Irama SMA

Irama SMA
Episode 34


__ADS_3

"Yaudah Bunda, Saya pamit pulang dulu. Nanti saya kesini lagi sekian jam 7" kata Altar.


"Iya. Hati-hati yah"


"Iya. Makasih yah Bun, udah di izinin." Kata Altar senang.


"Iya sama-sama." jawaban Ibu Laisa dan Altar segera pergi.


"Mau jalan ke mana sih Teh sebenernya?" tanya Yuna.


"Gak tau Bun."


"Surprise?"


"Surprise apaan si Bun? Ah Bunda mah ada-ada aja."


"Heheh. Oh iya, Bunda tadi ketemu sama Bintang."


"Oh yah? Dimana.?"


"Jadi tadi Bunda mampir supermarket kan buat beli buah. Nah dia juga ada di sana sama cewek."


"Oh yah?"


"Itu pacar nya yah?"


"Mungkin." jawab Laisa.


"Iya sih kayanya. Cuma kayanya lebih tua dari dia deh. Apa mungkin kakak nya?" tanya Yuni penasaran.


"Gak tau Bun, kenapa Bunda gak nanya aja sih tadi. Bunda lucu deh"


"Iya yah. Lagian kenapa juga Bunda harus penasaran."


"Nah itu tau."


"Hahaha Bunda jadi ngerasa seneng aja sama orang-orang yang deket sama kamu sekarang. Altar, Zidny, Bintang. Jadi kadang Bunda suka pengen tau juga latar belakang mereka. Bukan untuk menilai tapi kayak pengen kenal aja sama keluarganya sahabat anak Bunda." kata Yuni.


"Bunda pengen deh, ada makan malam gitu sama keluarga mereka. Atau kayak barbeque-an gitu di halaman, bareng-bareng."


"Ya ampun Bunda, Bunda seleranya udah kaya pemuda jaman sekarang deeeeh." kata Laisa.


"Ya maksudnya biar lebih akrab. Tapi kan ulang tahun kamu sebulan lagi. Bunda mau adain acara kecil-kecilan yah. Ya gitu, makan-makan aja di halaman gitu"


"Iya boleh aku nurut aja sama Bunda "


"Atau mau party?"


"Gak usah Bunda, Lais udah gede"


"Sweet 17 kali Neng gitu biar spesial"


"Aku udah ngerasa spesial dengan jadi anak Bunda dan udah hidup hampir 17 tahun ini" kata Laisa.


"Emmmm, Bunda jadi terharu." kata Yuna dan memeluk Laisa.


"Bunda jadi kayak ketularan Luna deh" kata Laisa tersenyum di pelukan ibunya.


🐰🐰🐰


Di tempat yang berbeda Altar baru selesai mandi dan suara pintu kamar yang di ketuk membuatnya menoleh ke arah pintu.


"Gue masuk yah" kata Bintang dan langsung masuk tanpa menunggu jawaban Altar.


"Gue belum jawab boleh apa enggak yah" kata Altar.

__ADS_1


"Aaaaah bodo amat" kata Bintang dan merebahkan dirinya di kasur lalu memperhatikan Altar yang sedang memilih baju.


"Lo mau kemana sih?"


"Malam mingguan dong gue"


"Gaya Lo"


"Gak percaya dia. Gue beneran mau jalan sama Laisa" Kata Altar dan Bintang bangun.


"Weeeh mantap dong" kata Bintang.


"Iya lah. Lo gak kemana-mana?" tanya Altar.


"Gak kayanya. Di rumah lagi ada si kembar." kata Bintang.


"Oh yah. Waaah gue udah lama banget gak ketemu Gom sama Gam. Kapan kak Binta sampe?" Tanya Altar.


Binta adalah nama Kakak perempuan Bintang yang sudah menikah dan memiliki dua putra kembar bernama Vigomi Winata alias Gom dan Rigami Winata alias Gam. Keluarga Kakak Bintang tinggal di Yogyakarta.


"Tadi jam 9nan katanya." kata Bintang.


"Pada sehat kan?" tanya Altar yang sekarang sedang memakai jel rambut di perhatikan Bintang dari tempat tidur.


"Sehat." Jawab Bintang "Lo mau berangkat sekarang?"


"Setengah jam-an lagi paling. Gue mau ketemu si kembar dulu" kata Altar.


"Mereka tidur. Makanya gue kesini" kata Bintang.


"Oooh Yaudah gue mau nyapa Kak Binta aja" kata Altar lagi sambil melihat ke arah kaca dengan tampilannya "Pas gak?" tanya Altar pada Bintang.


"Udah cocok" kata Bintang.


"Oke."


"Gue nanti mau makan. Masa makan dulu"


"Yakin Lo gak mau makan gudeg buatan Kak Binta"


"Makan deh Gue dikit" kata Altar yang memang suka.


"Euuuh bocah" kata Bintang dan bangun "Ayo"


"Oke" jawab Altar dan mengikuti Bintang intim pergi ke rumah Bintang yang ada di sebrang rumah Altar.


"Bi? Mau gudeg gak?" tanya Bintang pada pembantu Altar.


"Ada Non Binta?" tanyanya, yang sudah mengira memang ada Binta.


"Iya. Nanti saya anterin ke sini yah." Kata Bintang.


"Baik mas. Terimakasih." katanya. Mereka memang sudah dekat, seperti hal nya Altar. Itu karena pembantu Altar sudah bekerja dengan ayahnya cukup lama.


"Oke" jawab Bintang.


"Ke depan dulu yah Bi" kata Altar.


"Monggo Den" katanya dan keduanya pergi.


Bintang dan Altar segera masuk ke dalam dan menemukan si kembar yang sedang menyedot jus jeruk di gelas besar.


"Udah pada bangun lagi ternyata." Kata Bintang dan menutup pintu.


"Itu Jus Markisa bukan sih?" tanya Altar.

__ADS_1


"Om Altaaaaaarrrr" teriak mereka berdua dan berhamburan turun dari kursi menghampiri Altar uang yang sudah merentangkan tangannya dan membungkuk untuk memeluk keduanya.


Si kembar yang baru berusia 5 tahun dan baru masuk TK itu memeluk Altar. Mereka memang dekat seperti halnya dengan Bintang karena sejak kecil pun mereka sering bertemu.


"Waaaaah kalian udah bener-bener tinggi" kata Altar.


"Iya dong kan mimun susu peninggi badan punya Ayah. Tapi gak jadi sih, soalnya katahuan Bunda." Kata Gom polos.


"Cuma karena udah niat jadi ya tetep ada hasilnya." kata Gam menambahkan.


Walaupun umurnya baru lima tahun, si kembar itu terkenal dengan kepintaran nya dalam berbicara, dia meniru semua hal yang di katakan orang lain, dengan mencari tahu makananya lewat bertanya pada ibu mereka.


"Hahahaha untung gak jadi. Udah lama banget yah kita gak ketemu." kata Altar lagi.


"Iya. Bunda sama Ayah sibuk terus sih, jadi kita gak bisa kesini. Mau naik pesawat berdua doang, Gam nya gak berani. Mau minta jemput Om Bintang kata Bunda dia sekolah."


"Kenapa gak minta jemput Om?" Tanya Altar dan menggiring keduanya menuju kursi untuk duduk kembali, dengan Bintang yang hanya memperhatikan ketiganya.


Dua bulan sekali biasanya Gom dan Gam akan mengunjungi rumah Bintang. tapi sekarang sudah 5 bulan mereka tidak berkunjung.


"Kan sekolah juga. Emang Om berhenti sekolah?" tanya Gam.


"iya" kata Gom.


"Iya. Capek sekolah tuh. Jadi berhenti"


"Iya bener. Capek. Gam? apa kita harus berhenti juga?" tanya Gom pada adiknya.


"Heh heh heh jangan di tiru itu gak baik" Kata Binta yang muncul dengan satu toples makan ringan di tangannya.


"Elo yah. Waaaaah bener-bener toxic" kata Bintang yang sedari tadi hanya memperhatikan keduanya.


"Hahaha Kak Binta. Apa kabar?" tanya Altar menyapa Binta dengan pelukan singkat.


"Baik baik. Kamu baik-baik aja kan disini?" tanya Binta.


"Iya" jawab Altar. Binta dan Altar terpaut usia 5 tahun lebih tua Binta. Sedangkan Altar dan Bintang usianya sama hanya saja dulu Bintang lebih cepat masuk sekolah karena dia menginginkannya.


Lima tahun saat Altar dan Bintang masih duduk di kelas 1 dan 2 SMP Binta lulu SMA, setelah lulus SMA Binta di kirim ke Yogyakarta untuk kuliah di sana dan hanya satu semester Binta hamil si kembar sekarang di usia 3 bulan. Binta menikah dan 4 bulan kemudian lahir lah si kembar dalam keadaan prematur.


"Bun boleh gak berhenti sekolah kaya Om Altar?" tanya Gam.


"Baru juga satu semester." kata Binta.


"Tapi bun, sekolah tuh rasanya beraaaaat. Apalagi Raisa sekarang pindah. Kelas makin membosankan" kata Gom.


"Heh heh heh kenapa jadi ngomongin cewek. Raisa siapa Kak?" tanya Bintang kaget karena keponakannya membahas wanita.


"Itu temen sekelas nya yang cantik" kata Binta dan tertawa.


"Hahaha kalian suka sama dia?" tanya Bintang.


"Semua orang juga suka dia. Banyak saingan. Belum lagi Gam, kan aku kakak, jadi aku harus ngalah. Tapi ini berat" kata Gom.


"hahahaha" tawa Altar pecah mendengar ocehan Gom.


"Waaaaaaah. Gue aja jomblo woooy. Wah bener-bener, Kak Lo kasih makan apa sih nih bocah"


"Mereka pinter. Bukan salah gue" kata Binta.


"Cari aja yang lain lagi" kata Bintang.


"Raisa udah yang tercantik Om gak ada lagi" kata Gom.


"Hahahaha kenapa sih kaliaaaan" Altar mencubit pipi si kembar dengan gemas.

__ADS_1


🐰🐰🐰


__ADS_2