
Pagi itu akhirnya kedua orang itu pergi bersama kakek Harold berlayar ke lautan luas, Viorella yang baru pertama kali melakukan hal itu tentu saja Wanita itu benar-benar sangat bahagia.
"Ternyata hidup itu menyenangkan ya kek." ucap Viorella yang berada di kapal milik Kakek Harold.
"Tentu saja hidup itu menyenangkan, jika tidak menyenangkan kakek tidak akan pernah mau hidup." jawab si Kakek sembari tersenyum menatap Viorella.
Hamparan lautan yang begitu luas, Viorella nampak menatap air yang bergelombang.
"Kira-kira di tempat ini ada ikan apa aja kek?" tanya Viorella yang begitu penasaran.
"Ada banyak, Memangnya kamu bisa memancing?" tanya kakek kepada Viorella.
"Tentu saja bisa, Apakah kakek punya alat pancing? Aku mau memancing dan mendapatkan ikan yang banyak." jawab Viorella.
Erick yang mendengar perkataan Viorella nampak pria itu mengejek viorella dengan kata-kata yang begitu lucu.
"Mana mungkin kamu bisa memancing, kalau kamu memancing nanti kuku lentik di jari jemarimu itu akan patah semua." ejek Erick.
"Ye Siapa yang jari kukuku lentik, kukuku ini pendek-pendek lagian aku tidak suka memanjangkan kuku. kalau aku punya musuh bebuyutan seperti wanita tidak tahu diri itu di sampingku.., Mungkin aku akan memanjangkan kukuku buat mencakar wajahnya itu." jawab Viorella.
"Memangnya adikmu itu sangat menyebalkan ya?" tanya Erick yang memancing Amara Viorella.
"Kenapa harus tanya sih? hari cerah secara ini kamu membuat hatiku langsung didatangi mendung yang sangat gelap." ucap Viorella sambil menunjuk wajah suaminya tersebut.
"Semenyebalkan apa?" tanya Erik yang malah bertanya seperti itu.
"Kalau menyebalkan ya menyebalkan, tidak usah tanya yang lainnya. kamu ini membuat hariku jadi semakin tidak menyenangkan saja." Viorella yang kemudian menjauh dari Erick.
"Sudah tidak usah membicarakan orang yang tidak usah kita bicarakan, lebih baik kita memancing. kakek mempunyai dua alat pancing satu kamu satu kakek, Bagaimana?" tanya kakek yang membuat Viorella langsung menganggukkan kepalanya.
Dengan segera Viorella meminta umpan kepada kakek Harold kemudian duduk dengan manis. sekitar beberapa menit kemudian kakek mendapatkan ikan namun Viorella belum mendapatkan apapun.
"Aku kan sudah bilang, kalau tidak bisa memancing nggak usah banyak gaya." Erick yang terus mengejek istrinya.
__ADS_1
"Bisa diam nggak sih? kalau kamu cerewet terus seperti itu mulutmu itu akan kujadikan umpan biar ikan hiu yang datang." jawab Viorella yang membuat kakek Harold malah tersenyum menatap cucunya tersebut.
"Lebih baik diam Erik, daripada mulutmu itu dijadikan umpan. kalau kakek sih tidak mau masak kakek yang tampan seperti ini dijadikan umpan buat ikan hiu sih.." kakek Harold yang malah mengejek Erick.
"Kakek ini bukannya membantu aku malah membantu wanita ini, dia ini wanita aneh kek Kok malah dibantu sih?" tanya Erick.
"Memangnya kenapa tidak kakek bantu, dia ini kan cucu kesayangan kakek. benar kan?" tanya kakek kepada Viorella hingga membuat Viorella mengangguk dengan begitu keras.
"Nanti kalau dapat ikan yang banyak aku akan memasak sesuatu untuk kakek, aku tidak akan mau memasak untuk pria alien itu." jawab Viorella.
Sekitar 5 menit kemudian Viorella mendapatkan ikan yang lumayan besar, wanita itu bersorak begitu keras kemudian menjulurkan lidahnya menatap Erick.
"Itu hanya keberuntungan, aku juga bisa." ejek Erick yang kemudian meminta kakeknya untuk menyerahkan alat pancing.
"Memangnya kamu mau memancing, Erick?" tanya kakek kepada cucunya.
"Tentu saja, kalau aku meminta alat pancing Tentu saja aku mau memancing kek. masa aku mau menggaruk punggungku dengan alat pancing sih." jawab Erick yang membuat pria tua itu sedikit tersenyum.
"Ya sudah terserah, silakan kalau kamu mau mancing." jawab kakek Harold yang kemudian duduk di belakang dua orang yang sedang saling mengejek tersebut.
"Terserah, silakan kalau bisa." Viorella yang membalas perkataan Erick.
Beberapa detik kemudian Viorella mendapatkan ikan kembali sedangkan Erick dia tidak mendapatkan satu ikan pun. waktu mulai berjalan hingga 1 jam kemudian Erik mendapatkan satu ikan sedangkan Viorella sudah mendapatkan sekitar 10 ikan.
"Makanya jadi orang jangan sombong, Masak aku mendapatkan 10 kamu mendapatkan satu. itu namanya gengsinya terlalu besar, jadi orang jangan banyak ngomong gak ada kenyataannya." cibir Viorella yang kemudian membawa ikan itu ke dek bawah. dia akan memasak dengan beberapa bahan yang ada di sana.
"Biar koki yang memasak, Viorella." ucap kakek.
"Tidak usah kek, aku mau memasak sendiri aku mau memperlihatkan kepada kakek Bagaimana rasakan masakanku." jawab Viorella.
Erick benar-benar kesal karena dirinya di ajak oleh istrinya itu, niat hati ingin mengejek Viorella malah dirinya sendiri yang kena batunya.
"Kenapa wajahmu masam seperti itu, Erick?" tanya kakek kepada cucunya.
__ADS_1
"Dia hanya beruntung saja karena bisa mendapatkan ikan sebanyak itu." Erick yang mulai kesal.
"Kenapa kamu kesal seperti itu? Bukankah memang kamu dari dulu tidak bisa memancing?" tanya kakek yang membuat Erick memalingkan wajahnya.
"Kakek ini bukannya membuatku senang malah membuatku kesal." Erick yang kemudian meletakkan alat pancingnya.
"Viorella adalah wanita yang sangat hebat, Erick. Dia adalah wanita sempurna sebagai seorang istri, memang tingkahnya sedikit liar tapi dia adalah wanita yang memiliki kecerdasan bagus dan kepribadian yang bagus. akan sangat bodoh Jika kamu melepaskan wanita itu dengan sangat mudah." kakek Harold yang benar-benar menasehati cucunya itu agar tidak membuat kesalahan.
Erik yang mendapatkan nasehat seperti itu seketika dia terkejut.
"Apakah mungkin kakek tahu mengenai apa yang sudah aku lakukan? kalau kakek tahu itu pantas saja. Dia kan mempunyai anak buah begitu banyak." guman Erick dalam hati.
"Kamu tidak usah terkejut seperti itu, Kamu kira aku tidak tahu kalau kalian berdua sudah melakukan sebuah kecurangan. aku bukanlah pria bodoh yang akan kalian bohongi, kakekmu ini adalah pria hebat aku sudah besar bersama orang-orang yang mempunyai kehidupan keras. Aku adalah pria yang memiliki begitu banyak teman penjahat, Kalau dirimu tidak akan mungkin bisa membohongi kakek. karena itu pikirkan apa yang kakek katakan, jika kamu melakukan kesalahan yang tidak bisa dikembalikan kamu akan menyesal seumur hidupmu." ucap kakek Harold yang kemudian pergi ke dek bawah untuk melihat Viorella. kata-kata yang diucapkan oleh kakek Harold membuat Erick berpikir begitu dalam.
Ketika bersama Viorella dia memiliki perasaan yang begitu aneh, mengenal wanita itu selama 6 bulan membuat Dia merasakan sesuatu. terasa ada perasaan yang begitu asing ketika dia berdekatan dengan Viorella. hatinya berdebar begitu kencang, begitu berbeda ketika dia didekati banyak wanita. Erick menghembuskan nafasnya perlahan, menatap lautan lepas dan kicauan burung camar yang sedang berterbangan.
"Mungkin apa yang dikatakan kakek itu benar, Mungkin aku tidak akan melepas bisa melepas wanita itu suatu saat nanti." ucap Erick sembari menatap lautan lepas.
** Bersambung **
Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatanmu
- Isteri simpanan bos kejam
- Gairah cinta isteri muda
- One night stand with mister William
- Mantra cinta gadis pemikat
__ADS_1
- Gairah terlarang
- Isteri bayaran tuan Presdir