
DOR..
DOR...
SLEPP...
dua tembakan telah melesat ke arah Viorella.
BRUKK...
tubuh Viorella telah tersungkur tak berdaya, Erick yang melihat sang isteri tersungkur di tanah, seketika pria itu berlari memeluk sang isteri.
"Sayang!" seru Erick.
"Mama!!!" seru tiga anak Viorella.
Romy yang melihat Viorella terjatuh di tanah, pria itu langsung keluar dari tempat persembunyiannya.
"Mampus kau." ucap Romy.
"Sayang!" seru Erick.
"Hahaha..., kamu akan merasakan kematian yang menyakitkan!!" seru Romy.
pria itu sudah keluar dari tempat persembunyiannya, Romy berjalan mendekati Erick dengan kebahagiaan yang begitu luar biasa.
"Sayang!!" seru Erick yang memeluk sang isteri.
"Hahaha.., sekarang kau akan merasakan kesakitan yang luar biasa!!!" seru Romy.
"Kau!" teriak Erick.
"Hahaha..., sebentar lagi kamu akan melihat istrimu merenggang nyawa, kamu akan menangis darah. kamu akan merasakan kesakitan yang sama seperti yang aku rasakan!!" teriak Romy.
"Dasar gila, kau benar-benar gila!!" Erick yang memeluk Viorella dengan bentuk erat.
Ketiga anak Erick dan Viorella nampak bersembunyi di belakang tubuh Papa mereka, sebentar lagi aku mau melihat bagaimana kamu kehilangan nyawamu.
"Aku ingin memastikan Kalau dirimu itu bakal berakhir tempat yang mengenaskan!" seru Romy.
__ADS_1
"Aku tidak akan membiarkanmu melakukan hal itu, dengarkan aku baik-baik. Kamu adalah pria brengsek aku yakin pria brengsek seperti kamu itu akan berakhir tidak lama lagi." jawab Erick.
Senyum yang ditunjukkan oleh Romy adalah senyum yang begitu mengejek, langkah kaki Romy mendekati Erick, perlahan-lahan pria itu menodongkan pistolnya di kepala salah satu Putra Erick.
"Berdoalah semoga hidupmu masih bisa bertahan, kamu harus melihat Anak dan istrimu mati mengenaskan." ucap Romy.
"Cih.., memangnya siapa yang mau mati mengenaskan, lagi pula Siapa juga yang mau mati di tanganmu." jawab Viorella yang masih memejamkan matanya.
Erick dan Romy yang mendengar dan melihat Viorella berbicara nampak mereka berdua juga sangat terkejut.
"Sayang." ucap Erick.
"Lagian, memangnya siapa yang mau mati muda. Aku ini masih belum siap mati, tahu. kalau aku mati Pasti banyak wanita yang akan mencoba untuk mengganggu suamiku, enak sekali kamu ingin membunuhku."
Viorella yang kemudian berdiri sembari membersihkan pakaiannya.
"Bagaimana bisa kamu masih hidup?!" teriak Romy.
"Bagaimana bisa aku masih hidup? Ya tentu saja aku masih hidup, aku sudah bilang Kan aku tidak mau mati." jawab Viorella santai.
"Tidak mungkin kamu masih hidup, Seharusnya kamu sudah mati." jawab Romy.
"Hahaha..., tentu saja sekarang kamu tidak akan bisa keluar dari sini, sekarang Aku mau lihat bagaimana caranya kamu keluar dari tempat ini." ucap Erick.
Viorella sudah mengetahui kalau ada sesuatu yang membuat sang suami begitu khawatir, beberapa hari ini Viorella sudah mencari tahu mengenai kemungkinan-kemungkinan yang membuat suaminya sedikit ketakutan. Viorella sudah mengetahui mengenai Romy yang sudah keluar dari penjara, wanita itu tidak mungkin membiarkan sesuatu yang buruk terjadi kepada dirinya ataupun sang suami. karena itu ke mana saja Viorella pergi dia memakai pakaian anti peluru. jadi ketika Viorella menghadapi situasi sulit Wanita itu sudah mempunyai persiapan dan untungnya saja Romy menembak Viorella di tubuh. Viorella memakai pakaian pelindung, jadi dia masih aman.
"Tak akan kubiarkan kalian hidup!!" teriak Romy.
Ketika Romy hendak menembak Erick, seketika suara tembakan terdengar.
DOR..
DOR..
dua tembakan langsung melesat ke tubuh Romy hingga membuat pria itu langsung tersungkur tidak berdaya, darah mulai keluar dari tubuh Romy. pria itu menoleh menatap Siapa orang yang sudah menembak dirinya, beberapa polisi sudah berada di tempat itu, tatapan mata Romy menatap Erick dan Viorella.
"Kalian akan mati bersamaku." ucap Romy yang terlihat mengarahkan pistolnya ke arah Viorella. dengan segera Erick melindungi tubuh istri dan anak-anaknya.
DOR..
__ADS_1
satu tembakan telah melesat lengan Erik tertembak oleh Romy.
DOR..
satu tembakan kembali melesat dari beberapa polisi. Hal itu membuat Romy langsung merenggang nyawa dengan beberapa kali tembakan dari para polisi. hati yang penuh dendam, amarah yang begitu luar biasa. Romy benar-benar mati dengan emosi dan dendam yang masih melekat, Langkah kaki Viorella dan Erick mendekati Romy.
"Tuan anda tidak apa-apa?" tanya pak polisi.
"Saya tidak apa-apa pak polisi." jawab Erick.
"Kamu baik-baik saja, bos?" tanya Peter.
"Aku baik-baik saja, kamu tenang saja." jawab Erick.
nafas yang hanya tinggal beberapa persen saja, terlihat Romy menatap Erick dan orang-orang yang ada di sekitarnya.
"Aku pasti akan membalas dendam kepada kalian." ucap Romy.
"Lebih baik kamu Pergilah ke alam baka, aku yakin para malaikat pencabut nyawa sudah menunggumu." jawab Viorella.
Hembusan nafas terakhir Romi sudah merenggang nyawanya. pria itu sudah tidak mampu bertahan lagi, dengan segera anak buah Erick membawa Erick ke rumah sakit, sedangkan jasa Romy di bawah ke salah satu tempat kremasi setelah di otopsi oleh para polisi
** Bersambung **
Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatanmu
- Isteri simpanan bos kejam
- Gairah cinta isteri muda
- One night stand with mister William
- Mantra cinta gadis pemikat
- Gairah terlarang
__ADS_1
- Isteri bayaran tuan Presdir