
TIGA HARI KEMUDIAN
Hari ini Erick tidak pergi ke perusahaan karena dia sedang tidak enak badan, Dia memutuskan di rumah untuk mengistirahatkan tubuh dan pikirannya. Viorella merawat Erik dengan begitu baik, terlihat pria itu sedikit keenakan ketika dirawat oleh istrinya.
"Kamu lagi ngapain?" tanya Erick kepada Viorella.
"Lagi memasak sesuatu." jawab Viorella.
"Masak apa?" tanya Erick kembali.
"Bisa tidak kamu itu diam, dari tadi kok tanya terus menerus." ucap Viorella.
"Memangnya kenapa tidak boleh bertanya, apa yang salah?" tanya Erick.
"Ya tentu saja salah, ngapain juga sih tanya-tanya terus. kamu aja kalau ditanya nggak mau jawab." ucap Viorella.
"Kamu itu ditanya selalu aja nyolot, bisa nggak sih nggak nyolot sehari aja?" tanya Erick.
"Nggak bisa." jawab Viorella.
Terlihat Erick menatap Viorella yang sedang memasak sesuatu di dapur, terlihat wanita itu membuat kue yang begitu lezat.
"Sudah matang belum?" tanya Erick.
"Ngapain sih tanya-tanya." jawab Viorella.
"Kamu ini kok menyebalkan banget sih." ucap Erick.
"Tentu saja menyebalkan, ngapain juga sih tanya terus-menerus. Lagi pula kalau kamu ditanya aja belum tentu mau jawab." jawab Viorella.
Beberapa pembantu yang melihat perdebatan itu mereka selalu tersenyum, karena perdebatan sepasang suami istri itu seperti sebuah adegan film. sekitar 5 menit kemudian Peter sudah berada di tempat itu bersama dengan Jos. memang hari ini Erick sengaja meminta Jos ke rumahnya karena dia harus membicarakan sesuatu.
"Bos." Panggil Peter kepada Erick.
"Kamu sudah datang, Peter?" tanya Erick.
"Sudah bos." jawab Peter yang kemudian mendekati bosnya.
Seorang pria nampak mendekati Viorella yang ada di dapur, pria itu nampak tersenyum saat melihat Viorella masak beberapa kue kesukaannya.
"Brownies coklat, Apakah kamu belum bosan dengan masakan itu, Viorella?" tanya Jos yang membuat Viorella seketika menoleh menatap pria yang ada di tempat itu.
"Jos!!" teriak Viorella yang kemudian berlari dan memeluk Jos. terlihat wanita itu begitu bahagia saat melihat Jos berkunjung ke rumahnya. wanita itu tersenyum begitu lebar berbeda dengan Erick yang bibirnya langsung ditekuk ketika melihat istrinya memeluk Jos.
"Kok mukanya seperti itu Bos?" tanya Peter.
"Nggak usah banyak tanya dan nggak usah mengeluarkan pertanyaan seperti itu." jawab Erick yang membuat Peter sedikit tertawa.
__ADS_1
"Maka dari itu kalau suka itu bilang aja suka, kalau cinta itu bilang aja cinta ngapain juga sih pakai gengsi-gengsian. Memangnya gengsi bisa dimakan." guman Peter dalam hati sembari menatap raut wajah bosnya yang benar-benar sangat tidak menyenangkan.
"Aku senang banget kamu ke sini Jos." ucap Viorella.
"Apa kamu merindukan aku?" tanya Jos.
"Tentu saja aku merindukanmu, Oh iya Bagaimana kabar yang lain? apakah semuanya baik-baik saja?" tanya Viorella.
"Sebenarnya tuan Harold beberapa hari yang lalu pergi ke tempat kami, tuan Harold bilang kamu ingin membuka bengkel mobil dan reparasi. kamu juga akan membuat rancangan mobil di tempat itu, Apakah benar?" tanya Jos.
"Aku belum menerima permintaan kakek, Karena aku belum menemui kalian." jawab Viorella.
"Kami semuanya menerima permintaan dari tuan Harold. tapi jika Kamu menerimanya sih." ucap Jos.
"kalau kalian menerimanya maka aku juga akan menerimanya, lagi pula itu akan memberikan pekerjaan kepada mereka semuanya kan?" tanya Viorella yang membuat Jos menganggukkan kepalanya.
"Oh ya kamu lagi ngapain di sini? Apakah ada sesuatu?" tanya Viorella kepada Jos.
"Iya, aku kemari karena tuan Erik memintaku kemari." jawab jos.
"Oh begitu ya, Ya sudah kalau kamu ada keperluan kamu bicara saja sama dia. lagi pula aku masih membuat kue." ucap Viorella yang meninggalkan Jos.
Raut wajah yang ditunjukkan oleh Erick benar-benar tidak menyenangkan, Jos yang tersenyum menatap Erick pun seketika senyumnya langsung menghilang.
"Aduh.., itu pria kelihatannya marah. wajahnya benar-benar menakutkan seperti itu." guman Jos dalam hati yang kemudian diam tanpa menunjukkan senyumnya sama sekali.
"Viorella bisakah aku meminta kue yang kamu buat?" tanya Peter kepada Viorella.
Peter yang mendapatkan jawaban seperti itu tentu saja pria itu langsung menghilangkan senyumnya, niat hati ingin meminta sesuatu tapi pihak pria langsung menjawabnya dengan sangat keras.
"Maaf Bos, aku kan cuma ingin merasakan kue yang dibuat oleh Viorella." ucap Peter.
"Aku saja dari tadi belum mencicipi kue yang dia buat, enak banget kamu bilang begitu. aku ini sedang sakit kamu tidak tahu ya, seharusnya orang sakit itu diperhatikan terlebih dahulu. Enak aja kamu mau makan sesuatu yang belum Aku makan." kesel Erick yang kemudian berjalan meninggalkan dua orang itu.
"Kelihatannya pria itu benar-benar kesal sama kita." ucap Jos.
"Bukannya kesal tapi cemburu." jawab Peter yang membuat Jos tersenyum.
"Sudah kalian ke sana saja jangan ada di sini, kalau sudah matang nanti aku akan beri kalian, kalau kalian di sini nanti pria alien itu malah marah-marah sama kalian." Viorella yang menyuruh Jos dan Peter untuk segera pergi meninggalkan dapur.
TIGA PULUH MENIT KEMUDIAN
"Tuan." panggil salah satu pembantu.
"Ada apa." jawab Erick.
"Tuan, di luar ada tamu yang mencari Nyonya Viorella." jawab si pembantu.
__ADS_1
"Mencari Nyonya Viorella, memangnya siapa dia?" tanya Erick kembali.
"Dia datang sama wanita yang mengaku menjadi adik Nyonya Viorella, Tuan." jawab si pembantu kembali.
Mendengar jawaban seperti itu seketika raut wajah Erik langsung kesal, ngapain sih wanita itu datang kemari lagi, mengganggu saja." Erick yang mulai kesal dengan kedatangan Selomita. pria itu belum tahu kalau ada satu orang lagi yang ada di tempat itu.
"Mungkin dia kemari karena ingin menemui Viorella, Bos." ucap Peter.
"Aku tidak akan membiarkan wanita itu mengganggu istriku," setiap berbicara Erik selalu memanggil violera dengan panggilan istriku. Hal itu membuat Peter dan Joss yakin kalau pria yang ada di depan mereka itu sudah jatuh cinta kepada wanita itu.
"wanita itu datang sama siapa?" tanya Erick.
"Tidak tahu Bos." jawab Peter.
Sesaat kemudian akhirnya Viorella keluar dengan membawa sepiring kue brownies yang baru masak.
"Ada apa!" tanya Viorella.
"Katanya ada tamu yang menunggumu." jawab Peter.
"Siapa?" tanya Viorella kembali.
"Kelihatannya wanita tidak tahu diri itu." jawab Jos.
"Ngapain dia ke sini lagi?" tanya Viorella.
"Halo Viorella." Selomita yang sudah masuk ke ruang tengah bersama dengan Davin yang datang bersama seorang pria. tatapan mata Erick menatap Davin yang sudah ada di tempatnya.
"Ngapain Ini pria datang kemari, dia ini benar-benar pria menyebalkan." guman Erick dalam hati ketika dia melihat Davin sudah berada di rumahnya.
"Halo Viorella." sapa Davin kepada Viorella.
** Bersambung **
Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatanmu
- Isteri simpanan bos kejam
- Gairah cinta isteri muda
- One night stand with mister William
- Mantra cinta gadis pemikat
__ADS_1
- Gairah terlarang
- Isteri bayaran tuan Presdir