ISTERI BAYARAN TUAN PRESDIR

ISTERI BAYARAN TUAN PRESDIR
ROMY DAN RENCANA LICIK


__ADS_3

DUARRR...


ZDARRRR...


petir mulai menggelegar.


"Tuan." panggil pembantu Romy.


"Ada apa?" tanya Romy.


"Tamu yang anda tunggu sudah datang." jawab si pembantu.


"Suruh dia menungguku, aku akan turun sebentar lagi." jawab Romy.


Sebuah foto dipandang oleh Romi terus menerus, foto Viorella yang sedang berdiri diantara orang-orang yang ada di bengkelnya.


"Dengan cara apapun aku akan mendapatkanmu, tidak peduli itu cara busuk ataupun cara yang tidak wajar. pertama kali bertemu denganmu Kamu benar-benar membuatku frustasi." ucap Romy yang kemudian memakai pakaiannya. kancing demi kancing dipakai oleh Romy, setelah itu pria itu terlihat keluar dari kamarnya. salah satu anak buah Romy sudah menunggu pria itu di salah satu ruangan.


"Apakah kamu sudah mendapatkan informasi yang aku inginkan?" tanya Romy.


"Sudah Tuan, Saya sudah mendapatkan informasi itu." jawab anak buah Romy.


"Aku harap kamu memberikan aku informasi yang berguna, Jika kamu memberikan aku informasi yang tidak berguna sama sekali kamu tahu kan apa yang harus kamu terima." ancam Romy yang membuat anak buahnya menganggukkan kepalanya.


"Saya akan mempertanggungjawabkan apa yang sudah saya katakan, Tuan." ucap anak buah Romy.


Beberapa informasi mengenai Viorella sudah diberikan kepada Romy, sama-sama kaya sama-sama mempunyai uang yang sangat banyak. posisi Romy dan Erick sama-sama seimbang, satu pengusaha perhiasan yang satunya real estate. 2 orang yang berbeda usia sekitar 5 sampai 7 tahun. Romy membaca sedikit demi sedikit informasi itu, sesaat kemudian pria itu tersenyum.


"Bagus." jawab Romy yang kemudian memberikan tanda terima kasih kepada anak buahnya.


Amplop coklat yang mempunyai ketebalan sekitar 2 sampai 3 cm, mungkin upload itu isinya kertas kosong. senyum ditunjukkan oleh anak buah Romy setelah mendapatkan amplop tersebut.


"Terima kasih, Tuan." ucap si pria yang kemudian berpamitan kepada Romy.


"Aku tidak pernah mengira hari ini akan datang. Aku ingin tahu apakah kamu mampu mempertahankan wanita itu karena sebentar lagi aku akan mengambil dia dari tanganmu dengan semua ketidakberdayaanmu itu." ucap Romy yang kemudian menutup beberapa lembar kertas tersebut.

__ADS_1


Foto seorang wanita muda dengan senyum yang menawan, beberapa orang yang ada di sampingnya itu adalah papa dan keluarga tirinya. informasi mengenai Davin pun didapatkan oleh Romy dengan begitu mudahnya. Romy bertekad untuk mengambil Viorella. pria benar-benar sangat luar biasa dengan semua kekuatannya dan gelimang harta yang dia miliki. Romi akan mempertahankan Viorella Apapun yang terjadi.


"Ayo kita mulai berperang, Erick. kita lihat siapa yang akan mampu bertahan, kamu akan mendapatkan wanita itu atau aku yang akan mendapatkannya." ucap Romy yang kemudian mengambil sebatang rokok kemudian dia hisap.


Dua hari bukanlah waktu yang lama, Jika mentari sudah tenggelam maka hari pun akan mulai berkurang. Erick berusaha menata kata-katanya, dia belajar mengutarakan isi hatinya.


"Ayolah Bos, kenapa sih Bos seperti anak TK saja." ucap Peter.


"Ini sulit tahu." jawab Erick.


"Sulit apanya, cuma tinggal bilang sayang I love you..," Peter yang sedikit kesal.


"Kamu enak, Memangnya kamu pernah jatuh cinta?" tanya Erick yang membuat Peter tersenyum.


"Ya belum pernah sih, Tapi kalau lihat Bos seperti ini aku kesal sendiri." jawab Peter.


"Sayang..," ucap Erick yang tidak dilanjutkan.


"Sayang apanya Bos, sayang dibuang atau sayang tidak dimakan?" Peter yang benar-benar harus menguras emosinya karena melihat Erick terus-menerus mengulang-ulang kata perkata.


"Sayang I love you..," ucap Peter.


"Susah banget sih bos, apa di mulut dan lidah Bos itu ada perangkap berbahaya? ngomong sayang I love you...,I love you. setelah itu tinggal cup cup cup cup cup, selesai deh..," Peter benar-benar merasa emosi luar biasa.


"Kalau kamu terus ngomong seperti itu akan ku lempar sepatu yang kupakai itu ke wajahmu!" bentak Peter.


"Memangnya Bos pakai sepatu?" Peter yang terus membuat Erick malah ikut kesal sendiri.


"Ayolah Bos, cepatlah bilang sayang I love you. setelah itu cium dia cup cup cup cup." Peter yang terus mengulang perkataannya.


"Sayang.., Sayang I love - i love..,"'ucap Erick yang terhenti kembali.


"Ya kan.., tinggal dikit aja Bos itu sudah ada di jurang, udah di jurang tahu tinggal tuk.., lompat mati deh." Peter bener-bener harus menahan emosi karena merasakan kekesalan luar biasa dari Bosnya itu.


"Kalau kamu tidak bisa diam akan ku lempar barang-barang yang ada di kamarku!" seru Erick.

__ADS_1


TOK..


TOK..


TOK..


pintu kamar Erick yang di ketok oleh seseorang.


CEKLEK..


"Kok kamu ada di sini, Peter. lagi ngapain?" tanya Viorella yang sudah ada di depan kamarnya dan Erick.


"Anu itu, itu..," Peter yang sedikit kebingungan.


Erick yang mendengar suara Viorella seketika pria itu berlari mendekati Peter.


"Tadi aku memintanya mengambil barang." Erick yang langsung menyelah pembicaraan antara Peter dan istrinya.


"Bicara apa di kamar, kayak nggak ada tempat lain aja." tanya Viorella yang kemudian masuk ke dalam kamar itu.


** Bersambung **


Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- Isteri kesayangan tuan besar


- ku balas pengkhianatanmu


- Isteri simpanan bos kejam


- Gairah cinta isteri muda


- One night stand with mister William


- Mantra cinta gadis pemikat

__ADS_1


- Gairah terlarang


- Isteri bayaran tuan Presdir


__ADS_2