
"Aaaa!!!" teriak Romy.
"Kamu ini kenapa sih?" tanya Viorella.
"Kenapa sih aku yang harus disuruh menemani Bos?" tanya Peter.
"Kalau bukan kamu lalu siapa lagi?" tanya Viorella kembali.
"Kamu tahu kan kalau aku ini takut dengan darah." jawab Peter.
"Kamu itu bukannya takut sama darah, kamu itu takut jarum suntik. kalau kamu takut darah tidak mungkin kan setiap kali kamu berkelahi hingga mengeluarkan banyak darah kamu biasa aja." sindir Viorella yang membuat Peter nampak tersenyum.
"Iya iya aku ini takut sama jarum suntik, lagian ngapain sih aku harus menunggu Bos dijahit lukanya?" tanya Peter.
"Kamu mau menunggu suamiku atau aku yang harus menunggumu untuk disuntik?" ancam Viorella.
"Oke oke, Untung saja kamu itu istri bosku. jika tidak lihat saja..," ucap Peter.
"Memangnya kamu mau apa?" tanya Viorella.
"Ya nggak mau apa-apa." jawab Peter.
"Kamu mau mengancamku ya?" tanya Viorella sembari menunjukkan senyum mautnya.
"Nggak Nyonya Bos, aku nggak mungkin marah sama kamu. apalagi aku mau mengancam kalau aku mau mengancammu itu sama saja aku mau bunuh diri." jawab Peter perlahan.
"Kalau sudah tahu enggak usah bicara aneh-aneh, jika kamu bicara aneh-aneh lihat saja aku bisa melakukan sesuatu kepadamu. apalagi aku mempunyai sebuah senjata rahasia yang suatu saat nanti akan aku katakan kepada Adelin." ancam Viorella kembali.
"Sedikit-sedikit ngancam, sedikit-sedikit ngancam. kalian berdua itu memang pasangan serasi, yang pria suka mengancam, istrinya pun begitu." cibir Peter yang kemudian duduk dengan begitu tenang di ruang pengobatan.
__ADS_1
"Lebih baik suruh dia keluar sayang, Aku malah tidak tenang kalau dia berada di sampingku." minta Erick.
"Kamu benar sayang, daripada dia menggerutu terus di sini lebih bagus kamu keluar sana. Oya, tolong kamu belikan aku makanan sama minuman, Oh ya.., jangan lupa minta kakek untuk menenangkan anak-anak soalnya mereka tahu kalau Papanya tertembak." pinta Viorella.
"Tenang saja, lagi pula aku juga akan menunggu mereka kok, aku akan menjaga mereka dengan baik, kamu tenang saja." jawab Peter yang kemudian pergi.
Di tempat lain terlihat Kevin sedang bersama dengan Jos membuka beberapa email yang dimiliki oleh Papa Jos dahulu. beberapa berkas yang tidak bisa Jos buka hingga sekarang setelah kematian Mario Lex.
"Memangnya ini berkas apa, Paman?" tanya Kevin kepada Jos.
"nanti Paman akan ceritakan, sekarang kamu buka dulu berkas itu. coba kamu retas semuanya dan kamu buka informasi itu, itu adalah informasi mengenai perusahaan Ayah Paman. Sudah beberapa tahun ini Paman mencoba untuk membuka beberapa berkas itu namun tidak bisa." jawab Jos.
"Apakah email-email ini sangat berbahaya, Paman?" tanya Kevin.
"Memangnya ada apa." jawab Jos.
"Kelihatannya email ini memang dikunci berulang kali, jika dibuka cuma satu kali itu hanya akan terbuka pada lapisan pertama. Kalau ini sih mungkin dikunci beberapa kali, jadi kalau kita mau membukanya kita memerlukan sandi berulang kali." jawab Kevin .
"Sebenarnya papaku dulu adalah seorang ahli peretas, Paman. tapi papaku meninggal karena di khianati oleh sahabatnya sendiri, papaku tewas dibunuh oleh para penjahat." ucap Kevin.
"Maksudmu?" tanya Jos.
"Sebenarnya Papa adalah seorang peretas yang sangat hebat, Paman. papa selalu dimintai tolong oleh orang-orang yang memiliki pengaruh luar biasa, Papa selalu mendapatkan uang yang sangat banyak Jika dia sudah menyelesaikan pekerjaannya. namun suatu ketika Papa mendapatkan Sebuah tawaran untuk melakukan sesuatu, mamaku sudah mencoba untuk melarang Papa. namun sayangnya Papa yang tergoda banyaknya uang itu membuat Papa menyetujui pekerjaan itu." jawab Kevin.
"Lalu apa yang terjadi?" tanya Jos.
"Mama meninggal ditabrak dengan sengaja, aku adalah saksi mata itu, setelah beberapa bulan kemudian Papa mengalami depresi karena kematian Mama. setelah itu beberapa penjahat mencari papa, aku disembunyikan di ruang bawah tanah rumahku dahulu. aku menyaksikan mereka membunuh papaku dengan sangat kejam." jawab Kevin.
Mendengar cerita yang diucapkan oleh Kevin Joss benar-benar tidak menyangka kalau remaja berusia 15 tahun itu hidupnya sangat menderita.
__ADS_1
"Lalu bagaimana kamu menjadi hidup di gelandangan seperti ini?" tanya Jos.
"Aku harus melarikan diri untuk menyelamatkan hidupku, mereka mengira kalau aku tidak ada di rumah saat kejadian itu, mereka mencari aku selama beberapa lamanya. mereka tidak pernah melihat bagaimana wajahku, karena itu aku masih selamat." jawab Kevin.
"Apakah selama ini keluargamu tidak pernah berfoto atau melakukan selfie di ponsel?" tanya Jos.
"Papa selalu melarang aku dan mama untuk foto sama papa, Papa bilang hidup Papa adalah hidup yang berbahaya karena itu kami hanya bersama tapi untuk membuat foto kebahagiaan. kami tidak pernah sama sekali berfoto. namun berkat itulah aku masih selamat, Paman." jawab Kevin.
"Jos hanya bisa menganggukkan kepalanya, pria itu terlihat menatap Kevin yang terlihat begitu sedih.
"Sudah-sudah, Kalau begitu kamu harus menjadi pria luar biasa. kamu harus menjadi pria hebat kamu harus menjadi pria yang berkuasa untuk mencari keberadaan orang-orang yang sudah membunuh papamu itu." ucap Jos yang membuat Kevin langsung bersemangat.
** Bersambung **
Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatanmu
- Isteri simpanan bos kejam
- Gairah cinta isteri muda
- One night stand with mister William
- Mantra cinta gadis pemikat
- Gairah terlarang
__ADS_1
- Isteri bayaran tuan Presdir