
Setelah selesai dari perusahaan, Erick dan Viorella kembali ke tempat mereka.
"Aku haus." ucap Erick.
"Memangnya aku ini pembantumu." jawab Viorella.
"Kan ku isteriku." ucap Erick.
"Ya, isteri bayaran." jawab Viorella.
"Kamu masih marah ya?" tanya Erick.
"Idih.., ngapain juga aku harus marah." jawab Viorella.
"Tuh.., bibirnya panjang banget." Erick yang menunjuk bibir Viorella.
"Dasar pria alien!" bentak Viorella.
"Nyonya." panggil salah satu pelayan.
"Iya, ada apa?" tanya Viorella.
"Nyonya, tadi ada seorang pria yang mengantarkan ini." jawab pembantu.
"Untuk siapa?" tanya Viorella yang kebingungan.
"Katanya untuk nyonya." jawab pembantu.
"Untukku?" tanya Viorella yang masih kebingungan.
"Iya, nyonya." jawab pembantumu yang kemudian pergi.
"Apaan." ucap Viorella.
"Ad apa?" tanya Erick yang melihat Viorella membawa sebuah paket dari salah satu pembantu.
"Gak tau, katanya ada kiriman untukku." jawab Viorella.
"Apakah tidak salah kirim?" tanya Erick.
"Katanya untuk nyonya Viorella." jawab Viorella.
Sesaat kemudian Viorella membuka paket itu.
"Isinya apaan?" tanya Erick.
"Ya gak tau, belum di buka." jawab Viorella.
beberapa detik kemudian sebuah kotak bludru berwarna biru gelap, menampakkan wujudnya.
__ADS_1
"Seperti kotak perhiasan." ucap Erick.
"Tapi aku tak membeli perhiasan." jawab Viorella.
"Tapi isinya apa, coba kamu buka." Viorella yang kemudian membuka kotak itu.
"Wahhhhh...," Viorella yang mulutnya menyanggah ketika melihat kalung bertahtakan berlian.
"Ini milik siapa?" tanya Erick yang kemudian membaca pesan yang ada di kertas di dalam kotak perhiasan itu.
"Mana aku baca, mungkin salah alamat." pinta Viorella.
"Semoga kamu menyukai hadiah kecilku ini, Romy." Erick yang membaca tulisan yang ada di kertas itu.
"Apa, tuan Romy memberikan aku hadiah ini?" Viorella yang kemudian menelpon Romy.
beberapa detik kemudian
Tatapan mata yang begitu tidak menyenangkan di perlihatkan oleh Erick, terlihat pria itu benar-benar sangat kesal saat isteri bayarannya itu mendapatkan hadiah mewah dari seseorang.
"Tuh kan.., walaupun kamu tidak memberi aku kalung semewah ini.., tapi ada juga yang memberi aku barang yang mahal." sindir Viorella yang kemudian pergi meninggalkan Erick.
"Apa-apaan wanita itu, dia mengejek aku?" Erick yang kesal karena Viorella mendapatkan hadiah mahal dari seorang pria.
"Peter!! Peter!!!" seru Erick dengan suara yang begitu keras hingga membuat seluruh pekerja yang ada di rumah itu langsung berlari menuju Erick.
"Iya, tuan?" tanya para pekerja.
"Aduh..., ni orang kenapa?" guman Peter dalam hati saat melihat wajah Bosnya begitu kesal.
"Ada apa bos?" tanya Peter.
"Kamu ikut aku ke belakang!" bentak Erick.
"Aduh..., sekarang apa salahku? kelihatannya pria ini sangat marah." guman Peter dalam hati yang sangat kebingungan.
Ketika Erick berada di taman belakang rumah, terlihat pria itu mengacak-acak rambutnya dengan sangat frustasi.
"Ada apa bos?" tanya Peter.
"Beraninya.., beraninya wanita itu menerima hadiah dari seorang pria." jawab kesal Erick.
"Hadiah? hadiah dari Siapa bos?" tanya Peter.
"Hadiah dari seorang pria." jawab Erick.
"Maksudnya siapa yang mendapatkan hadiah, Bos?" tanya Peter yang kebingungan.
Mendengar pertanyaan seperti itu tentu saja Erick sangat kesal, maksud hati ingin mengeluarkan segala kepenatan hati malah yang di ajak curhat kebingungan.
__ADS_1
"Dari tadi kamu itu dengar gak sih?!" bentak Erick.
"Ya dengar bos, tapi bis tidak bilang siapa yang mendapatkan hadiah, jadi saya bingung untuk mencernanya." jawab Peter.
Akhirnya Erick mulai curhat sama bawahannya itu, terlihat pria itu benar-benar sangat kesal saat melihat Viorella begitu bahagia ketika mendapatkan kalung berlian.
"Seperti itu." ucap Erick.
"Ooo..., ternyata masalahnya itu cemburunya kumat lagi." guman Peter dalam hati.
"Kami ini di ajak bicara kok diam saja, katakan sesuatu." kesal Erick.
"Gimana lagi, bos. tentu saja Viorella sangat bahagia, tadi kan dia bilang kalau bos memberi dua perhiasan biasa karena kalian cuma pura-pura menikah." jawab Peter.
"Ya tidak boleh seperti itu juga kali, aku kan sudah memberikan dia perhiasan. Masa dia mau meminta sesuatu lagi." ucap Erick.
"Pantas saja Bos, Bos itu kan mempunyai perusahaan berlian Bos itu orang kaya. tapi waktu menikahi wanita kok dikasih perhiasan biasa, apalagi Bos tadi juga sudah mengatakan mengenai harga beberapa perhiasan yang hilang itu, tentu saja wanita itu murka, Bos." jawab Peter.
"Apakah kamu mempunyai solusi lain?" tanya Erick.
"Tentu saja tidak, Bos. Bos tahu sendiri kan aku ini juga masih lajang jadi aku tidak tahu caranya untuk membuat wanita tidak marah." jawab Peter.
"Kamu ini tidak berguna sama sekali." ucap Erik yang kemudian mengambil ponselnya.
"Coba Bos telepon jos, kemungkinan jos mempunyai solusi lain. karena bos tahu sendiri kan kalau wanita itu adalah sepupunya." ucap Peter yang membuat Erick langsung menelpon Jos.
Sedangkan Jos yang sedang bersama dengan kekasihnya itu pun nampak dia terkejut karena tiba-tiba Erick meneleponnya.
"Iya ada apa, Tuan?" tanya Jos.
"Kamu sedang sama siapa?" tanya Erick yang membuat Jos menatap kekasihnya.
"Sama kekasih saya, tuan." jawab Jos.
** Bersambung **
Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatanmu
- Isteri simpanan bos kejam
- Gairah cinta isteri muda
- One night stand with mister William
- Mantra cinta gadis pemikat
__ADS_1
- Gairah terlarang
- Isteri bayaran tuan Presdir