ISTERI BAYARAN TUAN PRESDIR

ISTERI BAYARAN TUAN PRESDIR
CEMBURU ITU MEREPOTKAN


__ADS_3

"Lalu, apakah kamu ingin bersamanya?" tanya Erick.


"Memangnya kenapa?" tanya Viorella balik.


"Mungkin saja kamu juga ada perasaan sama dia?" tanya Erick.


"Hahaha..., jangan-jangan kamu cemburu ya?" sindir Viorella yang membuat wajah Erick seketika memerah. bahkan pria itu jadi salah tingkah karena mendapatkan omongan seperti itu.


"Enak aja aku cemburu." Erick yang terus menggelak.


"Heh.., jangan-jangan kamu beneran jatuh cinta sama aku ya?" Viorella yang terus menggoda Erick hingga membuat Erick jantung nya berdebar kencang.


"Benarkah...," Viorella yang mendekatkan wajahnya ke wajah Erick.


DEG...


DEG..


DEG...


jantung Erick berdebar begitu kencang ketika dirinya mendapatkan perlakuan seperti itu dari Viorella.


"Awas! aku mau ke kamar mandi." Erick yang kemudian meninggalkan Isterinya menuju kamar mandi.


DEG...


DEG...


DEG...


Jantung Erick benar-benar berdebar begitu kencang, seolah jantung itu ingin keluar dari tubuhnya.


"Sialan, kenapa jantung ini berdebar begitu kencang." Erick yang memegang dadanya.


TOK...


TOK....


Viorella yang mengetok pintu kamar mandi.


"Sialan, kenapa jantungku bertambah seperti ini." guman Erick yang terus memegang dadanya. sesaat kemudian Erick langsung mengambil air untuk membasuh wajahnya, dia tidak mungkin mau di ledek oleh isteri bayarannya itu.


CEKLEK...


Erick keluar dari kamar mandi.


"Kamu tidak apa-apa?" tanya Viorella.


"Memangnya aku kenapa." jawab Erick sembari memalingkan wajahnya.


"Kok, wajahmu seperti itu?" tanya Viorella yang membuat Erick malah menghela nafasnya.


"Memangnya ada apa dengan wajahku?" tanya Erick yang langsung menoleh kepada Viorella. ketika pria itu menoleh malah wajahnya dan wajah Viorella saling menatap dan begitu dekat.


DEG...


DEG...


jantung Erick berdebar begitu kencang ketika wajahnya dan wajah Viorella saling menatap bahkan wajah mereka begitu dekat.


"Apakah kamu yakin tidak apa-apa?" tanya Viorella yang tangannya sudah menyentuh dahi Erick.


"Apaan sih." jawab Erick kesal.


"Seharusnya aku yang mengatakan hal itu, dasar pria alien!" bentak Viorella yang terlihat kesal dengan perlakuan Erick.


"Pergi sana!" seru Erick.


"Dasar brengsek!" teriak Viorella yang kemudian keluar dari kamarnya.


BRAKKK..


Viorella menutup pintu dengan sangat keras.

__ADS_1


"Kalian lagi ngapain di sini?" tanya Viorella kepada Peter dan Jos. wanita itu melihat dua pria yang ada di depan pintu kamarnya.


"Eh..hehe..,kami-kami tadi mau mengetuk pintu. kami... kami mau berbicara dengan bos. iya kan Jos?" tanya Peter.


"I-iya." jawab Jos yang kebingungan.


Tidak mungkin kan mereka akan bilang kalau mereka itu sedang menguping di depan kamar bis mereka.


"Bos kalian yang menjengkelkan itu ada di dalam." jawab kesal Viorella yang kemudian pergi meninggalkan dua pria itu.


"Aduh, kelihatannya habis perang dunia." ucap Jos.


"Kelihatannya bos Erik benar-benar menyebalkan." jawa Peter.


"Bosmu itu masih belum tahu rasanya kehilangan, kalau sampai Viorella diambil pria lain bisa-bisa dia menangis darah." Jos yang terlihat sedikit menatap wajah kesal Viorella yang sudah pergi.


"Pria seperti itu gengsi terlalu tinggi, tapi kalau wanitanya udah pergi dia bakal nangis." jawab Peter.


"Jahat banget sih kamu." canda Jos.


"Biarin, memang Bos terkadang selalu menyebalkan. pria itu gengsinya terlalu tinggi dia belum tahu kalau wanita sudah marah dia tidak akan bisa berbuat apa-apa." jawab Peter.


Ceklek..


Erick yang sudah membuka pintu.


"Kalian ngapain di sini?" tanya Erick.


"Kami mau bicara sama bos." jawab Peter.


"Kita ke ruang tengah saja." jawab Erick.


TIGA PULUH MENIT KEMUDIAN


"Bos ingin membuka cabang baru?" tanya Peter.


"Iya." jawab Erick.


"Kamu mau ke mana?" tanya Erick yang melihat Isterinya sudah berpakaian rapi dan membawa jaket.


"Itu urusanku." jawab Viorella.


"Kamu mau ke mana?" tanya Erick lagi.


"Mau keluar, mau ngedet sama cowok." jawab Viorella asal.


"Apa maksudmu?" tanya Erick yang terkejut dengan jawaban yang keluar dari mulut Viorella.


"Aku mau keluar, aku ada janji sama seseorang." jawab Viorella yang kemudian keluar dari rumah.


"Kamu mau ke mana?!" seru Erick yang kemudian berjalan mendekati sang istri.


"Aduh.., ngamuk juga tuh orang." ucap Jos.


"Biarin, toh dua bilang gak cinta sama isterinya." jawab Peter.


"Tapi...," ucap Jos.


"Sekali-kali biarkan pria itu kebakaran jenggot karena perbuatannya sendiri." jawab Peter.


"Kamu yakin?" tanya Jos.


"Tentu saja, di kasih isteri seperti itu kok kurang bersyukur." Peter yang dari tadi bergumam tidak karuan.


Sekirar beberapa menit kemudian terlihat Erick kembali ke dalam rumah.


"Peter, cepat kamu ikutin wanita itu." perintah Erick.


"Memangnya kita mau kemana, bos?" tanya Peter.


"Tentu saja mau mengejar isteriku yang mau kabur sama pria lain itu!" teriak Erick dengan urat leher yang sudah keluar.


"Tuh kan...," gumam Peter.

__ADS_1


Akhirnya mau tak mau Peter dan Jos mengikuti Erick yang sedang mencari keberadaan Viorella yang katanya pergi bersama seseorang.


"Hemm..., dasar pria aneh." guman Peter dalam hati.


"Memangnya Viorella ke mana, tuan?" tanya Jos.


"Mana aku tahu." jawab Erick.


"Lalu kita mau ke mana, bos?" tanya Peter yang kebingungan.


"Pokoknya kamu jalankan mobilnya lurus di jalanan." jawab Erick.


"Beneran senewen nih orang." guman Peter dalam hati yang kemudian mengambil ponselnya dan menelpon Viorella.


TUT...,


TUT...


TUT...


"Halo." jos yang menelepon Viorella.


"Ada apa?" tanya Viorella balik.


"Kamu ada di mana sekarang?" tanya Jos.


"Ada di dekat pertigaan jalan besar, aku ada di salah satu restoran." jawab Viorella.


"Ya sudah, aku mau ke sana juga." jawab Jos yang kemudian mematikan ponselnya.


"Ada apa?" tanya Peter.


"Dia ada di pertigaan jalan besar, katanya dia ada di restoran yang ada di sana." jawab Jos.


"Kalau gitu kan kita tidak seperti orang gila." ucap Peter.


"Siapa yang kamu bilang gila?" tanya Erick.


"Ya kitalah, bos. bagaimana kita tidak di sebut gila, kita aja mencari orang tak tau di mana keberadaannya." jawab Peter.


"Lagian, ngapain kita mencari Viorella, sih bos?" tanya Jos.


"Kalian ini, tentu saja kita harus mencarinya. dia itu isteriku, kalau ada yang tahu kalau dia bersama seorang pria.., bisa-bisa reputasi ku hancur." jawab Erick.


"Heh..., ngeles melulu, bilang aja kalau cinta. ngapain gengsi deh." guman Peter dalam hati.


sekitar lima menit kemudian akhirnya mereka sudah sampai di tempat itu. seketika Erick langsung masuk ke dalam restoran itu.


"Heh..., pasti aku akan melakukan sesuatu." guman Erick saat mencari Viorella di restoran.


Seorang wanita nampak berbicara begitu serius dengan seorang pria, tatapan mata Erick menatap Viorella yang sedang bersama dengan pria asing.


"Tuh wanita..," ucap Erick saat melihat Viorella bersama seorang pria di restoran.


** Bersambung **


Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- Isteri kesayangan tuan besar


- ku balas pengkhianatanmu


- Isteri simpanan bos kejam


- Gairah cinta isteri muda


- One night stand with mister William


- Mantra cinta gadis pemikat


- Gairah terlarang


- Isteri bayaran tuan Presdir

__ADS_1


__ADS_2