
"Apa yang sedang Tuan lakukan?" tanya salah satu pembantu yang ada di rumah yang ada di pulau.
"Tidak ada apa-apa, cuma melihat lautan lepas seperti ini." jawab Erick.
"Tuan, bolehkah saya bertanya sesuatu?" tanya pria tua.
"Ada apa." jawab Erick.
"Tuan, Anda adalah orang yang begitu luar biasa, wanita yang anda bawa itu benar-benar sangat luar biasa. dia wanita sederhana namun kepribadiannya begitu hebat, pertama kali melihat berita Kalau Anda menikah saya sangat bahagia. rumor mengenai Anda yang tidak akan bisa bersama dengan wanita membuat saya sedih, apalagi tuan besar semakin hari semakin tua. dia memikul sendiri kesedihan dan tanggung jawab, namun yang saya lihat istri anda bisa membuat tuan besar sedikit berpikir ringan." ucap Pria tua yang membuat Erick menatap orang kepercayaan kakeknya itu.
"Aku baru mengenalnya selama 6 bulan, aku menikahinya baru beberapa hari. aku tidak tahu apa yang ada di hatiku, aku hanya mencoba untuk menenangkan kakek, mencari seorang wanita yang mungkin disukai oleh pria itu. begitu banyak wanita yang dijodohkan untukku namun wanita itu bisa membuat kakekku langsung menyukainya ketika pertama kali bertemu." jawab Erick.
"Coba Tuan pertahankan wanita itu jangan sampai tuan menyesal di kemudian hari." ucap Pria tua yang kemudian meninggalkan Erick.
Jos pernah berkata kalau Erick tidak akan mampu melepaskan Viorella, namun dia membuat sebuah kontrak kerjasama yang hanya bertahan satu tahun. Erick tidak tahu apa yang akan terjadi namun satu minggu pernikahan ini membuat Erick sedikit menyadari seperti apa Viorella, di luar keras namun di dalam begitu lembut. ketika berbicara sedikit kasar namun niatnya begitu baik.
Hari itu Erik bersenang-senang bersama Viorella, bahkan pria itu mencoba untuk lebih memahami wanita yang dia nikahi satu minggu yang lalu. dengan sengaja Erik memfoto dirinya bersama Viorella dan memposting di sosial medianya, tentu saja beberapa wanita yang mengetahui hal itu mereka langsung patah Hati termasuk Selomita yang tidak sengaja melihat ponselnya hari itu. wanita itu benar-benar sangat geram dia menatap Viorella yang begitu bahagia bersama dengan Erick di suatu tempat.
"Dasar wanita tidak tahu diri, Seharusnya aku yang bahagia kenapa dia yang harus bahagia!!" teriak Selomita.
"Kenapa kamu teriak-teriak seperti orang gila, kamu itu punya pekerjaan atau tidak sih?" Davin yang mendekati adiknya.
"Kakak lihat ini, wanita tidak tahu diri dan wanita murahan itu bersenang-senang dengan Tuan Erick." jawab Selomita yang kemudian memberikan ponselnya kepada Davin.
DEG..
melihat pemandangan seperti itu seketika Davin langsung muram, pria itu langsung merasakan kekesalan yang sangat luar biasa. melihat senyum yang terpampang begitu cantik di wajah Viorella ketika bersama pria yang sudah menikahinya.
"Biarkan saja, kenapa kamu harus seperti itu." ucap Davin.
"Tentu saja aku tidak suka wanita itu bahagia, Seharusnya aku yang bahagia kenapa dia harus bahagia di atas penderitaanku!" teriak Selomita yang kemudian menatap ponselnya dan terus melihat foto-foto diri Erick bersama dengan Viorella.
"Aku tidak akan membiarkan kamu berbahagia di atas penderitaanku, lihat saja aku pasti akan membuatmu menangis karena dicampakkan oleh Tuan Erik." Selomita yang benar-benar dibuat kesal karena Erick selalu memamerkan kemesraan dirinya bersama Viorella.
"Kamu ini menyebalkan sekali sih." ucap Erik sembari menatap Viorella.
__ADS_1
"Kenapa harus aku yang dibilang menyebalkan, Bukankah kamu itu adalah pria menyebalkan? orang menyebalkan tidak tahu diri dan sangat menjengkelkan." jawab Viorella sembari menunjuk wajah Erick.
"Kamu kira aku ini papan tulis kamu tunjuk terus." ucap Erick.
"Udah pergi sana, kamu itu mengganggu saja." Viorela yang kemudian masuk ke dalam kamarnya.
"Kamu ini bertengkar terus sama Viorella, kalau kamu tidak melihatnya beberapa hari bisa-bisa kamu akan merindukan dia." sindir kakek Harold yang membuat Ariel Erick menertawakan kakeknya.
"Ngapain juga aku harus merindukan dia, lagi pula aku bukanlah pria bucin yang akan menganggap cinta seperti itu." jawab Erick yang meremehkan perkataan kakeknya.
"Kita lihat apakah kata-katamu itu benar atau tidak, Aku ingin tahu bagaimana perasaanmu ketika melihat istrimu itu bersama pria lain." guman kakek Harold yang menatap cucunya masuk ke dalam kamar.
Beberapa hari kemudian akhirnya Erick dan Viorella kembali ke kediaman kakek Harold, mereka telah meninggalkan pulau tersebut. tatapan mata Erik menatap Viorella yang tertidur.
"Wanita ini benar-benar menyebalkan, sebentar lagi turun dan sampai di rumah malah sekarang tertidur." ucap Erick yang kemudian menyandarkan tubuhnya.
"Erik kita sudah sampai, kamu pergilah dulu aku akan meminta salah satu pekerja untuk menggendong Viorella." ucap kakek Harold yang membuat Erick langsung menoleh.
"Ngapain menyuruh mereka kek?" tanya Erick kepada kakeknya.
Salah satu anak buah kakek Harold nampak mendekati pria tua itu.
"Kamu gendong Viorella dan bawa dia ke kamarnya." perintah kakek Harold.
Melihat hal itu seketika Erick langsung mendekat. "Sudah-sudah sana nggak usah digendong, biar aku yang menggendongnya. kamu bawa koperku dan bawa kopernya juga, enak aja menyentuh istri orang." Erick yang sedikit kesal karena salah satu anak buah kakeknya hendak menggendong Viorella.
Kakek Harold yang melihat hal itu nampak dia menahan tawanya. "Gitu aja kok gengsi, Memangnya kamu mau makan gengsi." guman kakek Harold dalam hati yang menatap Erick menggendong Viorella.
Langkah kaki Erick berjalan menuju kamarnya, terlihat pria itu melihat wajah Viorella yang begitu tenang dan damai.
"Kalau tidur seperti ini kan cantik daripada setiap hari membuat masalah." guman Erick dalam hati sembari tersenyum.
Ketika hendak menaruh Viorella di ranjangnya terlihat wanita itu malah merangkul tubuh Erick dengan sangat erat.
"Apa-apaan nih wanita, kenapa malah dia merangkul ku, dia ini Mau ku letakkan malah merangkul tubuhku seperti ini." ucap Erick yang berusaha untuk melepaskan tangan Viorella.
__ADS_1
"Kamu ini mau apa sih." ucap Erick yang ingin melepaskan tangan Viorella namun sesaat kemudian ada suatu kejadian yang membuat Erick malah ikut terjatuh keranjang bersama isterinya.
BUG...
DEG..
Erick terjatuh di atas tubuh Viorella, pria itu menatap wajah Viorella dan merasakan hembusan nafas istrinya yang sudah terbangun.
"Auch.., apaan sih." ucap Viorella yang berusaha untuk menyingkirkan tubuh Erick.
"Salahmu sendiri Kenapa kamu menarik tubuhku hingga aku tersungkur seperti ini." jawab Erick.
"Ngapain juga kamu ke sini dan membawaku?" tanya Viorella.
"Kamu tadi itu tertidur di pesawat, memangnya kamu mau kami tinggal di sana terus?" tanya Erick yang membuat Viorella menyadarkan dirinya.
"Mana aku tahu kalau aku tadi tidur, lagian Kenapa tidak dibangunkan? kenapa malah digendong." Viorella yang tidak terima.
** Bersambung **
Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatanmu
- Isteri simpanan bos kejam
- Gairah cinta isteri muda
- One night stand with mister William
- Mantra cinta gadis pemikat
- Gairah terlarang
__ADS_1
- Isteri bayaran tuan Presdir