
DEG..
DEG..
Jantung Erick berdebar begitu kencang ketika dia melihat Viorella bersama dengan seorang pria.
"Ya ampun..., jadi Viorella bersama dengan pria itu. jangan-jangan mereka sedang berkencan." ucap Jos.
"Iya, lihatlah.., mereka begitu dekat. padahal mereka baru bertemu." Peter yang menimpali perkataan Jos.
"Kurang ajar.., berani sekali dia mau main-main denganku." jawab Erick.
"Lebih baik kita pulang, bos. ngapain kita harus menguntit wanita itu? kan dia cuma isteri pura-pura bis saja." ucap Peter yang terlihat hendak pergi dari tempat itu.
"Awas ya, kalau kalian pergi dari sini.., akan aku pecat kalian berdua." Erick yang mengancam Peter dan Jos.
"Ngapain kita di sini bos?" tanya Peter.
"Ya tentu saja kita akan melihat apa yang mereka lakukan." jawab Erick.
terlihat Peter dan Jos saling menatap satu sama lain.
"Gila ini pria." guman Jos dalam hati.
Erick yang kebingungan karena sang isteri bersama seorang pria, sedangkan Viorella sendiri terlihat berbicara dengan seorang pria yang baru dia kenal beberapa hari yang lalu.
"Kamu benar-benar terlihat cantik." ucap si pria.
"Terima kasih." jawab Viorella.
Erick yang mendengar sanjungan dari si pria.., tentu saja pria itu benar-benar di buat kesal.
"Kurang ajar sekali ini pria, berani sekali dia menggoda isteri orang." ucap lirih Erick yang bisa di dengar oleh jos dan Peter.
"Iya kan, kalau giliran wanitanya dilirik oleh pria lain malah ngamuk." ucap Peter kepada Jos.
"Bisa gila dadakan ini pria." Jos yang terlihat menatap Erick yang marah-marah.
Sesaat kemudian Viorella dan seorang pria nampak berdiri dan hendak ke tempat lain.
"Mau ke mana mereka?" Erik yang kebingungan ketika melihat Viorella dan si pria nampak ingin pergi dari tempat itu.
"Khemm!!"
Erick yang tiba-tiba nonggol di depan Viorella dan si pria.
"Hai, Jess." panggil Jos.
"Lho.., kalian lagi ngapain di sini!" tanya Viorella ketika melihat Erick dan yang lain ada di restoran.
"Kamu sendiri lagi ngapain di sini?" tanya Erick.
"Aku? aku lagi ketemuan dengan seorang pria." jawab Viorella.
"Siap dia!" tanya seorang pria kepada Viorella.
"Dia, dia adalah teman-teman ku." jawab Viorella.
__ADS_1
seketika Erick menoleh ketika Viorella mengatakan kalau dia adalah temannya.
"Apa kamu bilang?" tanya Erick.
"Khemm.., ngapain kamu di sini, Erick?" tanya kakek Harold yang juga berada di restoran.
"Kakek." ucap Erick.
"Kamu lagi ngapain di sini?" tanya kakek Harold ketika dia sudah berada di restoran.
"Kakek sendiri lagi ngapain di tempat ini?" tanya Erick.
"Kakek? tentu saja kakek mau membicarakan sesuatu dengan pemilik bangunan yang akan kakek beli untuk bengkel miliki Viorella." jawab kakek Harold.
"Halo, tuan Harold." sapa si pria yang bernama Romy.
"Halo, Romy. senang melihatmu." jawab Kakek Harold.
Kakek Harold nampak melihat Erick yang ada di tempat itu, kakek Harold tidak pernah mengira kalau Erik akan mengikuti Viorella ke sana.
"Memangnya kamu lagi ngapain di Sini, Erik?" tanya kakek kepada cucunya itu.
"Aku cuma mau jalan-jalan saja kek." jawab Erick.
"Jalan-jalan kok nyasar di sini, jangan-jangan kamu dari tadi mengikuti Viorella ya?" tanya kakek Harold sembari menatap wajah Erick hingga membuat pria itu memalingkan wajahnya.
"Ngapain juga aku mengikuti dia." jawab Erick yang kemudian mengajak Jos dan Peter pergi dari tempat itu. dia tidak akan pernah mengira ternyata di tempat itu juga ada kakeknya.
"Kenapa bos?" tanya Peter kepada Erick.
Tak berselang lama akhirnya Peter dan Erick Kembali ke tempat mereka, pria itu benar-benar tidak pernah mengira kalau dia akan tertangkap basah oleh kakeknya itu.
Sekitar satu jam kemudian.
Viorella sudah kembali ke rumah, terlihat wanita itu berjalan begitu bahagia sembari membawa beberapa barang belanjaan. sedangkan Peter terlihat pria itu mondar-mandir menunggu kedatangan Isterinya yang Belum menampakkan batang hidungnya.
Sesaat kemudian Erick melihat kedatangan Viorella sembari membawa beberapa barang belanjaan.
"Sebenarnya kamu itu di sana sama siapa saja sih?" tanya Erick kepada Viorella.
"Ngapain sih tanya-tanya." jawab Viorella yang kemudian langsung meninggalkan Erick.
Tentu saja Erick benar-benar sangat kesal ketika mendapatkan perlakuan seperti itu, dia tidak pernah mengira kalau Viorella akan melakukan hal itu.
"Aku belum selesai berbicara!" seru Erick.
"Nggak usah bicara lagi." jawab Viorella.
"Kamu!!!" seru Erick yang mulai emosi.
Beberapa hari kemudian
Pagi itu Erick sudah berada di perusahaan, seorang wanita nampak menunggu di salah satu ruang tunggu perusahaan. Selomita sengaja menunggu Erick di perusahaannya untuk berbicara dengan pria itu. wanita itu berharap Erick akan mau berbicara dengannya.
Kesempatan untuk mendapatkan kekayaan dan menjadi istri seorang pria kaya melalui Erick.
"Tuan Erick." Panggil salah satu petugas resepsionis.
__ADS_1
"Iya, ada apa." jawab Erick.
"Tadi seorang wanita menunggu Anda di ruang tunggu, katanya dia keluarga dari istri anda." jawab petugas resepsionis.
"Kamu jangan bilang kalau aku tidak datang, bilang saja kalau aku tidak ada di tempat aku rapat di luar perusahaan." minta Erick.
"Baik Tuan." jawab petugas resepsionis.
Hari itu Selomita akan menjadi wanita bodoh yang menunggu Erick sangat lama, sekitar beberapa jam kemudian Selomita benar-benar sangat kesal. wanita itu masih belum mendapatkan informasi kedatangan Erick.
"Kamu ini bilang kalau tuan Erik akan segera datang." Selomita yang mendatangi petugas resepsionis.
"Saya minta maaf Nona, tuan dari tadi memberitahu kalau dia tidak ada di perusahaan. Kemungkinan tuan sedang rapat di luar perusahaan." jawab petugas resepsionis.
"Kok bisa begitu sih?" tanya Selomita.
"Saya tidak tahu Nona, kelihatannya ada beberapa pekerjaan yang belum selesai." jawab petugas resepsionis.
Niat hati ingin bertemu dengan Erick malah dia mendapatkan perlakuan seperti itu. Akhirnya Selomita pulang dengan kehampaan ketika petugas mengatakan kalau Erick tidak ada di perusahaan.
"Jangan-jangan pria itu sedang pergi bersama dengan Viorella." Selomita terus menghujat Viorella. sesaat kemudian nampak Viorella sedang mengambil ponselnya, wanita itu ingin menelfon Viorella. bagaimana dia bisa menelfon Viorella, karena wanita itu sudah memblokir nomor Selomita.
"Kok tidak bisa di telfon sih?" Selomita benar-benar kesal.
Sekitar beberapa menit kemudian Viorella sudah di perusahaan, wanita itu membawa beberapa berkas.
"Nih..," Viorella membanting setumpuk berkas di meja Erick.
"Memangnya ada apa?" tanya Erick.
"Wufff..., ada banyak sekali laporan yang salah." jawab Viorella.
"Laporan apa?" tanya Erick.
"Tentu saja laporan kerja sama yang telah kamu tandatangani." jawab Viorella.
Erick mengambil beberapa berkas, pria itu memeriksa berkas yang di katakan oleh isterinya itu.
** Bersambung **
Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatanmu
- Isteri simpanan bos kejam
- Gairah cinta isteri muda
- One night stand with mister William
- Mantra cinta gadis pemikat
- Gairah terlarang
- Isteri bayaran tuan Presdir
__ADS_1