
FOLLOW IG AUTHOR:NIS3263.
HAPPY READING
“golongan darah Khumaira apa dok?”yusuf bangkit dari duduk nya,bertanya bingung.
“em, golongan darah nona Kim adalah O resus negatif”jawab dokter.
“O resus negatif?Jhon cari keseluruhan penjuru negeri!”mark langsung memberi kan titah pada Jhon.
“tidak perlu,biar aku yang mendonor kan darah untuk Khumaira.”yusuf berseru, membuat langkah sekertaris Jhon terhenti.
“terima kasih”mark memandang ke arah Yusuf dengan pandangan sendu.
Terima kasih karena sudah bersedia menyelamat kan nyawa wanita ku.
Mark menunduk, berterima kasih sebanyak-banyaknya pada Yusuf.
“mari ikut saya mr.”ajak Dokter.
Setelah melalui serangkaian pemeriksaan,di sini lah Yusuf berada.berbaring di sebelah ranjang Nisa, netra nya melirik ke arah wanita yang sedang terbaring dengan alat bantu pernafasan.
Aku tau kau lemah Khumaira,hanya saja kau selalu berpura-pura baik-baik saja. Ya Allah Ya Rabb sang maha pemberi kesembuhan,hamba mohon selamat kan nyawa khumaira.semoga setelah rangkaian ujian,ada secercah kebahagiaan dan senyum dalam hidup mu,aku selalu mendoakan mu.
Hanya itu yang ada di Fikiran Yusuf, nyawa wanita yang masih bertakhta di hati nya.
1 jam kemudian.
Nisa sudah di pindah kan ke ruang rawat, beberapa dokter juga tengah memantau keadaan Nisa.
“saya titip Khumaira,kabari jika terjadi sesuatu”yusuf berpamitan pada Mark, karena dia masih memiliki banyak urusan.
“sekali lagi terima kasih,jika tidak ada kau mungkin aku akan kehilangan Nisa”netra Mark berkaca-kaca,sesak melanda memikir kan mungkin nyawa Nisa tidak tertolong.
“jangan berterima kasih, bagaimana pun Nisa pernah hadir di kehidupan saya.sebagai seorang kakak,sahabat dan mantan suami,itu sudah menjadi kewajiban ku.”
Sikap yang tenang dan pembawaan yang santai adalah ciri khas Yusuf,ciri khas yang sempat membuat Nisa terpesona.
“biar sekertaris ku yang mengantar”mark memberi kode pada sekertaris Jhon untuk mengantar kan Yusuf pergi.
__ADS_1
“mari tuan!”sekertaris Jhon mempersilah kan Yusuf jalan lebih dulu.
Ceklek.
Mark membuka pintu ruang rawat Nisa perlahan.di mana Nisa tengah terbaring tidak sadar kan diri,dengan alat bantu pernafasan dan juga perban di kepala nya.
Lagi dan lagi,aku menjadi penyebab kesedihan mu.aku hanya kesialan di hidup mu,sejak aku masuk ke dalam hidup mu hanya ada kesedihan.
Mark menelungkup kan wajah nya di ranjang Nisa,tangan nya menggengam tangan sang istri.
“maaf,andai aku memberi tau mu lebih dulu,bahwa aku laki-laki yang kau cari selama tiga tahun,mungkin ini tidak akan terjadi.”
Flashback.
Tanpa berfikir panjang Nisa langsung mendorong Rendy hingga laki-laki tampan itu tersungkur di trotoar.
Bodoh nya lagi Nisa mendorong Rendy tidak menarik nya,jadi lah kini diri nya berhadapan dengan mobil yg jarak nya persekian centi.
Bruk!
Untung saja di detik-detik terakhir sebuah lengan kekar menarik tangan nya, membuat gadis cantik berperawakan tinggi itu terselamatkan dari tabrakan yg detik itu bisa saja merenggut nyawa nya.
Netra Nisa bertatapan langsung dengan sebuah mata jernih berwarna hijau terang,tatapan mata yg langsung menghunus ke arah manik hitam pekat milik Nisa.
kesadaran Nisa belum terkumpul sepenuh nya,ketika tubuh nya tiba-tiba di tarik oleh seseorang yg tak lain adalah Erik.
Erik khawatir sekaligus kesal melihat Nisa jatuh di atas seorang laki-laki,jika itu dia Erik tidak masalah.
"Astaghfirullah!"Nisa terperanjak kaget begitu menyadari bahwa ia hampir saja merenggang nyawa.
netra nya tidak memperduli-kan Erik yg sibuk membolak-balik tubuh nya mengecheck ada yg terluka atau tidak.
Pandangan Nisa teralih kan pada laki laki berwajah bule yg baru saja di tolong oleh sekertaris Wahyu.
"Are you oke Mr?"tanya Nisa setelah kesadaran nya kembali ke tubuh nya.
"Yes Mrs"jawab laki-laki bermanik hijau terang itu, Mark.
"Nis!kau baik-baik saja?bodoh!kenapa malah menolong ku! bagaimana jika terjadi sesuatu pada mu hah!."
__ADS_1
Bukan nya berterima kasih,Rendy malah membentak gadis yg telah menolong nya.
"Arggh berhenti membentak nya bodoh!dia hampir mati karena mu!."teriak Erik kesal, sementara Nisa yg mendengar memutar bola mata nya malas.
"Nona!lutut Anda berdarah."
semua orang terkejut karena laki-laki yg mereka kira seorang bule ternyata bisa berbahasa Indonesia.
Nisa menunduk melihat celana nya yg sedikit sobek karena terkena gesek kan aspal sedikit.
"Ah ini bukan apa-apa"Nisa tidak memperdulikan luka nya.
"Tuan bagaimana dengan anda?"tanya Nisa,netra hitam milik nya sibuk meneliti tubuh tegap nan kekar laki-laki di hadapan nya memasti kan tidak ada yg terluka.
"Saya tidak apa-apa nona,lain kali berhati-hati lah"Nisa menjawab nya dengan senyum manis yg berhasil membuat laki-laki di hadapan nya terpukau.
"Kenapa kau tak biar kan aku mati saja nis?"semua mata kini tertuju pada Rendy yg baru saja bersua,laki laki tampan itu menyesali karena keteledoran nya membuat nyawa sang sahabat hampir melayang.
"Kau masih bisa mengata kan itu di saat Nisa telah mempertaruh kan nyawa nya demi menyelamatkan mu?"tanya Erik tak percaya.
"Ren,nyawa itu berharga memang nya kau sudah bertobat hingga siap kembali kepangkuan sang illahi?"ledek Nisa,raut wajah Rendy mendadak pias bukan ledekan Nisa bagi nya itu adalah sebuah pelajaran yg bisa ia petik.
"Tuan,lengan Anda terluka biar...."belum sempat Nisa melanjut kan perkataan nya sekertaris Wahyu dan juga Erik langsung menyela secara bersamaan.
"Saya akan mengurus nya"potong mereka berdua cepat, membuat Nisa Mark menggeleng bingung.
"Tapi......tidak kah kita pernah bertemu sebelum Nya."
Nisa mengingat ingat wajah laki-laki di hadapan nya ini,dia seperti nya pernah melihat tapi di mana.
begitu juga sekertaris Wahyu merasa laki-laki itu tidak lah terlalu asing,namun banyak nya fikiran nya akhir-akhir ini membuat nya sulit mengingat.
"Benar kah?seingat saya ini pertama kali nya nona?."
dahi Mark berkerut dalam,berusaha mengingat menelaah di balik lembar demi lembar ingatan nya namun ia sulit mengingat.
"Mungkin kau salah Nona." Ujar Mark ragu.
Nisa tetap menggeleng,tapi tak urung dia menunduk lesu,dia paling tidak menyukai jika tak bisa mengingat sesuatu.
__ADS_1
"Jangan seperti itu nona Nisa,kau membuat ku semakin jatuh cinta"Erik masih sempat-sempat nya menggoda Nisa.
# like, komen and vote.