Irama SMA

Irama SMA
Episode 17


__ADS_3

Altar sampai disebuah warung yang tak jauh dari sekolahnya setelah sebelumnya dia memanjat pagar tinggi belakang sekolahnya untuk keluar.


Sudah ada segerombolan anak-anak yang sama-sama berseragam putih abu-abu juga disana, kurang lebih ada 3 motor yang diisi masing-masing oleh 2 orang.


Altar berjalan dengan wajah datar diikuti Mario dibelakang.


"Weeeh jenderalnya udah dateng nih, gesit juga nih kalau denger anak buahnya keok" kata seorang laki-laki.


"Mang Rohman apa kabar?" Tanya Altar kepada laki-laki tua yang merupakan pemilik warung itu, tanpa membalas kata-kata yang di lontarkan laki-laki itu kepadanya.


"Baik, mamang baik" jawabnya.


"Syukur deh mang, pokonya jangan lupa nafas deh mang, nanti saya pesen kopi yah mang" kata Altar.


"Boleh" jawab laki-laki tua yang Altar panggil mang Rohman.


Laki-laki yang sedari tadi diam menatap Altar sekarang tersenyum sengit. Sedangkan Mario hanya ikut duduk disamping Altar.


"Oke, jadi maksud Lo Lo pada keroyok sahabat gue apa?" Tanya Altar. Sahabat yang Altar maksud adalah Kelvin yang sekarang sudah Mario bawa ke klinik.


"Ya karena dia sahabat Lo" jawab laki-laki yang dari tadi hanya tersenyum menyeringai.


"Udah kalo Lo berani Lo duel dong sama Anton, berani gak Lo? Cemen Lo, masa gak berani" kata seorang laki-laki lain yang berada disamping laki-laki yang dari tadi menyeringai dan dia bernama Anton.


"Oh-hooo, jadi Lo lakuin itu cuma buat mancing gue aja? Sorry *****, gue gak mau tangan gue kotor cuma gara-gara masalah yang sama dan gak bermutu" jawab Altar membuat laki-laki yang bernama Anton itu berubah mimik mukanya dan berjalan berhadapan dengan Altar dan satu pukulan mendarat dipipi Altar sampai Altar tersungkur dan ujung bibirnya mengeluarkan darah.


"Kenapa? Lo gak berani sama gue? Hah? Lo harus tanggung jawab atas apa yang udah Lo lakuin ke adek gue!" Bentak Anton.


"Anjing, Lo santai dong, harus berapa kali gue bilang, ade Lo tuh bohong, gue gak pernah nyentuh dia sedikit pun, kalaupun ada yang nyentuh dia itu bukan salah cowoknya, itu salah ade Lo sendiri yang kegatelan. Dan hasrunya Lo tanya sahabat-sahabat yang sama kaya Lo itu, tanya mereka, siapa yang udah sentuh adek Lo itu.  Jawab Altar dan menarik kerah baju Anton.


"Heh jaga yah omongan Lo" teriak teman yang bersama dengan Anton.


"Adek gue gak mungkin bohong. Lo gak usah so suci. Mau gimanapun Lo tetep berandalan, Lo juga laki-laki normal. Dan Lo gak usah lempar batu sembunyi tangan. Gue tau semuanya."  Kata Anton yang sekarang ikut menarik kerah Altar.


"Iya gue laki-laki normal. Tapi bukan cuma gue yang brandalan, tapi adek Lo, harus berapa kali gue bilang, gue gak ngapa-ngapain adek Lo malem itu. Lagian Lo mau gue tanggung jawab apaan? Dia hamil? Nggk kan? Kenapa harus panik si? Pelacur harusnya santai aja. Toh kalaupun gue ngelakuin itu dan dia hamil gue gak yakin itu benih gue." Jawab Altar dengan lancang dan nada bicara yang santai membuat Anton kembali melayangkan pukulannya tapi Altar segera menghindar dan Altar melayangkan pukulannya kepada Anton sampai dia tersungkur.


Kelima temannya membangunkan Anton dengan segera.


"Udahlah gue lagi males brantem, apalagi lawan Lo yang lemes gitu. Males ah" kata Altar membuat Anton semakin naik darah tapi segera ditahan oleh kelima temannya dan memutuskan untuk segera pergi.


"Urusan kita belum selesai" kata Anton lalu menaiki motornya.


"Ya emang gak pernah selesai kan" jawab Altar santai. Dan semuanya pergi menyisakan Altar dan Mario.

__ADS_1


"Lo gakpp?" Tanya Mario


"Gakpp" jawab Altar.


"Mang minta air" kata Altar dan laki-laki yang bernama rohman itu keluar dengan segelas air putih.


"Menurut mamang mah udah lah gak usah ngeladenin lagi si Anton, cuma bikin cape aja" kata Rohman.


"Sayang mang, saya masih muda jadi gak bisa berpikir kaya mamang gitu. Mamang tau kan lagu Roma irama yang darah muda?" Tanya Altar sambil meneguk habis airnya. Rohman mengangguk "nah itu lagi ada dijiwa saya mang, lagi fasenya" jawab Altar santai.


"Yasudahlah yang penting mah kudu hati-hati. Itu air nya mau lagi?" Tanya Rohman.


"Nggk mang gak usah kembung, eh itu harus saya bayar nggk?" Tanya Altar.


"Udah nggak usah, cuma air doang" jawab Rohaman.


"Yaudah nuhun mang. Saya permisi dulu mau ke klinik jenguk temen" kata Altar. (Nuhun\=terimakasih)


"Iya" jawab Rohman.


"Mang pergi dulu" kata Mario dan Rohman mengangguk.


🍀🍀🍀


"Kantin kuy" kata Sinta.


"Yuk ah" jawab Zidny. Laisa tidak menjawab dia hanya sibuk melamun menanyakan kepada dirinya sendiri kemana Altar.


"Laisa ayo ke kantin" ajak Sinta.


"Emmh ayo" kata Laisa dan ketiganya ke kantin untuk makan.


Laisa memesan bakso dengan kuah bening kesukaannya dan Zidny juga Sinta memesan pesannya masing-masing. Ketiganya asik mengobrolkan beberapa hal walaupun sesekali Laisa tidak fokus karena masih mempertanyakan keberadaan Altar.


Ditengah-tengah obrolan, satu laki-laki tampan datang dan menyapa ketiganya. Itu Malvin kakak kelas ketiganya yang sekaligus ketua ekskul musik laki-laki.


"Boleh duduk?" Tanya Malvin setelah menyapa.


"Oh boleh" jawab Laisa.


"Kak mau makan? Aku pesenin deh" kata Zidny.


"Nggk gkpp ko, saya kesini mau ketemu Laisa." Katanya.

__ADS_1


"Oh ada apa kak?" Tanya Laisa.


"Laisa hari ini harus tetep latihan bareng grup kamu, terus besok kan rencananya sekolah akan diliburkan karena ada rapat orang tua..."


"Oh yah? Besok sekolah libur? Ih ko gue seneng" oceh Sinta memotong penjelasan Malvin.


"Nyet Lo yah, orang lagi ngomong juga malah dipotong" ketus Zidny setengah berbisik.


"Oh sorry kak" kata Sinta kepada Malvin.


"Sorry kak, dia emang gak gitu" kata Zidny.


"Oh iya gakpp santai aja. Iya jadi gitu Laisa besok ada rapat orang tua wali murid buat study tour kelas XI itu. Jadi walaupun libur kamu harus tetep kesini gakpp kan? Kira-kira kamu ada acara lain gak?" Tanya Malvin.


"Oh iya gakpp ko kak, gak ada acara lain juga ko. aku pasti kesini." Jawab Laisa.


"Oh syukur deh kalau gitu. Yaudah Laisa Zidny saya duluan yah" pamit Malvin dan keduanya mengangguk mengiyakan sedangkan Sinta acuh saja.


"Menurut Lo kenapa dia sampe harus nemuin Lo kalau cuma ngasih tau hal kek gitu?" Tanya Zidny.


"Apaan?" Tanya Laisa.


"Kayanya dia suka sama Lo deh Sa" kata Zidny.


"Ngaco deh. Atas dasar apa Lo nyimpulin hal kek gitu." Kata Laisa yang sempat dibuat diam dengan pernyataan Zidny.


"Ya Lo bisa liat sendiri kan, kalau cuma ngasih tau kek gitu mah bisa di grup chat atau chat pribadi juga bisa, gak perlu ketemu." Kata Zidny.


"So tau Lo, ya suka-suka kak Malvin lah" kata Sinta yang tiba-tiba angkat bicara.


"Tapi ini beda nyet, kak Malvin tuh kaya yang lagi usaha buat deketin Laisa dengan alesan musik latihan dan...."


"Haduh Zidny udah deh, sekarang Lo makan makanan Lo terus kita balik ke kelas, ini udah mau masuk lagi. Udah, gak usah ngaco gitu." Kata Laisa.


"Yoweslah" kata Zidny dan melanjutkan makannya. Sedari tadi wanita yang duduk ditemani dua temannya terus memperhatikan Laisa dengan wajah tidak suka. Itu Neta, sedari tadi dia memperhatikan Laisa dan kedua sahabatnya itu dengan tidak suka.


Setelah semuanya selesai ketiganya kembali kelas dan dengan heboh semuanya jingkrak karena guru matematika tidak ada bahkan tidak ada tugas apapun.


"Kebahagiaan yang haqiqi" kata Zidny.


"Gue udah kerjain tugas malah gak ada" cibir Sinta dan Lais hanya ikut senang saja karena bagaimanapun tetap saja matematika itu satu hal yang menyeramkan menurut Laisa.


Seperti biasa, saat guru tidak masuk kelas semuanya akan bertindak seenak jidatnya. Ada yang sekedar ngerumpi seperti Laisa Zidny juga Sinta. Ada yang nyanyi tidak jelas seperti Selvi, ada yang hanya diam seperti Mia, ada yang sengaja pergi ke kantin, dan yang lebih parah siswa laki-laki berkerumun didepan satu handphone melihat video aneh-aneh.

__ADS_1


🍀🍀🍀


__ADS_2