
"Jangan marah seperti itu." pinta Erick.
"Aku tidak marah." jawab Viorella.
"Ayolah sayang, aku tidak akan mampu melakukan hal itu." Erick terus meyakinkan Isterinya.
"Aku akan mencoba untuk percaya kepadamu, tapi jika kamu berani membohongiku Maka jangan salahkan aku jika tiba-tiba aku melakukan sesuatu padamu." jawab Viorella.
"Aku bukanlah pria brengsek, Aku tidak akan melakukan sesuatu yang akan menyakitimu." jawab Erick.
Sedikit demi sedikit Erik harus bisa membuat istrinya itu percaya dengan semua yang dia katakan, tak ada yang Bisa terucap dari mulut sepasang suami istri itu kecuali saling percaya.
Di tempat lain Selomita sudah mendengar mengenai Viorella yang sudah kembali, nampak wanita itu benar-benar kesal. belum juga dia mendapatkan perhatian dari Erik sekarang malah Viorella sudah kembali ke pelukan pria itu.
"Aaaa!!!"
teriak Selomita yang mulai frustasi.
"Ada apa denganmu, kenapa kamu teriak-teriak seperti itu?" tanya tuan Mario.
"Apa Ayah tidak tahu kalau wanita itu sudah kembali." jawab Selomita.
"Siapa maksudmu?" tanya Tuan Mario.
"Siapa lagi kalau bukan wanita tidak tahu diri itu, wanita brengsek yang seharusnya tidak pernah kembali seumur hidupnya." jawab Selomita.
"Maksudmu Jesselyn?" tanya Tuan Mario.
"Tentu saja siapa lagi." jawab Selomita.
"Bagaimana dia bisa kembali, Bukankah dia sudah pergi?" tanya Tuan Mario yang sedikit kebingungan.
"Aku tidak tahu karena itu aku bertanya sama ayah, Bagaimana mungkin wanita itu bisa kembali. seharusnya dia tidak pernah kembali seumur hidupnya!!" teriak Selomita frustasi.
"Ada apa denganmu, Kenapa kamu teriak-teriak seperti itu?" tanya ibu Selomita.
"Bagaimana aku tidak teriak-teriak Ibu, aku sudah mulai mendekati Tuan Erik sekarang wanita itu kembali. bagaimana bisa aku akan mendekatinya, wanita itu adalah wanita pengganggu tidak tahu diri." jawab Selomita.
__ADS_1
"Kenapa kamu takut, bersaing saja dengannya pasti Tuan Erik bakal memilihmu. lagi pula wajahmu lebih cantik kan daripada dia." ucap Ibu Selomita.
"Ibu benar, aku akan bersaing dengannya. akan kubuat Tuan Erik bertekuk lutut padaku, aku akan buat pria itu mengagumiku dan tunduk padaku." Selomita yang benar-benar yakin kalau dirinya bakal bisa membuat Erik tunduk padanya.
"Sudah-sudah lebih baik kita makan, Aku sudah lapar." ucap Tuan Mario.
Keluarga brengsek tidak tahu diri dan tidak punya akhlak itu seharusnya pergi ke neraka, mereka selalu saja membuat rencana untuk menghancurkan Viorella. di tempat yang tidak jauh dari ruang keluarga nampak Davin menatap keluarga yang seharusnya mencintai Viorella namun mereka selalu saja membuat wanita muda itu tersiksa.
"Inilah yang membuat Jesselyn membenciku, Aku tidak pernah bisa melindunginya dari keluarganya sendiri." ucap Davin yang terlihat menatap keluarganya yang benar-benar begitu brengsek itu.
Di rumah besar milik kakek Harold terlihat Erik terus memegang erat tangan istrinya ketika masuk ke dalam rumah.
"Kamu masih marah, Sayang?" tanya Erick.
"Semenjak kapan Kamu memanggilku Sayang, lagi pula aku tidak selalu suka dipanggil sayang." ucap Viorella.
"Kamu jangan seperti itu, Kamu adalah istriku Tentu saja aku harus memanggilmu Sayang." jawab Erick.
"Sudah-sudah lebih baik kamu tidak usah menggangguku, aku masih kesal denganmu dan aku tidak akan mudah memberikanmu maaf." ucap Viorella yang kemudian berjalan menuju kamar mereka.
"Apa yang mau kamu lakukan?" tanya Erick.
"Ya sudah kalau begitu kita mandi bersama aja." jawab Erick yang begitu santai hingga membuat Isterinya langsung menghentikan langkah kakinya.
"Apa maksudmu?" tanya Viorella.
"Ayo kita mandi bersama, Setelah itu kita masak bersama." jawab Erick.
Tanpa mendengar jawaban dari istrinya Erik langsung menarik tangan sang istri menuju ke kamar, beberapa pelayannya hendak berjalan ke sebuah tempat yang ada di rumah itu nampak mereka tersenyum melihat kemesraan dua orang itu. kabar mengenai Erick yang selalu memperlakukan istrinya dengan begitu romantis membuat kakek Harold begitu bahagia. sang kakek tersenyum pria itu merasa bahagia karena semua rencananya akhirnya berjalan dengan begitu mulus.
"Aku tidak akan membiarkan kalian berpisah." ucap kakek Harold yang terlihat menatap pemandangan sepasang suami istri yang bertengkar tersebut.
Sekitar 15 menit kemudian sepasang suami istri itu turun ke lantai satu dan berjalan menuju dapur.
"Kamu ingin aku masakan apa?" tanya Erick.
"Memangnya kamu bisa masak?" ejek Viorella.
__ADS_1
"Tentu saja aku bisa masak, akan ku tunjukkan Kalau suamimu ini adalah pria luar biasa yang begitu pandai memasak." jawab Erick.
"Ya sudah kalau begitu aku akan menunggumu di sini, Aku mau lihat apakah kata-katamu itu benar." ucap
Viorella yang membuat Erick tersenyum.
"Tuan apa yang bisa saya bantu?" tanya salah satu pembantu.
"Kamu bisa membantuku dengan cara pergi dari sini, aku tidak butuh bantuanmu." jawab Erick.
"Apa kamu yakin?" tanya Viorella.
"Tentu saja." jawab Erick.
Dua pembantu hanya bisa menatap apa yang dilakukan oleh Erick, Viorella menunggu dan melihat Apa yang dilakukan oleh suaminya itu.
"Nyonya apa Tuan bisa masak?" tanya salah satu pembantu.
"Mana aku tahu." jawab Viorella.
** Bersambung **
Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatanmu
- Isteri simpanan bos kejam
- Gairah cinta isteri muda
- One night stand with mister William
- Mantra cinta gadis pemikat
- Gairah terlarang
__ADS_1
- Isteri bayaran tuan Presdir