Irama SMA

Irama SMA
Episode 23


__ADS_3

pagi ini pagi-pagi sekali Laisa sudah ada di sekolah karena harus kembali berlatih dan menyempurnakan semua persiapan untuk festival yang akan di adakan jam tujuh malamnya.


"Pagi Lais, kamu udah sehat?" tanya Malvin yang menghampiri Laisa yang baru saja membuka pintu ruangan.


"pagi kak, iya aku udah sehat ko" jawab Laisa tersenyum dan keduanya berjalan menuju area latihan.


"syukurlah" jawab Malvin.


"Lais? kamu udah gakpapa?" tanya Bintang


"iya Kak udah gakpapa ko. oh iya, makasih kemarin udah ngaterin, aku sampe lupa bilang makasih"


"iya sama-sama santai aja" jawab Bintang.


"kamu yakin gakpapa buat acara nanti malem? maksudnya kalau kamu sekiranya masih ngerasa gak enak badan, gak sehat, mungkin minimal kita bisa kurangin atau kondisiin hal lain biar kamu lebih banyak istirahat?" kata Malvin.


"bener tuh" kata Bintang.


"Makasih kak Malvin kak Bintang. tapi gakpapa ko aku bener-bener udah ngerasa baik-baik aja sehat-sehat aja dan siap untuk latihan sekarang dan penampilan malem nanti. asli saya serius dua rius malahan" jawab Laisa dengan senyumannya yang sumeringah agar kedua kakak kelasnya itu percaya bahwa dia baik-baik saja.


"yaudah kalau gitu" jawab Malvin dengan senyumannya begitupun dengan Bintang yang juga ikut tersenyum.


semua grup band yang terbagi jadi 4 kelompok mulai berlatih dengan sungguh-sungguh untuk penampilannya nanti malam.


Di kelas Altar yang sejak tadi hanya bermain game. jam pelajaran pertama dan kedua kosong, hanya ada tugas. lama-lama menjadi bosan dengan sendirinya.


"ini guru pada kemana sih, enak bener pada makan gaji buta" cerocos Altar yang menyimpan handphonenya.


"bacot Lo." kata Kelvin dari belakang dan tidak di hiraukan Altar.


"Si Zidny kemana?" tanya Altar pada Sinta yang sedang membaca buku puisi untuk hafalan tugas bahasa Indonesia.


"Prepare segala hal buat malem nantilah, festival band itu." jawab Sinta.


"Emang dimana sih acaranya?" tanya Altar.


"Di lapangan indoor di atas" kata Sinta.


"Oooh, emang acaranya jadi?" tanya Altar.


"Emang Lo denger gosip acaranya batal? serius Lo Al?" tanya Sinta yang sekarang malah penasaran.


"Gue nanya Sinta, kenapa malah nanya balik? banyak lagi" kata Altar.


"Serius Altar Lo bener-bener denger acaranya bakal batal gitu? dari siapa? kenapa emang nya katanya? ko bisa sih batal" kata Sinta dan itu membuat Altar frustasi.


"Aduh cosinus Lo aduh nanti Lo tanya Zidny aja biar jelas" kata Altar dan pergi.


"Woy, mau kemana?" tanya Mario.

__ADS_1


"Toilet."


"Ngapain?" tanya Kelvin.


"Melawan penjajah" jawab Altar dan pergi keluar meninggalkan orang-orang di kelas yang tersenyum mendengar percakapan itu.


"Hahaha uring-uringan terus Lo kaya kincir angin" kata Kelvin.


Altar berjalan menuju lantai dua tempat lapangan indoor berada. Setalah sampai dia melihat dari jarak yang agak jauh, banyak sekali orang-orang yang sedang sibuk mempersiapkan segalanya. panitia pelaksana yang terdiri dari anggota Band dan sebagian pengurus Osis.


"Laisa mana sih" katanya berbicara sendiri dan tak lama dia melihat wanita yang dia cari berjalan bersama dua laki-laki tampan. Laisa berjalan naik ke atas panggung dengan di apit dua laki-laki tampan yang tak lain adalah Bintang dan Malvin.


"Kenapa harus Laisa dan kenapa gue jadi gini" ucap Altar tidak jelas tapi dia masih mematung di tempatnya.


"Kak Bintang, rincian acaranya di siapa?" tanya Laisa pada Bintang.


"Di Neta deh kayanya, coba ke Neta atau nanti gue ambilin" kata Bintang.


"Emh enggak apa-apa Kak, Aku liat aja langsung ke Kak Neta." Kata Laisa.


"Gak perlu Lais. biar gue chat Neta buat kirim ke grup lagian semuanya emang harus tahu jadwal" kata Malvin dan Bintang mengangguk setuju.


"Oh oke deh" kata Lais.


Dari jauh Altar terus memperhatikan Laisa. memperhatikan setiap gerak gerik Laisa yang ikut membereskan alat musik kemudian ikut mengecek sound dengan kata-kata "Tes sound, Tes sound" di ikuti senyum Malvin yang di perhatikan Bintang. Bintang melihat kedepan dan menemukan Altar yang menatap ke arah Laisa dan Malvin.


"Laisa nih" kata Bintang menyodorkan air mineral nya.


"Makasih kak" jawab Laisa dan meneguknya setelah melihat Bintang mengangguk.


"Udah liat list jadwal acaranya?" tanya Bintang.


"Udah, tim kita pembuka yah?" tanya Laisa.


"iya. enggak apa-apa kan?" tanya Bintang sebagai gitaris sekaligus vokalis untuk tim utama dengan vokalis wanitanya Laisa.


"iya enggak apa-apa sih" jawab Laisa.


"Jangan jadi beban. santai aja. kek pas latihan aja." kata Bintang yang sesekali melihat keberadaan Altar yang ternyata masih mematung di tempatnya.


"Iya kak." jawab Laisa.


Altar yang melihat tapi tidak bisa mendengar hanya diam dengan ekspresi datarnya.


"Kenapa lapar bisa dua kali lipat lebih lapar karena diam disini. si Zidny mana lagi" gerutunya dan balik badan untuk pergi.


"Woy" teriak seorang wanita yang tak lain adalah Zidny yang sekarang berjalan menghampiri Altar.


"Ngapain Lo disini? pantesan gue barusan ke kelas tinggal ada 2 cunguk nya." kata Zidny.

__ADS_1


"Nanya lagi. Lo gak tau gue yang punya kawasan?" tanya Altar.


"Baaaaacooottt" kata Zidny.


"Abis ngapain Lo dari kelas?"


"Bagiin tiket buat nanti malem buat yang mau nonton" kata Zidny.


"Beli apa gratis?"


"Beli lah ceban. Enak aja gratis." kata Zidny. "Nih" lanjut Zidny menyodorkan tiket untuk Altar.


"Gak usah, gue gak akan nonton juga. males".


"Oh gitu. yaudah gue kasih lagi aja ini ke Laisa" kata Zidny.


"Maksud Lo?"


"Iya ini kan dari Laisa, Laisa yang beliin buat Lo. tapi berhubung Lo gak akan dateng yaudah gue balikin lagi aja" kata Zidny.


"Enggak, Enggak, gue mau dateng ko" kata Altar langsung merebut tiketnya dari tangan Zidny.


"Laga Lo cunguk. yaudah gue mau lanjut kerja lagi Lo balik kelas terus bujuk tuh dua temen cunguk Lo buat nonton juga soalnya tadi gue tawarin mereka kaga mau" kata Zidny dan Altar hanya mengangguk dengan ekspresi menyebalkannya dan Zidny berlalu.


Altar segera kembali ke kelas dengan perasaan senang yang sama sekali tidak dia sadari.


"Weeeh gimana Bro? kapan merdeka? penjajah itu udah Lo lawan semua di toilet?" tanya Mario dan Kelvin hanya tertawa.


"Berisik." kata Altar dan mengeluarkan tiket dari saku celananya dan di masukan ke dalam tasnya.


"Bentar? Lo beli tiket buat Festival band nanti malem?" tanya Kelvin heran.


"hah? serius? sejak kapan Lo ikut berpartisipasi dalam acara sekolah selain main futsal?" Tanya Mario.


"Gak usah banyak bacot cepet Lu berdua beli juga tiketnya ke si Zidny" kata Altar.


"Lu yakin Tar?" tanya Kelvin memastikan.


"Yakin lah, gue mikirnya yaaa dari pada gabut juga di rumah sekalian nyari cewek aja kan yang nonton bukan cuma orang-orang di sekolah ini aja" kata Altar.


"waaaah hahahaha oke oke kalau itu alasannya gue ikut deh nanti gue minta tu tiket ke si Zidny. " kata Mario.


"Ya gue bisa apa. gue juga tertarik kalau nyangkutnya hal kek gitu lumayan kan" kata Kelvin.


"Bagooooos" kata Altar dan Mario hanya tersenyum sambil memahami situasi nya dan tidak menutup kenyataan bahwa alasan Altar yang sebenarnya adalah Laisa.


"Altar Altar" kata Mario.


🎆🎆🎆

__ADS_1


__ADS_2