Irama SMA

Irama SMA
Episode 24


__ADS_3

Jam pulang sudah tiba semua orang berhamburan untuk pulang kecuali orang-orang yang memang masih memiliki urusan di sekolah seperti mengerjakan tugas kelompok, mengikuti pelajaran tambahan juga sebagai panitia acara festival band seperti Laisa, Zidny dan yang lainnya.


"Lo serius nanti malem mau dateng ke sini?" tanya Kelvin kepada Altar.


"Ya terus kalau nggak ini tiket ginian buat apaan? mau Lo tuker sama sembako?" tanya Altar.


"Hahaha udah dateng aja lagian kan besok libur emangnya Lo mau kemana? besok? ngambil orderan?" tanya Mario.


"Iya si sebenernya besok gue ada rencana pagi-pagi gitu. tapi gak terlalu penting juga sih. jadi mau berangkat barengan? biar gue bawa mobil bokap." kata Kelvin.


"Lo mau jemput ke rumah gue?" tanya Mario.


"Enggak lah ****. Lo aja nyamperin ke jalan utama. jauh banget kalo harus gua yang ke rumah Lo" kata Kelvin.


"ketemu di depan aja" kata Altar.


"Oke. yaudah yok"


"Duluan aja, gua masih ada urusan." kata Altar.


"Apaan?" tanya Kelvin.


"Yaudah kita duluan Bro" kata Mario yang mengerti dan langsung menggusur punggung Kelvin dengan lengannya karena pusing dengan tingkah Kelvin yang tidak mengerti situasinya.


"kabar-kabar Lo awas aja kalau cuma gua sama si Mario yang dateng" Kata Kelvin yang pergi di bawa Mario.


Dan Altar hanya menganggukan kepalanya lalu tersenyum melihat tingkah Mario dan Kelvin lalu segera pergi menuju tempat yang sudah dia rencanakan untuk di tuju setelah pulang sekolah.


Altar pergi ke tempat untuk acara festival dan tidak ada siapapun disana dia mengangkat alisnya lalu segera pergi ke ruang latihan dan mendapati banyak orang-orang yang sedang berkumpul dengan Malvin, Bintang dan Neta yang berdiri di depan.


"Oh meeting" kata Altar dan duduk di bangku yang ada di depan ruang latihan band.


hampir 15 menit dan perlahan beberapa orang mulai keluar tapi orang yang Altar tunggu belum keluar juga.


"Woy lagi ngapain Lo" kata Bintang yang baru saja keluar.


"Lo ngomongin apa aja si Kak lama banget." kata Altar.


"Lah? apaan sih nih bocah haha. apaan emangnya? mau ada apa ke gue?"


"Gua gak mau apa-apa sama Lo. Gua mau ke anggota Lo"


"oohhhh" kata Bintang menganggukkan kepalanya lalu membuka pintu ruangan "Laisa ayo udah di tungguin nih" kata Bintang. Altar tersenyum dan Laisa juga beberapa orang yang masih di dalam kebingungan.


"Di tungguin? sama siapa kak?" tanya Laisa.


"Emang ada orang gila lain yang kamu kenal?" tanya Bintang.


"Oh oke. bilangin tunggu 3 menit lagi" kata Laisa yang setengah-setengah mengerti tentang apa yang di ucapkan Bintang.


"Oke" kata Bintang dan menutup kembali pintu. "udah denger kan?" Tanya Bintang.


"Udah sana balik Lo cepet balik Kak, bukannys nanti malem mau konser" kata Altar.


"Euuuh bukannya bilang makasih malah ngusir lagi" kata Bintang "Duluan gua" kata Bintang.

__ADS_1


"Yo i Thanks Kak" kata Altar tersenyum.


"Udah expired" kata Bintang dan pergi setelah tersenyum.


Di dalam semuanya sudah benar-benar selesai. Laisa segera bergegas untuk keluar.


"Lais?" kata Malvin.


"iya kak?"


"pulang sama siapa? mau bareng?"


"Emmh enggak kak makasih kayanya Zidny nungguin di luar" kata Laisa.


"Oh oke" kata Malvin "hati-hati nanti on time yah"


"Oke kak siap. duluan yah semua" kata Laisa dan semuanya mengangguk dan Laisa keluar di ikuti Neta yang sejak tadi penasaran dengan julukan orang gila dari Bintang.


"Altar" kata Laisa


"Akhirnya. ayo pulang" kata Altar.


"Eh duluan aja aku masih ada urusan." kata Laisa mencoba menolak.


"Apa? aku anterin. kamu mau beli kebutuhan buat nanti malem?"


"emmmh"


"Kalau itu cuma alesan buat gak pulang bareng sama aku, bisa nggk jangan dulu di pake sekarang?" tanya Altar dengan nada suara hangatnya.


"Terus mana si Zidny?"


"Mungkin nunggu di gerbang. maksudnya aku gak enak karena mungkin Zidny udah nunggu lama soalnya dia emang keluar duluan ada urusan buat kepentingan malem nanti jadi gak ikut meeting dan pasti udah selesai dari tadi. " Kata Laisa.


"Kalau Zidny gak ada di gerbang bareng aku" kata Altar.


"Yok" Kata Altar dan memberi jalan untuk Laisa berjalan lebih dulu.


Neta yang dari tadi ada di balik pintu pura-pura mengirim pesan di hpnya keluar dan melihat Altar yang berjalan di belakang Laisa.


"Argh!" Neta menghentakkan kakinya kesal.


Sesampainya di gerbang Laisa tidak menemukan Zidny dia juga berusaha menelponnya tapi tak kunjung di angkat.


"Nih" Altar menyodorkan helmnya tapi Laisa masih diam. "kalau Zidny marah aku yang tanggung jawab" kata Altar "Ayo makin sore ini" kata Altar dan Laisa segera memakai helmnya karena menang dia harus datang kembali ke sekolah satu jam sebelum acara di mulai.


tidak ada percakapan apapun di jalan Altar membawa motornya dengan kecepatan sedikit cepat karena dia juga sadar dengan jadwal Laisa.


"Makasih yah Al" kata Laisa menyodorkan helmnya.


"Jangan makan yang pedes, berminyak atau minum air dingin oke" kata Altar.


"Iya" jawab Laisa.


"Jam berapa mulai acara?"

__ADS_1


"Jam 7. satu jam sebelumnya aku udah disana." kata Laisa dan Altar melihat jam di tangannya.


"2 jam lebih lagi aku jemput"


"Eh gak usah."


"Kenapa? aku juga kan mau nonton"


"Ya tapi kan pas aku berangkat itu masih siang"


"Terus?"


"Ya....." Laisa jadi bingung. membuat Altar tersenyum.


"Udah cepet masuk, aku pulang, salam ke Bunda kamu sama Luna" Kata Altar dan Laisa hanya mengangguk.


"Hati-hati" kata Laisa dan Altar mengangguk lalu pergi dengan motornya.


"Please Laisa. kenapa kamu gak konsisten sama apa yang udah kamu rencanain. Argh apa ini" kata Laisa frustasi dengan rasa yang masih dia tolak keberadaannya.


🎆🎆🎆


"Hahahaha bener-bener ko bisa sih gede banget gitu."


"Di suntik kali"


"Servicenya bagus hahahaha"


Neta sudah mendengar tawa-tawa yang sudah tidak asing lagi di telinganya. itu adalah tawa-tawa dari sahabat kakaknya.


"Berisik banget tau enggak Lo pada. pada pulang sana" kata Neta setelah masuk ke dalam rumahnya lalu segera pergi ke kamarnya setelah melontarkan kata dengan ketuanya.


"Kenapa Adek Lo?" lagi PMS?" Rizki teman Anton.


"Entah. Jan terlalu heboh aja. kek nya emang mood nya lagi jelek aja. biar nanti gue tanya" kata Anton yang berusaha memahami suasananya.


"Oke. Eh btw malem nanti Band sekolah kita juga ikut festival itu kan?" tanya Rozak


"Yo i"


"Kita gak kesana gitu?" tanyanya lagi.


"Mau ngapain?" tanya Rizal yang dari tadi hanya diam sambil menyesap rokoknya.


"Bikin keributan lah hahahaha" seru Rizki.


"Kalau di tengah acara gua gak setuju soalnya itu acara Adek gue. Sisanya sih boleh-boleh aja." kata Anton.


"Btw si Altar ada nggak disana? kalau ada Lo kan bisa sekalian kan" saran Rizki.


"Oke. kita atur-atur sampai dapet info yang jelas." jawab Anton yang merasa mendapat ide yang bagus.


"setujuuuuuu" jawab semuanya dan tertawa.


🐰🐰🐰

__ADS_1


__ADS_2