
FOLLOW IG AUTHOR:NIS3263.
HAPPY READING
Sayup-sayup Nisa mendengar suara seseorang mengaji.
Perlahan mata Nisa terbuka, netra nya sibuk melihat ke arah kanan.sejenak Nisa menatap ke arah Yusuf yang tengah melantun kan Al Qur'an surah an-nisa untuk nya.
“khumaira,kau sudah sadar?”yusuf meletak kan Al Qur'an di atas nakas.
“nisa?”terdengar lagi suara Mark,Nisa ingin menoleh,tapi kepala nya berdenyut sakit.
Menekan nurse call, tidak lama beberapa tim Dokter masuk.mereka memeriksa kondisi Nisa,setelah merasa stabil mereka pamit undur diri.
Bagaimana bisa aku di sini?.
Nisa menatap langit-langit rumah sakit dengan pandangan bingung.sedetik kemudian,ingatan tentang mobil nya yang hilang kendali hingga terguling menyerang nya.
Oh ya Allah ternyata aku tadi hilang kendali.tapi,biasa nya aku tidak pernah lepas kendali sedikit pun.
Nisa menghembus kan nafas kasar.
“kau baik-baik saja kan?aku benar-benar meng-khawatir kan mu.”mark menggengam tangan Nisa, mengecup nya.
“aku ingin pulang.”nisa berusaha duduk, melepas alat bantu pernafasan.
“kau gila?! dokter belum menyuruh mu untuk pulang,kau harus menjalani rawat inap beberapa hari ke depan.”mark bersungut-sungut tidak suka.
“khumaira,jangan seperti itu”suara lembut Yusuf mendayu indah.yusuf tau persis cara menghadapi wanita keras kepala ini.
“aku terlalu sering masuk rumah sakit,aku muak.”nisa menengadah,netra nya memandang kosong ke atas.
Karena imun dan tubuh yang sangat lemah,membuat nisa sering keluar masuk rumah sakit.
Di tambah dengan paru-paru yang sedari lahir lemah,menambah daftar panjang urusan Nisa di rumah sakit.
“khumaira, jangan seperti itu.kau harus di rawat beberapa hari lagi,setelah itu kondisi mu akan membaik.”
Nisa melirik ke arah Yusuf,mantan suami nya.pada akhir nya Nisa mengangguk, Yusuf memiliki pesona yang mampu membuat siapa saja menurut pada nya.
“tapi aku lelah mas”nisa menunduk.
Yusuf tau.dia bertemu dengan Nisa sedari Nisa kecil,tentu Yusuf tau betapa sering nya wanita itu bolak-balik masuk rumah sakit.
tapi keteguhan dan semangat juang Nisa untuk sembuh, menjadi salah satu alasan mengapa dia sampai mencintai wanita ini.
__ADS_1
“khumaira ku orang yang kuat.”Yusuf menoleh,mengulas senyum selembut mungkin,sebagai penyemangat Nisa.
“aku tidak sekuat yang orang kira.”nisa kembali membaring kan tubuh, karena kepala nya mulai berdenging sakit.
“jangan seperti itu Khumaira,kau sangat kuat.aku mengenal mu dengan baik, keadaan mu tadi sempat membuat banyak orang khawatir.”
Yusuf menatap ke arah Mark.mengulas senyum tipis, menyadari Mark sedang memendam sebuah kecemburuan pada nya.
bagaimana bisa Yusuf lebih mengenal Nisa dari pada ku?.jika memang dia mengenal Nisa,seharus nya dia tidak menjadi kan Nisa istri kedua.
Mark mengerucut kan bibir nya kesal, karena merasa saingan nya bertambah.
Dini hari.
Mark membaring kan tubuh nya setelah selesai melaksanakan shalat tahajud.
Mata nya terpejam sejenak,berusaha mengusir lelah yang menggangu.
Pada hal tadi Mark sedang berada di ambang mimpi, hingga sosok Sekertaris Wahyu mendatangi nya,membuat Mark terkesiap.
Entah lah,Mark rasa kedatangan sekertaris Wahyu dalam mimpi nya bukan lah hal yang baik.
Kenapa kau datang lagi?sebenar nya kau ingin menunjuk kan bahwa kau sudah tiada atau belum?.aku yakin Nisa tidak berhalusinasi,jika dia berhalusinasi, bagaimana bisa sekertaris Lee juga melihat mu?.
Mark menghela nafas,duduk lalu menegak segelas air putih hingga tandas.
Mark menoleh, terbelalak kaget karena Nisa terlihat sedang bermimpi buruk.
“honey,kau baik-baik saja?”mark mendekat, mengguncang pelan bahu Nisa.
“tidak,jangan!”nisa berteriak dalam mimpi nya.
“honey, astagfirullah”mark menarik tangan Nisa, memeluk tubuh sang istri,di iringi dengan pekikan keras Nisa.
“tidak!!! sekertaris Wahyu!”nisa berteriak,di iringi dengan nafas nya yang memburu hebat.
sudah lama,semenjak Mark selalu di sisi nya setiap malam,Nisa tidak bermimpi seperti itu.
dan sekarang,entah apa yang terjadi.tapi,lagi dan lagi mimpi itu mendatangi nya,membangkit kan trauma yang perlahan hendak pulih.
Mark mengambil air,membaca kan doa.lalu membantu Nisa meminum nya.
“its oke honey,ada aku di sini jadi jangan khawatir.itu hanya mimpi buruk,mimpi yang secara perlahan akan berlalu,kau yakin?.”mark menangkup pipi Nisa pelan,mata nya sendu menatap lelehan air mata di wajah cantik sang isteri.
“aku bermimpi buruk lagi Mark,sampai kapan?”nisa meremas jilbab yang menutupi kepala nya frustasi.
__ADS_1
aku lelah ya Allah.
Nisa bergumam lirih.
“honey jangan seperti itu,mimpi hanya bunga tidur.lucas kan sudah bilang,jangan terlalu stress atau banyak fikiran,agar kondisi mental mu bisa stabil lagi,kau percaya kan pada nya?.”
Mark Merapih kan bantal di belakang punggung Nisa,agar sang istri bisa bersandar.
dalam diam nya, batin Nisa menyeringai sinis,hidup nya tidak pernah tenang.
“honey,jangan melamun.”mark menyentuh lembut punggung Nisa.
jangan biar kan kakak ipar melamun terlalu lama,kita tidak tau apa yang akan terjadi selanjutnya.mungkin saja, keinginan bunuh diri muncul secara tiba-tiba.
perkataan Lucas kembali terngiang di telinga Mark, karena itu sebisa mungkin Mark mengajak Nisa mengobrol.
“mark,aku benar-benar lelah,aku tidak sanggup lagi.”mata Nisa di penuhi dengan embun, pancaran lelah terlihat jelas.
“jangan seperti itu honey,kau sanggup karena kau tidak sendiri.ada aku si sisi mu,aku janji akan membuat mu sembuh dari trauma mu, karena itu jangan menyerah ya,nona Kim yang ambisius?.”
Mark berusaha mencair kan suasana.
diam, Nisa hanya menoleh sejenak,enggan berkata apa-apa.
keesokan harinya.
“honey,kau masih marah pada ku?”mark menyentuh wajah cantik nisa.
“tidak”jawab Nisa dingin.
“maaf,aku memang sengaja menyembunyikan nya.aku takut,kau membenci ku karena aku Laki-laki itu.”
Mark menunduk,mirip seperti seorang anak yang tengah di marahi oleh ibu nya.
“seharus nya kau jujur pada ku Mark.kau harus menjaga komitmen yang kita bangun,aku benci kebohongan.”nisa menoleh,menatap Mark tajam.
“maaf honey,lain kali aku tidak akan mengulangi nya.aku janji,ini sebagai bentuk permintaan maaf.”
Mark mengeluar kan sebuah kotak beludru berwarna biru Dongker.
begitu terbuka,sebuah kalung berlian seharga 20 miliar.
gila?!the real Sultan.
Nisa mengelus pelan dada nya, pandangan nya teralih kan pada Mark yang menatap nya penuh dengan banyak harapan.
__ADS_1
# like, komen and vote.