
SEPULUH TAHUN KEMUDIAN
PRANGG..
suara piring pecah.
"Ada apa Felicia?" tanya Viorella kepada putrinya.
"Feli mau makan mam." jawab Felicia.
"Di mana adikmu?" tanya Viorella yang tidak melihat putranya.
"Geri ada di taman belakang, ma." jawab Felicia.
"Lalu, kamu ambil makanan itu untuk siapa?" tanya Viorella kepada putrinya.
Viorella selalu melihat putrinya setiap hari mengambil banyak makanan dari dapur, wanita itu terlihat sedikit penasaran dengan putrinya yang setiap hari seolah-olah merampok apapun yang ada di dapur.
"Mau di makan sendiri ma." jawab Felicia.
"Wah..., nafsu makan kamu besar sekali, sayang?" tanya Viorella.
"Memangnya ada apa?" jawab Felicia.
"Akhir-akhir ini nafsu makan kamu banyak sekali, Sayang. apakah kamu baik-baik saja?" tanya Viorella.
"Aku baik-baik saja ma, Entah kenapa akhir-akhir ini aku mau makan yang banyak." jawab Felicia.
Sekarang Viorella sudah mempunyai tiga anak. anak pertamanya seorang putri berusia 10 tahun bernama Felicia Jesselyn Harold, yang kedua seorang Putra berusia 8 tahun bernama Geri Harold yang ketiga seorang Putra lagi berusia 6 tahun bernama Jacob Harold. selang 2 tahun Viorella selalu melahirkan anak-anaknya.
"Sayang, bisa kita bicara sebentar?" tanya Viorella.
"Ada apa, sayang?"
Erick yang baru turun dari lantai dua dan berada di dapur.
"Iniloh, sayang. Feli makannya banyak banget." jawab Viorella.
"Benarkah, sayang?" tanya Erick.
Felicia terdiam, bocah berusia sepuluh tahun itu harus mencari cara untuk berbicara dengan orang tuanya.
"Bisa duduk sebentar, sayang?" pinta Erick.
Felicia berjalan mendekati papa dan mamanya, gadis kecil itu benar-benar sangat ketakutam.
"Ada apa?" tanya Erick dengan suara yang begitu lembut.
"....," Felicia nampak terdiam, gadis kecil itu ragu untuk berbicara dengan jujur.
"Katakan, sayang." pinta Viorella.
"Papa, mama..," ucap Feli dengan kebingungan yang melanda.
"Katakan, sayang." pinta Viorella Kembali.
__ADS_1
"Untuk siapa makanan itu?" tanya Erick.
"Papa, ma-ma...," Felicia yang ragu.
"Hemm..," Erick nampak tersenyum.
"Salah satu temanku tidak mempunyai tempat tinggal, pa, ma. dia.. dia juga tidak bisa makan." jawab Feli.
"Lalu?" tanya Erick kembali.
"Dia-dia..., dia kelaparan." jawab Felicia.
"Di mana dia tinggal?" tanya Viorella.
"Dia tinggal di stasiun kereta api." jawab Felicia.
"He..?" Viorella yang terkejut.
"Aku kasian sama dia ma, pa. makanya Feli selalu membawakan dia makanan." jawab Felicia.
"Bisakah kamu antar papa dan mama menemui dia?" tanya Erick.
"Bisa pa." jawab Felicia.
Setelah berbicara dengan kedua orang tuanya, Felicia mengantar kedua orangtuanya untuk bertemu dengan temannya.
TIGA PULUH MENIT KEMUDIAN
"Dia di mana, sayang?" tanya Viorella.
"Maksudmu?" tanya Viorella.
"Aku akan cari dia dulu, ma."
Felicia yang berlari mencari keberadaan temannya. setelah sepuluh menit kemudian akhirnya Felicia melihat keberadaan temannya.
"Kevin!" panggil Felicia ketika melihat temannya.
"Feli." Kevin mendekati Felicia.
"Sini sebentar." pinta Feli.
Tatapan mata Erick dan Viorella menatap seorang bocang remaja yang mungkin usianya di atas Felicia lima tahun.
"Ada apa?" tanya Kevin.
Tatapan mata Viorella menatap anak kecil tersebut, Seorangpun bocah yang mungkin berusia sekitar 15 tahun.
"Kamu tahu sayang, kelihatannya bocah itu bertahan hidup dengan begitu keras." ucap Viorella.
"Dia adalah pria tangguh jika sudah dewasa." jawab Erick.
Langkah kaki sepasang suami istri itu mendekati Felicia yang sedang berbicara dengan temannya itu.
"Halo sayang."
__ADS_1
Viorella yang sudah berada di dekat Putri dan bocah laki-laki tersebut.
Seketika tatapan mata Kevin menatap Viorella yang berada di belakang tubuh Felicia.
"Hai." Panggil Viorella.
Kevin nampak tercengang, bocah itu menatap sepasang suami istri yang berada di belakang Felicia.
"Maafkan saya Nyonya, Saya tidak mencoba melakukan apapun." ucap Kevin.
"Memangnya Apa yang kamu lakukan?" tanya Viorella kepada Kevin.
"Maaf Nyonya, saya tidak bermaksud untuk mendekati Putri Nyonya. Saya hanya berteman dengannya, saya akan menjauhinya. jangan marahi dia nyonya." Kevin terlihat ketakutan.
Bocah itu begitu ketakutan ketika melihat kedua orang tua Felicia berada di sana.
"Apakah kamu takut dengan kami?" tanya Erik.
"Maaf, tuan. Saya berjanji saya tidak akan mengganggu Putri tuan." jawab sopan Kevin.
"Apa yang kamu lakukan di sini?" tanya Erick kembali.
"Saya tinggal di sini, Tuan. Saya tidak punya tempat tinggal." jawab Kevin.
"Apakah kamu tidak sekolah?" tanya Erick yang membuat Kevin sangat kebingungan.
"Saya putus sekolah, Tuan. Saya tidak mempunyai biaya untuk bersekolah." jawab Kevin dengan kebingungan sekaligus begitu takut ketika melihat Viorella dan Erick.
Bocah itu berpikir kalau mereka berdua akan memarahi dia sama seperti teman-temannya yang dahulu. mereka selalu dimarahi orang tuanya ketika mereka berteman dengan Kevin.
"Sayang, bolehkah aku membawanya ke rumah singgah?" tanya Viorella.
"Itu terserah padamu, Sayang. apakah kamu bisa ikut sama kami?" tanya Viorella.
"Tuan, Saya akan menjauhi Putri Tuan, tapi saya mohon jangan sakiti dia. jangan marahin dia." Kevin dan terlihat benar-benar ketakutan
"Kenapa kamu takut?" tanya Erick saat melihat raut wajah Kevin yang sangat ketakutan.
** Bersambung **
Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatanmu
- Isteri simpanan bos kejam
- Gairah cinta isteri muda
- One night stand with mister William
- Mantra cinta gadis pemikat
- Gairah terlarang
__ADS_1
- Isteri bayaran tuan Presdir