laisaaaaaa. Emang kenapa sih gak percaya gitu"


"Ya percaya gak percaya. soalnya kak Bintang kan asik orangnya. Eh bentar bukan itu dulu urutannya. Kak Bintang kan ganteng, anak band yang ya terkenal gitu kan di sekolah, keren, baik, supel banget. Pokonya banyak deh hal yang bisa di sukain sama cewek-cewek" kata Laisa dan Bintang hanya tersenyum menatap wajah Laisa yang serius.


"Kamu termasuk gak?" tanya Bintang.


"apa?"


"Termasuk cewek-cewek yang bakalan suka sama aku kek yang kamu sebutin itu" kata Bintang.


"Termasuk dong. Aku juga normal"


"Kamu suka saya?"


"Iya. Aku cuma bisa deket sama kakak di band ini selain Zidny tentunya" jawab Laisa dan Bintang tersenyum.


"Yaudah ayo pacaran, saya kan gak punya pacar dan kamu termasuk cewek yang suka sama saya" kata Bintang setengah becanda dan serius.


"Hahahaha apaan sih Kak mak..."


"Hahahaha iya iya aku ngerti" jawab Bintang.


"Lais, ayo make up malah ngerumpi sama mas mas cakep lagi" kata Zidny yang baru datang.


"Tuh kan Zidny juga termasuk cewek normal" kata Laisa tersenyum lebar dan Bintang tertawa.


"Ayo" kata Zidny yang sampai di hadapannya dan duduk di sisi lain sebelah Bintang.


"Iya Ibu panitia. Kak aku duluan yah" kata Laisa dan Bintang mengangguk lalu Laisa pergi.


"Kak Bintang juga kenapa masih disini orang-orang udah pada ganti baju tau" kata Zidny.


"Nanti aja terakhir. Eh Zid, gue mau nanya dong."


"Apaan?" tanya Zidny sambil membenarkan rambutnya sambil berkaca ke handphone nya.


"Entah cuma perasaan gue aja atau gimana tapi Laisa sering ngehindar gitu kalau deket cowok" kata Bintang.


"Gak cuma kak Bintang ko. Aku juga ngerasa kayak gitu." jawab Zidny.


"Terus itu kenapa?"


"Bukan cuma Kak Bintang yang bertanya-tanya soal itu. Tapi aku juga" jawab Zidny.


"Lah ini kenapa sih temen deketnya sendiri gak tahu"


"Temen deketnya sih temen deketnya tapi gak berarti tau segalanya juga." kata Zidny "Aku juga sering liat ko apa yang kak Bintang liat. Nih yah, Di kelas Laisa cuma deket sama Altar doang cowoknya karena mereka semeja kan. Terus di Band cuma sama Kak Bintang doang. Selebihnya gak ada, dia bener-bener ngebatasin diri gitu deket-deket sama Cowok. Bahkan cuma ngobrol aja tuh Laisa kayak gak sopan. Dia gak pernah liat mata lawan ngomongnya kalau itu cowok. kecuali Altar sama Kak Bintang lah" jelas Zidny.


"Oh yah? sampe segitunya."


"Iya. berhubung aku sering barengan sama dia jadi secara gak langsung aku tau kalau dia bersikap kek gitu tapi sayangnya aku gak tau penyebabnya dan belum pernah nanya dan gak ada niat buat nanya sih takut itu privasi dia banget. Kecuali kalau dia cerita sendiri" kata Zidny dan Bintang mengangguk-anggukan kepalanya.


"Heh Lo buruan ganti baju. Ngerumpi aja Lo" kata Malvin yang tiba-tiba datang.


"Iya Emak-emak kurang belanja" kata Bintang. "Zid duluan yah" kata Bintang.


"Iya Kak" jawab Zidny dan Bintang pergi bersama Malvin yang mencekik leher Bintang dengan lengannya. Malvin dan Bintang memang bersahabat sejak dulu.


🎉🎉🎉

__ADS_1


__ADS_2