
"Kalau begitu kamu minggir sebentar, aku mau bicara penting sama kamu." pinta Erick.
"Ada apa?" tanya kekasih Jos.
"Bosku menelfon." jawab Jos.
"Bicaralah, aku akan membuat sesuatu dahulu." ucap kekasih Jos.
"Iya, tuan?" tanya Jos.
Tanpa mengatakan apapun seketika Erik menceritakan semua permasalahannya keluh kesahnya unek-uneknya, kekesalannya bahkan kecemburuannya ketika dia melihat Viorella mendapatkan sebuah kalung berlian hingga membuat wanita itu sangat bahagia. Jos tidak mengatakan apapun, nampak pria itu mendengarkan semua cerita panjang lebar yang dikatakan oleh Erick. setelah beberapa menit kemudian Erick menghentikan pembicaraannya.
"Menurutmu bagaimana?" tanya Erick.
Jos benar-benar ingin tertawa, ingin menyanyi atau bagaimana. namun pria itu ingin sekali mencerca Erick karena dulu dia bilang tidak akan pernah jatuh cinta kepada Viorella. Namun nyatanya hari ini dia bisa mengerti akan semua keluh kesahnya itu.
"Gitu aja gengsi, sekarang giliran istrinya mau dicaplok pria lain dia kebingungan." guman peter dalam hati.
"Bos tahu kan kalau Viorella itu adalah wanita yang sangat matre, dia selalu suka dengan barang-barang berharga. dia mempunyai cita-cita untuk kaya agar bisa membalas dendam kepada ayah dan ibu tirinya.
"Lalu?" tanya Erick.
"Ya tuan tinggal beri wanita itu hadiah mahal saja, dengan begitu dia bakal senang." jawab Jos.
"Kalau begitu akan aku belikan tas, baju dan sepatu." ucap Erick.
"Jangan, tuan. Jesselyn itu tidak suka dengan barang itu, kalau tuan mau membelikan sesuatu, kasih dia perhiasan, jam tangan. berlian..., pokoknya yang bisa di jual lagi nanti." jawab Jos yang membuat Erick seketika menganggukkan kepalanya.
Sekitar dua jam kemudian kakek Harold, Erick, Viorella dan Jos sudah berada di ruang makan.
"Oya, Viorella. katanya tadi kamu dapat hadiah dari Romy ya?" tanya kakek Harold.
"Kok kakek tahu?" tanya Viorella.
"Apa sih yang tidak kakek ketahui." jawab kakek Harold.
"Iya kek, pria itu memberikan aku kalung berlian yang sangat cantik." jawab Viorella.
"Pasti harganya mahal ya?' tanya kakek Harold.
"Kemungkinan Iya sih." jawab Viorella.
Mendengar pembicaraan kakek dan istrinya.., tiba-tiba saja Erick memotong pembicaraan mereka berdua.
__ADS_1
"Oh ya Kek, bagaimana pembangunan dari proyek baru Kakek?" tanya Erick kepada kakeknya.
"Pembangunan itu? pembangunan itu sangat baik." jawab kakek Harold.
"Apakah kakek tidak membutuhkan bantuan?" tanya Erick.
"Aku dan Romi sudah mengawasi pembangunan itu, jadi kami tidak perlu bantuan lain." jawab kakek Harold.
Erik benar-benar sangat kesal, pria itu terus menatap Viorella yang tersenyum begitu bahagia.
"Oh ya kek, Tolong bilang pada Tuan Romy Terima kasih ya atas hadiahnya." ucap Viorella.
"Iya nanti aku akan memberitahu pria itu." jawab kakek Harold.
"Viorella, bukankah besok acara pembukaan bengkel dan dealer milikmu?" tanya Peter.
"Iya, memangnya ada apa?" tanya Viorella.
"Cuma tanya saja Masa tidak boleh." jawab Peter sembari tersenyum.
Besok adalah pembukaan dealer sekaligus bengkel milik Viorella, wanita itu akan bekerja sama dengan Jos, cita-cita Viorella memang ingin memiliki tempat itu dan membantu teman-temannya.
"Oh ya, hari ini kamu tidurlah cepat biar besok pagi kita bangun untuk mempersiapkan pembukaan bengkel itu." minta kakek Harold.
Sesaat kemudian kakek Harold menatap cucunya, pria itu sedikit tersenyum dengan raut wajah yang ditunjukkan oleh Erick.
"Kenapa raut wajahmu seperti itu? Apakah ada sesuatu yang mengganggumu?" tanya kakek Harold.
Erik tidak menjawab, pria itu memakan makanan yang ada di meja makan dengan sangat kesal.
"Apakah gigimu sakit?" tanya kakek Harold kembali.
"Bukan gigiku yang sakit, tapi hatiku yang sakit." jawab Erick.
"Lalu kenapa gigi hatimu sakit? emangnya siapa yang menyakitimu?' tanya kakek Harold.
"Tentu saja istri dan kakekku." jawab Erick yang kemudian menyudahi makannya dan berjalan ke kamar.
Kakek Harold tahu apa yang terjadi dengan cucunya. pria itu ingin cucunya mengerti bagaimana perasaan yang dimiliki oleh dirinya kepada wanita yang sudah dia nikahi itu.
"Apakah semuanya baik-baik saja, Peter?" tanya kakek Harold kepada Peter.
"Tidak, tuan. tuan bisa lihat sendiri kan kalau dia ngamuk." jawab Peter.
__ADS_1
"Biarkan saja, Peter. biarkan semuanya seperti ini, Aku malah suka kalau dia ngamuk seperti itu. dengan begitu Itu artinya Dia memiliki perasaan kepada Viorella." ucap kakek Harold.
"Heh..., tuan benar." jawab Peter.
KEESOKAN PAGI
Acara pembukaan itu sudah di mulai, Viorella terlihat menatap tempat itu.
"Kalian siap?!" tanya Viorella.
"Siap!!" seru Jos dan yang lain.
Acara pembukaan itu benar-benar sangat meriah, apalagi Jos dan teman-temannya sangat pandai berselancar di media sosial.
"Semoga sukses, Viorella." Romy yang mendekati Viorella.
"Terima kasih." Erick yang langsung menjabat tangan Romy.
"Hai, Erick. senang melihatmu." sapa Romy.
"Hai, aku tidak senang." jawab Erick dalam hati.
Raut wajah yang begitu kesal, Erick benar-benar main hati sendiri. kecemburuan akan perasaan yang tidak pernah dia utarakan, Erick begitu kesal dengan kedatangan Romy di tempat itu.
** Bersambung **
Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatanmu
- Isteri simpanan bos kejam
- Gairah cinta isteri muda
- One night stand with mister William
- Mantra cinta gadis pemikat
- Gairah terlarang
- Isteri bayaran tuan Presdir
__ADS_1