
Romy yang mengetahui kalau Viorella sudah kembali, nampak pria itu berusaha untuk mencari tahu mengenai keberadaan wanita yang membuatnya jatuh cinta tersebut. Romy berharap dia akan mampu membuat Viorela jatuh cinta kepadanya.
"Tuan, apakah Tuan yakin akan menemui wanita itu?" tanya anak buah Romy.
"Tentu saja aku akan menemuinya, Aku tidak akan membiarkan kesempatan ini lepas dariku." jawab Romy.
Romy berharap dia akan mampu mengambil hati Viorella bagaimanapun caranya, pria itu masih belum mengetahui kalau istri dari Erick itu tidak akan bisa lepas dari pandangan suaminya.
PERUSAHAAN FREDERICK
"Kamu mau ke mana?" tanya Erick.
"Mau cari makanan." jawab Viorella.
TUT...
"Kemarilah." pinta Erick kepada sekertarisnya.
CEKLEK..
pintu di buka
"Ya, tuan." sekertaris Erick masuk.
"Cepat kamu belikan isteriku makanan." pinta Erick.
"Aku bisa beli sendiri." ucap Viorella.
"Tidak usah, aku akan minta sekretarisku untuk membelikanmu makanan." jawab Erick.
"Apa kamu mau aku melarikan diri?" ancam Erick yang membuat Erick menatap istrinya.
"Hufff...,"
helaan nafas Erick.
"Aku mau keluar mencari makan." pinta Viorella.
"Baiklah kalau begitu, aku akan mengantarkanmu." jawab Erick yang kemudian berdiri.
Heh..,"
Viorella menghela nafasnya.
CEKLEK...
tiba-tiba pintu kantor Erick terbuka.
Tatapan mata Erick dan Viorella seketika menatap seseorang yang baru masuk.
__ADS_1
"Hai." sapa Romy.
DEG..
jantung Erick seketika tersentak.
"Hai, Viorella." sapa Romy.
"Hai." jawab Viorella.
Nampak senyum Romy mengembang sempurna ketika melihat Viorella.
"Sayang, lebih baik kamu keluar sama sekertaris." pinta Erick.
"Apa kamu tidak jadi pergi?" tanya Viorella.
"Aku ada urusan, kamu keluar saja sama sekertaris." jawab Erick sembari tersenyum.
Viorella tentu tahu apa yang dikatakan oleh suaminya tersebut, bukan karena apa-apa sih tapi karena Romy berada di tempat itu.
"Baiklah kalau begitu aku keluar sebentar." ucap Viorella yang kemudian keluar dari tempat sang suami.
"Memangnya Kalian mau ke mana?" tanya Romy.
"Tidak mau kemana-mana." jawab Erick.
"Lalu istrimu mau ke mana?" tanya Romy kembali.
Tentu saja pria itu tidak akan mengatakan ke mana sang istri pergi karena Erick tahu pasti Romy bakal mencari keberadaan istrinya tersebut.
"Apa kamu tidak ingin mengantarkan istrimu?" tanya Romy.
"Tidak usah, Memangnya kenapa aku harus mengantarkannya." jawab Erick santai. padahal dalam hati tentu saja pria itu benar-benar kesal karena dia sudah mengganggu acara makan yang akan dia lakukan bersama sang istri.
Beberapa menit kemudian Viorella sudah berada di salah satu restoran yang tidak terlalu besar, wanita itu memesan beberapa makanan untuk dibawa ke kantor. Viorella juga tidak lupa intuk membelikan untuk sekretaris suaminya.
"Apakah sudah selesai, Nyonya?" tanya sekretaris.
"Aku mau membeli beberapa makanan, kamu mau kue yang ada di toko itu tidak?" tanya Viorella.
Sekretaris nampak tidak menjawab. Tentu saja dia malu untuk menjawab iya.
"Santai saja anggap aku sebagai temanmu, lagi pula aku tahu kok kalau kamu pacaran sama salah satu anak buahku yang ada di bengkel." sindir Viorella sambil tersenyum
Tak ada kata yang diucapkan oleh sekretaris, sesaat kemudian mereka berdua masuk ke dalam toko kue sekaligus cemilan ringan tersebut.
LIMA BELAS MENIT KEMUDIAN
Ceklek..
__ADS_1
Viorella masuk ke dalam kantor sang suami, di dalam ruangan itu masih nampak Romy yang belum keluar juga.
"Kamu sudah kembali, sayang?" tanya Erick.
"Iya." jawab Viorella yang kemudian meletakkan beberapa tas makanan.
"Kamu belanja apa aja, Viorella!" tanya Romy.
"Tidak belanja apa-apa, cuma membeli makanan yang ingin aku beli." jawab Viorella.
"Apakah aku boleh mencicipi makanan itu sedikit!" canda Romy.
"Maaf ya tuan Romy, aku tidak bisa membukanya karena makanan ini sudah aku packing, nanti aku mau membukanya waktu di rumah saja." jawab Viorella sambil tersenyum.
Sekitar 10 menit kemudian ponsel Viorella nampak berdering, wanita itu menatap ponselnya dan melihat nama Jos sudah terpampang di sana.
"Ada apa?" tanya Erick.
"Aku mau ke bengkel sebentar, katanya Jos ingin membicarakan sesuatu denganmu dan aku." ucap Viorella.
Informasi itu adalah sebuah kesempatan yang benar-benar begitu diharapkan oleh Erick, dia mencoba mencari cara agar bisa mengusir Romy namun sekarang ada kesempatan untuk mengusir pria itu dari kantornya.
"Bilang padanya kalau sebentar lagi aku akan ke sana, karena memang ada urusan yang harus segera aku selesaikan." jawab Erick.
sebuah senyum terpampang begitu jelas di wajah Erick, pria itu menatap Romy dan meminta pria itu untuk pergi dari kantornya karena dia sendiri akan keluar bersama dengan istrinya.
"Aku benar-benar minta maaf, tuan Romy. karena aku harus segera mengurus salah satu permasalahanku." ucap Erick.
"Tidak apa-apa, tuan Erik. lagi pula aku juga harus segera pergi dari sini untuk menyelesaikan beberapa pekerjaanku juga." jawab Romy yang kemudian berdiri dan berpamitan kepada Viorella.
"Baiklah kalau begitu, Viorella. senang bertemu lagi denganmu, aku harap kita bisa berbincang-bincang lain waktu." ucap Romy.
"Kelihatannya itu tidak akan bisa karena istriku juga masih banyak pekerjaan." jawab kesal Erick.
** Bersambung **
Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatanmu
- Isteri simpanan bos kejam
- Gairah cinta isteri muda
- One night stand with mister William
- Mantra cinta gadis pemikat
__ADS_1
- Gairah terlarang
- Isteri bayaran tuan Presdir