
"Tutup mulutmu itu, jika kamu tidak bisa berbicara baik lebih baik kamu keluar dari sini." Davin yang marah.
"Kenapa kamu marah-marah seperti itu, Bukankah yang kukatakan itu benar. dia sekarang begitu sombong mentang-mentang dia sudah menjadi istri orang kaya Dia tidak mau menemui kita. dia kira kita ini gembel? Dia kira kita ini tidak mampu." ucap panjang lebar Selomita dengan semua kekesalannya.
"Saya sudah bilang kan, Nona. kalau Nyonya Viorella tidak dari rumah, lebih baik kalian pergi dari sini." pinta pembantu.
"Ada apa kalian kemari?" tanya Erick yang sudah turun ke lantai 1.
"Tuan Erick." Selomita yang langsung berdiri kemudian mendekati Erick.
"Ada apa kalian kemari?" tanya Erick.
"Aku kemari karena aku baru membuat kue yang sangat lezat, Tuan. aku ingin membuatkan kamu dan viorella makanan ini." jawab Selomita.
"Hari ini aku tidak ada waktu untuk menemui kalian, lebih baik kalian pergi dari sini." pinta Erick.
"Sebentar saja, tuan. tolong cicipi dahulu kue buatanku ini, kamu pasti suka." rayu Selomita.
"Aku tidak suka makanan manis, lebih baik kamu bawa pulang makanan itu karena istriku tidak ada di rumah." pinta Erick yang kemudian meninggalkan mereka berdua.
"Apakah Jesselyn baik-baik saja?" tanya Davin.
"Aku bilang kan dia tidak ada di rumah, lebih baik kalian pergi saja bawa makanannya. Aku tidak suka makanan manis yang akan membuat kadar gulaku jadi naik." jawab Erick yang kemudian berlalu pergi.
Davin berharap dia bisa melihat Viorella, Namun nyatanya wanita itu tidak mau menemuinya. tatapan mata David melihat rumah besar itu, namun tidak ada penampakan dari Viorella sama sekali.
"Mereka berdua benar-benar sangat menyebalkan, kita kemari karena kita ingin melihat kondisi mereka. namun sekarang mereka mengusir kita." kesal Selomita.
"Kenapa kamu harus bilang seperti itu, Bukankah kamu kemari hanya ingin melihat Tuan Erik? Kenapa kamu selalu membuat alasan ingin menemui Jesselyn, Anda kata pun Jesselyn sudah menemuimu pasti kamu akan selalu menghinanya. Kamu akan selalu mengatakan kata-kata yang tidak pantas dan kamu akan selalu mengatakan kata-kata yang selalu menghina dia." ucap Davin yang kemudian berlalu pergi dari rumah Erick.
"Kamu mau ke mana?" tanya Selomita pulang naik taksi.
"Aku tidak ingin membawamu di dalam mobilku." jawab Davin.
"Kamu gila ya, Kamu ini saudara macam apa sih!!" teriak Selomita.
__ADS_1
"Kalau kamu membuat keributan di sini apa kamu tidak takut, kalau Tuan Erick akan melemparmu, kamu ini wanita benar-benar tidak tahu malu." jawab Davin yang kemudian pergi dari rumah Erick. Terlihat mereka berdua berselisih pendapat.
"Nona, lebih baik kamu pergi dari sini. kamu dari tadi teriak-teriak di rumah orang, kamu tidak mempunyai sopan santun sama sekali." salah satu pembantu langsung mengusir Selomita.
"Kamu tidak tahu ya kalau aku ini adalah saudara dari majikanmu!!" bentak Selomita.
"Lebih baik kamu keluar dari sini." seorang pembantu yang kemudian mengusir Selomita keluar dari rumah.
"Kalian benar-benar kurang ajar!!" teriak Selomita yang sudah diusir.
Waktu sudah menunjukkan pukul enam sore, terlihat para pembantu sudah mempersiapkan makanan untuk majikan mereka. hari ini kakek Harold tidak ada di rumah karena dia harus menghadiri beberapa jamuan para pengusaha.
Viorella yang berada di kamar tamu terlihat dia benar-benar tidak tahu apa yang harus dia lakukan.
"Mengapa semuanya harus seperti ini, semuanya benar-benar tidak seperti yang aku impikan. Apakah benar aku harus memberikan ini semua." ucap Viorella.
"Besok adalah hari terakhir perjanjian pernikahan itu." Viorella nampak menatap penuh harap di atas kertas tersebut.
"Mengharapkan pria itu untuk menahanku itu tidak akan mungkin." ucap Viorella.
satu tahun menjadi istri dari Erik, 1 tahun bersama dengan semua perdebatan dan prinsip yang berbeda.
Malam sudah menunjukkan kegelapan, Erick nampak terduduk di kursi yang ada di ruang tamu kamarnya. pria itu memijit keningnya, Viorella tidak ada di ruangan itu dia benar-benar ingin meminta maaf namun sayangnya ego itu menutupi dirinya.
Malam itu kakek Harold kembali dengan semua pemikiran yang sudah dia pikirkan.
TOK..
TOK..
TOK..
pintu kamar tamu diketok, Viorella yang belum tidur seketika membuka pintu.
"Kakek." ucap Viorella yang kemudian memeluk kakek Harold.
__ADS_1
"Bagaimana kondisimu?" tanya kakek Harold.
"Aku baik-baik saja kek." jawab Viorella.
"Bagaimana, apakah kamu sudah menandatangani surat itu?" tanya kakek kembali.
Viorella nampak terdiam..
"Kamu tandatangani surat itu, setelah itu berikan kepada Erick." ucap kakek Harold.
DEG..
Seketika jantung Viorella terasa terhempas saat kakek Harold mengatakan hal itu.
"Pergilah dari sini, Viorella. carilah jalanmu sendiri, biarkan pria itu merasakan kepahitan Setelah kepergianmu. biarkan dia gila karena tidak mampu menjadi seorang pria yang mempunyai prinsip." ucap kakek Harold yang membuat Viorella menganggukkan kepalanya. apa yang dikatakan kakek Harold itu benar adanya, Viorella harus membuat Erick mengerti arti dirinya untuk pria itu.
** Bersambung **
Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatanmu
- Isteri simpanan bos kejam
- Gairah cinta isteri muda
- One night stand with mister William
- Mantra cinta gadis pemikat
- Gairah terlarang
- Isteri bayaran tuan Presdir
__ADS_1