ISTERI BAYARAN TUAN PRESDIR

ISTERI BAYARAN TUAN PRESDIR
KEDATANGAN DAVIN


__ADS_3

"Wuih..., pasti ada masalah besar." guman Jos dalam hati.


"Bagaimana kabarmu?" tanya Davin. pria itu terlihat menatap Viorella dengan begitu intens. tatapan matanya menatap Viorella dan tatapan mata itu seolah mengatakan dia begitu merindukan wanita itu.


Erick yang melihat hal itu seketika pria itu menarik tangan Viorella hingga wanita itu terduduk di sampingnya.


"Aduh..," Viorella yang terduduk di samping Erick.


"Suapi aku, kepalaku pusing." ucap Erick yang terlihat begitu kesakitan. tiba-tiba Erick begitu manja ketika dia melihat Davin.


"Katanya kamu sudah lebih baikan?" tanya Viorella.


"Kepalaku sangat pusing, Kamu tahu kan kalau beberapa hari ini aku benar-benar merasa tidak enak badan." jawab Erick.


"Tadi katanya sudah lebih baik kan Lalu kenapa sekarang bilang sakit lagi?" tanya Viorella.


Tatapan mata Viorella nampak menatap Erick yang tiba-tiba menempel erat kepada dirinya, sedangkan Davin tentu saja dia tidak suka melihat pemandangan yang ada di depan matanya.


"Cepat kamu suapin aku, kepalaku pusing." ucap Erick.


Jos dan Peter yang melihat hal itu tentu saja mereka berdua ingin tertawa.


"Kemungkinan Bos masih tidak enak badan, Viorella. Kamu tahu kan kemarin saja dia menggigil bahkan dia seperti ayam yang hampir dicabut bulunya." jawab Peter yang membuat Erick seketika melotot kepada anak buahnya itu.


"Kamu suapin saja Viorella, ambilkan suamimu itu makanan lagi pula dia akan benar-benar tidak enak badan." Jos yang juga ikut membela Erick.


Selomita yang melihat hal itu nampak Wanita itu sangat kesal, dia benar-benar ingin sekali mencakar Viorella yang melakukan adegan mesra seperti itu.


"Tuan Erick, aku sudah membawakan kamu makanan. aku dengar kalau kamu sakit karena itu jika kamu sudah memakan masakanku pasti langsung sehat." Selomita yang kemudian mendekati Erick.


"Bawa ke sana makananmu itu, mencium bau seperti itu saja perutku mau muntah." jawab Erick yang terlihat langsung memeluk erat lengan Viorella.


"Kamu beneran masih sakit?" Viorella yang kemudian menyentuh dahi Erick yang memang sedikit hangat.


"Lalu kenapa kamu meminta mereka untuk kemari kalau belum enak badan?" tanya Viorella. Tentu saja aku harus menyuruh mereka ke sini daripada aku ke kantor." jawab Erick.


Peter dan Jos yang melihat hal itu nampak mereka berdua ingin menertawakan Apa yang dilakukan oleh Erick, terlihat pria itu benar-benar begitu manja kepada istrinya.


"Ya sudah kalau begitu kalian istirahat aja di belakang, biar orang ini tidur dulu kelihatannya dia benar-benar tidak enak badan." ucap Viorella yang meminta Peter dan Jos untuk beristirahat di kamar belakang. sedangkan Selomita dan Davin yang melihat hal itu nampak Mereka ingin menghentikan Viorella.


"Jesselyn." Panggil Davin.

__ADS_1


Viorella menghentikan langkah kakinya, wanita itu menatap Davin yang ada di sana.


"Antar aku ke kamar kepala aku benar-benar pusing." Erik yang kemudian menarik lengan Viorella dan membawa wanita itu ke kamar mereka.


"Maaf, aku tidak bisa menemani kalian. kalian lihat kan Kalau suamiku ini sedang sakit." jawab Viorella yang kemudian pergi.


DEG...


Terasa begitu sakit ketika melihat pemandangan yang ada di depannya, Davin tidak pernah mengira kalau dia akan mendapatkan perlakuan seperti itu, pria itu melihat Viorella bersama seorang pria yang telah menikahinya. Davin merasakan sakit yang begitu luar biasa, ingin sekali pria itu menarik Viorella dan membawanya pergi.


Tapi apalah daya jika dia tidak akan bisa melakukan hal itu, dia masih belum mampu melindungi Viorella dari ayah kandungnya dan ibu tirinya.


"Dasar wanita itu benar-benar sangat menjengkelkan." ucap Selomita.


"Kamu itu jangan berteriak di rumah orang, Nanti kamu malah dilemparin mereka sesuatu." jawab Davin.


"Mereka benar-benar membuatku kesal, Kak." jawab Selomita.


"Lebih baik kita sekarang pergi dulu, kalau ada waktu longgar lagi kita kemari." minta Davin.


"Aku kemarin ingin membawakan tuan Erick makanan." ucap Selomita.


"Kamu lihat sendiri kan dia ingin muntah ketika dia mencium makanan yang kamu bawa." jawab Davin yang kemudian membawa Selomita keluar dari rumah tersebut.


Erick yang berada di ruangan nampak pria itu menatap Viorella yang sedang merawat dirinya.


"Kelihatannya pria itu memiliki perasaan sama kamu ya?" tanya Erick.


"Buat apa kamu bertanya seperti itu?" tanya Viorella.


"Habis pria itu menatapmu seperti itu." jawab Erik.


"Aku tidak peduli, lagi pula itu bukan urusanku." jawab Viorella.


Tiba-tiba Erick memiliki suatu perasaan yang begitu aneh.


"Apakah kamu mencintai pria itu?" tanya Erick yang membuat Viorella seketika menatap suaminya tersebut.


"Maksudmu apa?" tanya Viorella.


"Ya mungkin saja kamu memiliki perasaan sama dia." jawab Erick.

__ADS_1


"Kamu ini ingin bertanya atau kamu ingin berkelahi denganku?" tanya Viorella kembali.


"Aku bisa melihat dari sorot matanya, Kalau pria itu memiliki perasaan sama kamu." jawab Erick.


"Aku tidak ingin bersama seorang pria yang tidak bisa melindungiku, aku tidak ingin bersama seorang pria yang tidak mempunyai jati diri dan prinsip hidup." jawab Viorella yang kemudian langsung meminta Erick untuk meminum obat yang sudah dia bawa.


Terlihat raut wajah Viorella begitu sedih, kesedihan itu terpancar begitu jelas hingga membuat Erik yakin kalau ada kesakitan yang disembunyikan oleh istrinya tersebut.


"Jika aku boleh bertanya sesuatu Apakah kamu mau menjawabnya?" tanya Erick kepada istrinya.


"Memangnya kamu mau pertanyaan apa." jawab Viorella.


"Apakah pria itu pernah berada di masa lalumu?" tanya Viorella.


Terlihat Viorella menghela nafasnya, wanita itu duduk di samping Erik sembari mengingat semua Masa Lalu yang sempat membuatnya sakit hati.


"Pria itu dulu pernah berjanji akan melindungiku, pria itu pernah berjanji untuk menjadi pelindungku dari orang-orang jahat. aku bertemu dengannya ketika usiaku masih sekitar 10 tahun atau berapa Aku lupa. aku melihatnya sebagai sosok pria yang akan mampu melindungiku." jawab Viorella.


"Lalu?" tanya Erick.


"Aku selalu dekat dengannya, aku selalu menganggapnya sebagai seorang kakak. tak ada orang yang dekat denganku, aku tidak punya siapa-siapa selain dia, ketika itu aku juga bertemu dengan jus ketika usiaku 13 atau berapa dalam hati. aku mempunyai dua pria yang akan melindungiku, sosok seorang kakak yang akan menjadi kekuatan untukku namun ketika ibu tiriku itu selalu menyiksaku dengan putrinya. dia berusaha untuk menolongku tapi ketika ibunya selalu mengancam dia selalu mundur. Sudah berapa kali aku terluka, Sudah berapa kali aku menderita. Ternyata dia tidak mampu untuk menjagaku, dia tidak mampu menjadi pelindung yang begitu aku impikan." jawab Viorella.


"Jadi kamu hanya menganggapnya sebagai seorang kakak?" tanya Erick.


"Tentu saja, bagiku Dia adalah seorang kakak yang sangat menyayangiku." jawab Viorella.


** Bersambung **


Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- Isteri kesayangan tuan besar


- ku balas pengkhianatanmu


- Isteri simpanan bos kejam


- Gairah cinta isteri muda


- One night stand with mister William


- Mantra cinta gadis pemikat

__ADS_1


- Gairah terlarang


- Isteri bayaran tuan Presdir


__ADS_2