
Hari libut adalah salah satu hari yang di tunggu-tunggu oleh semua siswa yang masih sekolah. Mereka menunggu untuk memiliki waktu luang yang bisa mereka gunakan untuk bepergian, atau hanya sekedar bangun lebih siang atau bersantai.
Hari libur Laisa kali ini di isi dengan tetap pergi ke sekolah karena harus membereskan segalanya, bekas acara semalam. Pagi ini dia sudah jauh lebih baik dan setelah sarapan dia segera pamit kepada ibunya untuk pergi kembali ke sekolah.
"Hati-hati, abis selesai langsung pulang yah." kata Ibunya.
"Iya Bun." Jawab Laisa dan segera pergi keluar untuk berangkat.
Sampai di depan pagar dia mendapati sebuah mobil dengan satu orang laki-laki yang sedang berdiri di sampingnya.
"Kak Bintang" kata Laisa.
"Hai"
"Lho? ko Kak Bintang di sini. Ada masalah di sekolah?" tanya Laisa menutup pintu pagar rumahnya.
"Aku sengaja jemput kamu" kata Bintang dan Laisa diam "Aku masih penasaran apa yang sebenarnya terjadi tadi malem. Biar aku faham dan bisa ditindak lanjuti masalahnya" kata Bintang.
"Udah Kak, gak apa-apa ko. Mereka juga gak ngapa-ngapain aku." kata Laisa.
"Pokonya kamu harus ceritain kronologis nya. Ayo kita ngobrol di jalan sampai ke sekolah" kata Bintang membuka kan pintu mobilnya untuk Laisa.
"Oke oke." jawab Laisa.
Bintang sudah menjalankan mobilnya.
"Kak Bintang kenapa gak kabarin aku kalau ada di depan? Kak Bintang kan bisa masuk dulu tadi." kata Laisa.
"Gak apa-apa. Lagian tadi aku juga gak lama ko nunggu di depan. Aku juga baru aja sampe" kata Bintang.
"Lain kali tetep harus kasih kabar. Kan gak enak masa diem di luar. Atau masuk aja langsung ketuk pintu" kata Laisa.
"Iya gak aku ulang deh" kata Bintang tersenyum gemas. "Jadi semalem sebenarnya apa yang terjadi. Ceritain ke aku semuanya" kata Bintang.
"Oh, aku cuma mau ke toilet cuma karena toilet lantai bawah penuh, sedangkan aku udah kebelet banget, jadi ke toilet di lantai dua kan. Pas udah beres aku keluar tapi ada beberapa orang di depan toilet. Aku lupa pastinya, sekitar 4-5 orang gitu. Aku cuma berusaha buat lewatin mereka kan, karena aku pikir ya mungkin mereka mau ke toilet juga, tapi mereka mendekat terus bilang. 'oh ini pacarnya si pengecut itu' katanya. Aku gak ngerti dong maksudnya apa sedangkan aku sendiri udah ketakutan banget apalagi satu orang bilang 'kamu cantik juga' dan yang paling bikin aku takut salah satu dari mereka megang pundak aku dan bilang sesuatu tapi aku gak denger karena otak aku tiba-tiba blank dan aku gak inget apa-apa lagi. aku terlalu takut" penjelasan Laisa berakhir dengan tatapan lembut Bintang yang setengah marah padanya.
"Kamu tau itu siapa?"
"Aku gak tau. Tapi aku tau pasti sesuatu hal. Itu udah pasti musuh Altar dan saat Kak Bintang suruh jagain aku ke Zidny itu pasti Altar udah bilang ke Kak Bintang kan buat jagain aku?" tanya Laisa dan Bintang mengangguk.
"Aku pikir semuanya bakal baik-baik aja. Tapi nyatanya enggak. Aku mau minta maaf ke Altar udah gagal jagain kamu" kata Bintang
__ADS_1
"Gak apa-apa kak. Aku juga di tolongin Kak Bintang dengan tepat. Aku harap Kak Bintang gak cerita semua ini ke Altar. Dia pasti bikin sesuatu yang bisa bikin dirinya celaka. Aku gak mau itu semua terjadi." kata Laisa.
Bintang tertegun mendengar apa yang di katakan Laisa. dia benar-benar bisa tahu bahwa, Laisa jatuh cinta pada Altar, dan dengan Itu, Bintang kembali menyadarkan dirinya bahwa segala upaya yang dia lakukan untuk menjaga Laisa adalah karena rasa sayangnya pada Altar sebagai sahabat dan orang yang sudah tahu Altar dan menganggap Altar sebagai saudaranya.
"Iya aku gak akan bilang ke Altar. Tapi aku gak bisa jamin kalau dia sampe gak tau soal ini. Mungkin enggak buat hari ini, tapi hari-hari berikutnya? Aku rasa Altar akan tau" kata Bintang.
"Iya, aku juga mikirnya gitu" Keluh Laisa..
"Udah, gak usah khawatir. Kalau seandainya dia tau sesuatu, dia pasti bakal nanya aku. Dan biar kau yang bantu dia buat menstabilkan emosinya, buat bisa ngatasin masalah ini dengan kepala dingin." kata Bintang.
"Iya. Makasih yah Kak. Maaf ngerepotin" jawab Laisa.
"Iya santai aja" Kata Bintang dan tidak terasa keduanya sudah sampai di depan sekolah.
Bintang segera turun dan membukakan pintu untuk Laisa yang masih sibuk merapikan rambutnya..
"Udah. Udah rapi" kata Bintang.
"Oh, eh iya" kata Laisa yang baru sadar dia di buka kan pintu oleh Bintang.
"Yaudah langsung masuk aja ayo, yang lain pasti udah kumpul di Aula." kata Bintang dan Laisa mengangguk.
πππ
π©LaisaAyu
Kalau hampir selesai kabarin. Nanti aku jemput. gak butuh penolakan!
Altar segera bangun dan pergi ke kamar mandi untuk mandi. Setelah selesai dia mengenakan pakaiannya dan keluar kamar untuk memakan sarapan sekaligus makan siangnya yang harusnya dia lakukan 30 menit lagi agar benar-benar menjadi makan siang sungguhan.
"Bi, ajarin aku masak dong" kata Altar pada pembantunya.
"Masak? buat apa to den?" tanya Pembantunya.
"Buat masakin pacar lah nanti."
"Aden punya pacar?"
"Waaaaah apa tampang saya tampang orang-orang jomblo?" tanya Altar.
"Hahaha tentu saja tidak"
__ADS_1
"Jadi ajarkan aku masak yah Bi. besok aku mau ajak dia kesini dan makan malam dengan aku yang masak dan dia yang nonton. Waaaaah kayak di Drakor yang suka Bibi tonton gak?" tanya Altar sambil terus mengunyah makanannya.
"Bener. Itu Romantis banget. Waaaaah Bibi jamin pacar Aden pasti baper parah" katanya.
"Hahaha Bibi kebanyakan nonton Drakor" kata Altar dan pembantunya hanya tertawa kemudian berhenti saat seseorang datang.
"Selamat siang Tuan. Jika Tuan ingin makan malam saya akan..."
"Tidak usah Bi. Saya kesini cuma mau bertemu dia"
"Kenapa Yah? ada apa?"
"Malam nanti kamu harus ikut makan malam sama ayah"
"Makan malam apaan sih Yah? enggak ah gak mau. Mau ngapain? Makan malam sama siapa? Ayah gak tau nanti malem Minggu? Al mau pacaran gak mau ikut orang-orang tua" kata Altar santai.
"Kamu harus ikut Ayah. Ini hal penting." Lanjutnya.
"Oke tapi bilang dulu, acara apa? kita makan malam berdua aja gitu? hih serem" Kata Altar lagi sambil memasukan suapan terakhir sarapannya ke mulutnya lalu segera minum.
"Ayah mau kamu bertemu anak temen Ayah. Setelah lulus SMA Ayah mau kamu tunangan" katanya.
"Ukhu...Ukhuuu" Altar tersedak. "Waaah, apalagi ini. Yah? aku masih sekolah. Ayah mau jodohin aku gitu? Yah! aku punya pacar. Jangan ngadi-ngadi deh Yah. Aku gak mau ah" Kata Altar dan segera beranjak pergi ke kamarnya.
"Altar, Malam ini cuma ketemu aja. Ayah gak akan maksa kalau kamu emang gak suka. Tapi minimal kamu ngenal dia dulu"
"Bedanya apa?" tanya Altar dengan nada teriak dan masuk ke kamar nya.
"Auh S**t" Makinya lalu segera mengambil tas dan memasukkannya Handphonenya untuk pergi.
Ayah Altar yang masih duduk di meja makan melirik Altar yang pergi berjalan keluar.
"Malam Mingguan"
"Ini masih siang"
"Menuju malam mingguan" kata Altar lagi acuh dan pergi.
"Ayah kirim alamat restoran nya dan kamu harus datang."
"Terserah" jawab Altar pelan dan segera menjalankan mobilnya menuju tempat yang akan dia tuju.
__ADS_1
πππ