Istri Dadakan Tuan Muda.

Istri Dadakan Tuan Muda.
go to Indonesian


__ADS_3

HAPPY BIRTHDAY AUTHOR.🎉🎊🎂🎊🎉🎊✨


ALHAMDULILLAH HARI INI AUTHOR ULANG TAHUN YA GUYS,MOHON DOA NYA YA,KADO NYA JUGA HEHEHE BERCANDA,DOA NYA SAJA SUDAH CUKUP.


DALAM RANGKA MERAYAKAN ULANG TAHUN KE ENAM BELAS,SEMUA NOVEL AUTHOR AKAN DOBLE UP HARI INI.


FOLLOW IG AUTHOR:NIS3263.


HAPPY READING.


Ceklek!


Pintu di kunci.sekertaris Lee yakin Nisa ada di dalam, karena kebiasaan sang nona tidak pernah berubah sedikit pun.


Sekertaris Lee mengambil kunci cadangan,membuka nya kasar.


"Nona!"suara sekertaris Lee bergema di ruangan yang cukup lebar itu.


"Astaga!"sekertaris Lee berlari cepat ke arah nisa.menatap iba ke arah sang nona yang sedang terisak dengan menekuk kedua kaki nya.


"Ya Tuhan,apa yang terjadi pada mu nona"sekertaris Lee mengambil kotak P3k, mengobati luka di kaki Nisa.


Saat pecahan gelas di cabut dari kaki nya,Nisa tidak meringis.masih tetap diam dengan keadaan yang benar-benar memperhatin kan.


"Ada masalah apa nona Kim?"Nisa tidak menjawab,berdiri dari duduk nya.


Dengan kaki yang masih berbalut kan perban Nisa melangkah, menapaki tangga satu persatu, tanpa memperduli kan rasa nyeri dan kaki nya yang mulai berdarah.


Baru saja hendak membuka pintu,Mark lebih dulu membuka pintu kamar.


Mata laki-laki itu terbelalak kaget melihat kondisi Nisa yang sangat berantakan.


"Nisa kau kenapa?."


Diam.Nisa tidak menjawab sedikit pun,ia sibuk melepas semua pernak-pernik yang menempel di tubuh nya, berganti pakaian dengan piyama,lalu membaring-kan tubuh nya di atas ranjang.


Dia kenapa ya?.


Mark bertanya-tanya dalam hati.memandangi punggung wanita yang tengah membelakangi nya dengan perasaan berkecamuk.


Ke esokan pagi nya.


Pagi ini, Nisa tengah bersiap untuk pulang ke Indonesia.keadaan nya tidak baik-baik saja sekarang, terbukti dari bibir nya yang pucat,dan juga hidung nya yang terus mengeluar-kan darah.


"Nona,ini mantel untuk anda"sekertaris Lee mendekat,menyerah kan mantel berwarna Marron favorit nya yang super tebal.

__ADS_1


Tanpa menjawab,Nisa masuk ke dalam mobil.di ikuti Mark, laki-laki itu terus mencuri pandang ke arah Nisa, hubungan mereka memang semakin dingin.


"Mr.asterio Anda akan ikut ke Indonesia?"sekretaris Lee bertanya.


"Aku harus memperbaiki hubungan ku dengan kedua mertua ku"jawab Mark.


Mertua?.


Nisa terkekeh dalam hati, mendengar panggilan Mark untuk kedua orang tua kandung Nya.


"Nisa"dengan ragu-ragu Mark berujar pelan, memanggil wanita di sebelah nya.


"Mommy meminta kita untuk secepat nya pulang ke negara A setelah menemui orang tua mu"bohong Mark, pada hal alasan nya pulang adalah untuk mengechek kondisi Alicia Elizar.


Maaf aku berbohong,Aku benar-benar khawatir dengan kondisi El,dan itu adalah satu-satunya cara agar kau mau pulang cepat nis.


Mark menatap Nisa yang masih diam tidak bergeming,sibuk mengalih kan pandangan nya pada kaca mobil.


"Kau berbohong"


Deg!


Mark terdiam.tidak menyangka Nisa dengan cepat menyadari bahwa ia berbohong.


"Kenapa tidak jujur?takut aku marah?bukan nya hubungan kita sudah hancur sedari awal?"Nisa mengalih kan pandangan nya,menatap langsung ke arah Mark.


"Ya,sangat.posisi mu masih laki-laki bodoh yang mencintai Alicia Elizar"singkat padat dan jelas, namun tepat sasaran berhasil membuat Mark terdiam.


"Nisa,kau dan El memiliki posisi sendiri.kau istri ku, sementara El..."


Diam,lidah Mark mendadak kelu karena harus mengucap-kan posisi Alicia Elizar sebenar nya, yang tidak lebih dari mantan kekasih dan juga wanita yang sangat ia cintai.


"Wanita yang kau cintai,aku cukup sadar diri"Nisa merapat kan mantel, mengambil kaca mata mulai turun ketikan mobil sekertaris Lee berhenti di bandara.


"Bukan nya saya sudah meminta anda untuk menjaga nya dengan baik mister?"sekertaris Lee menyandar kan tubuh nya di kursi mobil.


"Saya akan segera menyiap-kan surat cerai.saya sangat menyayangi nona Kim,jika anda hanya menjadi-kan nya pelampiasan lebih baik lepas-kan secepat nya Mister"


Mark menatap tajam ke arah sekertaris Lee,berdecak kesal sebelum keluar dari mobil sembari menyeret koper nya.


Selama di perjalanan,baik Nisa ataupun Mark tidak ada yang memulai pembicaraan sedikit pun.


Walaupun duduk di kursi yang bersebelahan,Nisa tetap enggan menatap ke arah Mark.ia fokus pada desain di tangan nya, sembari sesekali melihat ke luar jendela pesawat, melihat bagaimana sayap-sayap pesawat menembus awan putih.


Siang hari mereka baru sampai di Indonesia,di bandara sudah ada seorang supir pribadi keluarga Nisa menunggu.

__ADS_1


"Selamat datang kembali di Indonesia nona Nisa"sopir pribadi membungkuk hormat menyambut kedatangan Nisa.


Tidak memerlu-kan waktu yang lama,mereka sudah tiba di sebuah rumah dengan cat putih dan banyak bunga-bunga serta tumbuhan-tumbuhan di sekitar nya.


Aku rindu tempat ini,aku juga merindu-kan mu,nanti aku akan segera berkunjung secepat nya.


Nisa memandang rumah tempat nya lahir dan juga besar,sebelum memutus kan untuk pergi dari Indonesia.


"Sayang kau sudah pulang?,mama merindukan mu"seorang wanita paruh baya dengan jilbab lebar membuka kan pintu, menghambur kedalam pelukan Nisa.


"Aku juga"Singkat Nisa.


"Dia siapa?apa dia suami baru mu? masyaallah dia benar-benar tampan sayang"mama mengalih kan pandangan nya pada Mark yang langsung membungkuk hormat.


"Ayo masuk,Mark jangan sungkan.ini rumah istri mu, Anggap saja rumah mu sendiri"mama yang memang tipikal lembut,menyambut hangat kedatangan Mark.


"Iya Nyonya"Nisa melirik ke arah Mark yang memanggil nama nya dengan sebutan nyonya.


Mama benar-benar bahagia,apa mama tidak bisa melihat anak nya tidak bahagia sekarang?.


Batin Nisa semakin miris,mama nya menyambut hangat kedatangan Mark.


"Rupanya kau masih ingat jalan pulang?"


Seorang laki-laki paruh baya dengan seragam loreng-loreng berwarna army hitam, menyambut kedatangan mereka dengan aura yang cukup menakut-kan.


"Mas, jangan seperti itu.menantu kita jadi takut"mama mendekat ke arah sang suami.


"Menantu?aku tidak yakin anak ini bisa menikah dengan laki-laki asing.sementara sejak kematian sekertaris itu,dia tidak pernah dekat dengan laki-laki manapun"sindir papa lagi.


Tangan Nisa mengepal,tapi raut wajah nya tetap tenang,tidak terpengaruh dengan sindiran demi sindiran yang di layang kan sang papa.


Benar adanya.semenjak kematian sekertaris Wahyu,Nisa sama sekali tidak berdekatan dengan laki-laki manapun.


Nisa membangun benteng yang super kokoh antara ia dan laki-laki.benteng yang benar-benar sulit di tembus, bahkan sikap dingin Nisa semakin menjadi.


Banyak laki-laki yang mengaju-kan lamaran,mulai dari pebisnis di berbagai negara,dan juga laki-laki yang di jodoh kan oleh sang papa,yang merata semua nya adalah abdi negara.


"Mark jangan di ambil hati,papa Mertua mu memang seperti itu.sekarang lebih baik kau duduk dulu,mama sudah menyiap-kan banyak kue untuk kalian"


Mama mengajak Mark untuk duduk di ruang tamu.di atas meja ruang tamu, berbagai macam jus dan juga kue-kue berjejer rapi.


"Silahkan di makan Mark,jangan sungkan"Mark mengangguk,mulai mencicipi satu-persatu.


Sebenar nya Nisa mirip siapa sih?mama nya sangat lembut,ayah nya tegas.lalu bagaimana bisa anak Nya dingin dan killer seperti itu.

__ADS_1


#Like, vote komen.


__ADS_2