
"Kamu jangan bercanda!" bentak Mario lex.
"Saya tidak bercanda, tuan." jawab anak buah Mario Lex.
GREPP..
Mario Lex meremas ponselnya, tatapan matanya menatap Viorella yang sedang tersenyum kepadanya.
"Dasar sialan."
Mario Lex terus menghujat Viorella dalam hati. pria itu barusan mendapatkan kabar yang begitu menyakitkan.
"Bagaimana bisa wanita licik itu melakukan hal itu? bagaimana mungkin dia bisa membuka brangkas itu."
Mario Lex benar-benar tidak menyangka kalau dia akan mendapatkan kabar itu, padahal di pesta itu dia ingin menyakiti Viorella, namun yang terjadi malah kondisi terbalik.
"Kelihatannya pria itu barusan mendapatkan kabar yang benar-benar membuat wajahnya seperti itu." ucap Viorella.
"Biarkan saja, biarkan dia mendapatkan apa yang pantas dia dapatkan." jawab Erick.
Di pesta itu Erik dan viorella bersenang-senang, mereka berdua terlihat menatap Mario Lex yang sedang gunda gulana karena dia barusan mendapatkan sebuah kabar Kalau Viorella sudah mendapatkan kekayaan yang seharusnya dia miliki.
"Sayang, Bisakah kita berbicara sebentar." pinta Mario lex kepada Viorella.
Pria itu menunjukkan senyumnya, wanita berharap akan mengabulkan apa yang dia inginkan.
"Memangnya ada apa Tuan Mario?" tanya Viorella.
"Aku ingin berbicara sebentar denganmu." jawab Mario Lex.
"Kalau anda ingin berbicara denganku silahkan, tapi kamu harus berbicara di depan suamiku." jawab Viorella.
Tidak mungkin Mario lex mengatakan mengenai apa yang ingin dia katakan, dia ingin mengancam Viorella namun jika dia melakukannya di depan Erick itu namanya bunuh diri.
__ADS_1
"Papa hanya ingin berbicara sebentar denganmu, sayang." pintar Mario kembali.
Viorella tahu apa yang ingin dilakukan oleh Papanya, wanita itu nampak menatap nyalang kepada pria yang ada di depannya itu.
"Aku sudah bilang Kan kalau kamu ingin berbicara denganku kamu bilang saja di depan suamiku. kamu katakan apapun tanpa menyembunyikan sesuatu darinya, Jadi jika kamu ingin berbicara denganku maka silakan kamu berbicara."
Viorella terus menekan kata-katanya. wanita itu akan menekan Kata-kata yang diucapkan oleh Mario Lex.
"Memangnya ada apa?" tanya istri Mario Lex.
"Suamimu ingin berbicara denganku, tapi dia tidak mau berbicara di depan suamiku." jawab Viorella.
"Kalau begitu bicara sebentar dengan papamu Jesselyn, Kamu tahu kan papamu Pasti sangat merindukanmu." ucap isteri Mario Lex.
"Memangnya semenjak kapan dia merindukanku, Bukankah kalian begitu menginginkan sesuatu yang tidak seharusnya kalian miliki." jawab Viorella.
Satu tembakan langsung mengenai Mario lex, pria itu tidak akan pernah bisa mengatakan apapun apa yang dikatakan Viorella. itu semuanya adalah kenyataan, sekarang pria itu tidak akan berani melakukan sesuatu yang akan membuat Viorella terluka.
"Aku mohon kita bicara sebentar, Aku hanya minta waktu 5 menit saja." ucap Mario Lex.
Mario Lex terus berusaha untuk membuat Viorella mau berbicara dengannya.
"Kalau kamu sudah mendapatkan kabar mengenai beberapa perusahaan dari Tuan Kenen maka semuanya itu benar, sekarang perusahaan itu sudah menjadi milik istriku. beberapa perusahaan yang ingin kamu kuasai itu akan beralih kepemilikan."
Erick benar-benar mempertegas kata-katanya, Mario lex yang Mendengar hal itu dia nampak kebingungan dan terkejut, ternyata Erick sudah mengetahui mengenai kepemilikan itu.
"Apa maksudnya Tuan Erick?" tanya Mario Lex.
"Kamu ingin bertanya kepada istriku mengenai beberapa perusahaan mendiang mertuamu, bukan? maka aku bisa mengatakan padamu, kalau kamu mendapatkan kejutan yang sangat luar biasa. kejutan itu adalah kejutan dari tuan Kenen mantan mertuamu." jawab Erick.
Seketika raut wajah Mario lex memucat saat dia mengetahui kalau beberapa perusahaan yang dimiliki oleh mendiang mertuanya itu sekarang menjadi milik putrinya. itu berarti Mario lex tidak akan pernah bisa memiliki perusahaan itu.
Senyum ditunjukkan oleh Viorella, Senyum itu bisa dikatakan sebagai senyum penghinaan. pembalasan dendam dan semua perasaan hancur yang selama ini dirasakan oleh Viorella.
__ADS_1
"Beberapa perusahaan itu sudah menjadi milikku dan akan aku kelola, kamu benar-benar begitu menginginkan perusahaan itu, bukan? Kamu harus dengar kata-kataku ini." Mario Lex.
"Aku tidak akan membiarkanmu mengambil yang tidak seharusnya menjadi milikmu, sebentar lagi aku akan mengambil semuanya aku akan mengambil beberapa perusahaan yang sekarang kamu pegang." ucap Viorella.
"Apa maksudmu?" tanya Mario Lex.
"Tentu saja aku harus mengambil semua yang seharusnya menjadi milikku, Apa kamu tidak tahu ada beberapa surat wasiat yang mengatasnamakan aku sebagai pewaris dari perusahaan milik ibuku. namun kamu tidak tahu kan kalau surat wasiat itu sudah berada di tanganku? sebentar lagi aku akan menunjukkan kepada pengadilan dan akan ku usir kalian dari tempat ini." Viorrela terus mengancam Papanya.
Joss yang Mendengar hal itu tentu saja pria itu sedikit tersenyum dua perusahaan milik orang tuanya juga diambil oleh Mario Lex. Jos juga akan mengambil dua perusahaan itu bagaimanapun caranya.
"Beraninya kamu melakukan hal itu padaku!!" teriak Mario Lex.
Orang-orang yang ada di pesta itu nampak menatap Mario lex yang sedang berteriak begitu keras, tatapan mata mereka menatap pria tua itu.
"Kenapa kamu marah ya?" tanya Viorella yang membuat pria tua itu tidak bisa mengatakan apapun.
** Bersambung **
Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatanmu
- Isteri simpanan bos kejam
- Gairah cinta isteri muda
- One night stand with mister William
- Mantra cinta gadis pemikat
- Gairah terlarang
__ADS_1
- Isteri bayaran tuan Presdir