
Beberapa hari setelah kejadian yang ada di tempat Erick.
"Sayang!" seru Viorella.
"Ya, ada apa?" tanya Erick.
"Huf..., aku benar-benar di buat pusing sama mereka!" seru Viorella.
"Memangnya apa yang sudah mereka lakukan?" tanya Erick.
"Kami tidak melakukan apapun, dari beberapa hari yang lalu dia terus ngomel-ngomel tak karuan." jawab Jos.
"Sayang!!" seru Viorella.
"Ya Tuhan..," Peter yang menghela nafas.
"Ada apa?" tanya Viorella.
"Tidak ada apa-apa, sayang. kamu masuk saja ya, aku mau mengajak mereka untuk membicarakan sesuatu." pinta Erick.
"Kamu mau main rahasia-rahasiaan denganku ya?" tanya Viorella yang membuat Erick sedikit menggelengkan kepalanya.
Sudah beberapa hari ini memang Viorella selalu bersikap begitu protektif, penuh kecurigaan Bahkan dia selalu mengikuti suaminya ke mana saja.
"Aku tidak sedang kemana-mana sayang, Aku hanya ingin berbicara dengan mereka sebentar." jawab Erick.
"Tapi aku tidak suka kalau kamu main sembunyi-sembunyian dariku."
Viorella yang mulai marah.
"Aku bukannya sedang bersembunyi sayang, aku mau berbicara dengan mereka. kamu istirahat atau makan saja, tadi kamu bilang mau membuat sesuatu kan?" tanya Erick yang berusaha untuk tidak marah kepada istrinya.
"Oh ya, tadi aku meminta Bibi untuk membuatkan aku kue brownies." jawab Viorella yang kemudian langsung pergi.
Akhir-akhir ini seluruh penghuni rumah dibuat kebingungan dengan perubahan sikap dari Viorella, terkadang dia begitu manja marah-marah bahkan terkadang pula wanita itu harus membuat kebingungan.
Peter dan Joss menatap Viorella yang sudah pergi, terlihat mereka berdua hanya bisa menggelengkan kepalanya kemudian memegang dada mereka.
"Bos, Kenapa istrimu akhir-akhir ini seperti itu? apa kamu selalu membuatnya marah?" tanya Peter.
"Kalian gila ya, belum membuatnya marah saja setiap hari aku dimarahi." jawab Erick.
"Memangnya ada apa sih, Bos? kenapa sikapnya seperti itu, dia mudah sekali marah-marah tidak seperti biasanya." ucap Peter.
__ADS_1
"Entahlah, aku tidak tahu." jawab Erick.
"bos coba bawa ke rumah sakit, mungkin dia mengalami depresi atau tidak..., Kemungkinan dia itu sedang hamil. Kamu tahu kan Bos seorang wanita yang sedang hamil itu memiliki perubahan sikap yang begitu signifikan."
Jos yang berusaha untuk memberitahu kepada Erick, sebelum pria itu menyelesaikan pembicaraannya dia langsung berlari menuju sang istri.
"Mau ke mana itu pria?" tanya Peter.
"Aku belum selesai ngomong dia sudah pergi." Jos yang sedikit kebingungan.
"Kamu tadi Bicara apa sih Kok malah langsung kabur seperti itu?" tanya Jos.
"Aku tidak tahu, aku tadi cuma bilang kepada bos untuk meminta dia membawa Jesselyn ke rumah sakit. mungkin ada perubahan sikap karena depresi atau dia sedang hamil." jawab Jos.
"Jangan-jangan Kamu betul Kalau sekarang Viorella sedang hamil, karena kamu tahu kan wanita hamil itu sangat menyebalkan." jawab Peter.
"Mungkin saja sih, Tapi kalau dia sampai benar-benar hamil apa kita tidak kita berdua harus berhati-hati." ucap Jos.
"Maksudmu?" tanya Peter.
"Kalau sampai dia hamil kemungkinan besar kita lah yang akan menjadi Pusat adu argumen." jawab Jos.
"Bisa gawat kalau dia benar-benar hamil dengan tempramen seperti itu, lebih baik kita tidak usah mendekatinya bisa-bisa kita dimarahi setiap hari. apalagi kalau dia marah itu dia selalu nyerocos panjang lebar tanpa mau berhenti sama sekali." ucap Peter.
"Sayang." Panggil Erick.
"Kamu lagi ngapain di sini?" tanya Viorella.
"Sayang, bisa ikut aku sebentar? aku mau mengajakmu ke suatu tempat." jawab Erick.
"Memangnya kamu mau ke mana?" tanya Viorella.
"Pokoknya ikut saja, nanti aku belikan kue coklat kesukaanmu." Jawab Erick.
Setelah mendengar Erick akan memberikan dia kue coklat kesukaannya, Viorella langsung meletakkan bahan-bahan kue yang tadi dia bawa.
SATU JAM KEMUDIAN
Erick dan Viorella sudah berada di rumah sakit. pria itu sudah menunggu di ruang tunggu untuk mengetahui apakah yang dikatakan oleh Jos itu benar atau tidak.
"Sayang, memangnya ada apa sih Kenapa kamu membawaku ke dokter kandungan?" tanya Erick.
"Sudah berapa bulan kamu tidak menstruasi, sayang" tanya Erick.
__ADS_1
"Sekitar 2 bulan, Memangnya kenapa." jawab Viorella yang sedikit kebingungan.
"Aku harap kita mendapatkan sesuatu yang luar biasa itu." ucap Erick.
"Maksudmu?" tanya Viorella yang kebingungan.
Sesaat kemudian dokter kandungan yang memeriksa Viorella sudah datang dengan membawa hasil tes.
"Bagaimana dokter?" tanya Erick.
"Selamat ya tuan Erik, karena apa yang Anda pikirkan itu benar.
Nyonya Viorella sudah mengandung 2 bulan." jawab dokter.
"Maksud dokter?" Viorella yang kebingungan.
"Iya Nyonya, Viorella. kamu sudah mengandung dengan usia kandungan 2 bulan." jawab dokter.
Seketika Viorella menutup mulutnya, dia tidak percaya kalau dia akan mendapatkan kabar yang begitu membahagiakan.
"Aku hamil, dokter?" tanya Viorella.
"Iya anda sudah hamil, Nyonya. usia kandungannya 2 bulan." jawab dokter.
Viorella menatap suaminya dengan ketidakpercayaan, akhirnya mereka akan benar-benar mempunyai seorang anak.
** Bersambung **
Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatanmu
- Isteri simpanan bos kejam
- Gairah cinta isteri muda
- One night stand with mister William
- Mantra cinta gadis pemikat
- Gairah terlarang
__ADS_1
- Isteri bayaran tuan Presdir