
FOLLOW IG AUTHOR:NIS3263.
HAPPY READING.
Bug.
Mark meninju di dinding di sebelah Nisa,darah mulai mengalir dari punggung tangan nya.
“gila?”nisa membeo pelan, netra nya berkaca-kaca.
“apa kau pernah berada di posisi ku?!tau apa kau Mark!apa kau pernah kehilangan orang yang kau sayang selama nya,di depan mata mu?!.”
Suara Nisa melemah.tangan nya memukul dada bidang Mark,tangis nya tumpah tanpa henti.
“lalu?apa itu bisa menjadi alasan mu terus terbelenggu masa lalu?!apa kau fikir hanya kau yang kehilangan bagaimana dengan keluarga nya nisa?.kau sudah menikah,dan kau adalah istri ku, haram bagi mu memikir kan laki-laki lain.”
Tangan Mark mencengkram lengan Nisa erat,jika tidak berbalut kan pakaian lengan panjang,mungkin kulit Nisa sudah berubah ungu.
“kau hanya boleh mencintai ku Nisa!itu kewajiban mu sebagai seorang istri,hanya cintai aku seorang!.”
Rahang Mark mengeras, urat-urat nya terlihat menonjol.sebuah kemarahan tampak terlihat dari netra nya.
Diam.nisa hanya berdiri gamang di tempat nya,air mata terus mengalir tanpa henti.
Nona.
Sekertaris Lee memandang Nisa iba.biasa nya gadis ini berhasil menahan diri untuk tidak menangis di hadapan orang lain,tapi kali ini Nisa kalah.
Bukan,Nisa tidak sakit hati karena perkataan mark.yang menjadi fokus nya sekarang, adalah fakta Mark menyinggung tentang sekertaris Wahyu.
“mark”nisa mendongak, bertatapan langsung dengan Mark.
“kau tau sakit nya di posisi ku bagaimana?.aku melihat dengan mata kepala ku sendiri, laki-laki yang ku cintai meregang nyawa.kau tau kan, kehilangan tiba-tiba adalah proses mengikhlas kan paling memaksa.”
Menghela nafas.rasa sesak menghantam dada Nisa, paru-paru nya kehilangan oksigen.
“aku berusaha bangkit sendiri,selama tiga tahun.dan selama tiga tahun itu juga aku selalu menyimpan nama nya.kau siapa melarang ku mencintai nya?”nisa menunjuk dada Mark dengan jari nya.
“tidak lebih dari laki-laki yang menarik ku untuk menjadi mempelai pengganti,yang melempar kan kontrak pernikahan pada ku.”
Mark seakan tertampar dengan perkataan Nisa,gadis itu memang benar.
Nisa berujar dengan sangat dingin,tatapan nya tajam,tapi air mata masih mengalir dari netra nya.
“tapi aku suami mu!kau hanya boleh mencintai ku!”mark semakin berteriak.
__ADS_1
Nisa tertawa hambar mendengar ucapan Mark.
“cinta?kau sendiri yang melarang ku mencintai mu dengan alasan kau masih mencintai Alicia Elizar.lalu apa sekarang?meminta ku mencintai mu?in your dream!kau lupa perjanjian yang kau buat?”seringai sinis terukir di wajah cantik Nisa.
“kau sudah melanggar nya,dua puluh triliun mu ku tunggu.”nisa berlalu pergi dari sana, setelah meluap kan semua isi hati nya.
Diam.mark benar-benar kesal karena Nisa semakin membantah nya.baru saja hendak berujar,kepala nya di hantam rasa sakit.
“tuan anda baik-baik saja?”sekertaris Lee berjalan mendekat,begitu melihat Mark tengah memegangi kepala nya yang pusing.
Bruk.
Tubuh Mark jatuh lebih dulu, karena suhu tubuh nya yang terlalu panas,Mark akhir nya pingsan tidak sadar kan diri.
Dengan cepat, sekertaris Lee menelfon sekertaris jhon memberi tau kondisi Mark,sebelum ia membawa suami sang nona pergi ke rumah sakit.
***
Mobil Nisa melaju dengan kecepatan sangat tinggi.kebiasaan gadis itu tidak berubah sama sekali,selalu saja melaju kan mobil dengan kecepatan di atas rata-rata.
“astaga princess,ini bukan arena balap.”
“ada apa dengan princess? dia seperti kesetanan saja.”
“princess, benar-benar meng-khawatir kan.”
Dor.
Nisa sampai di ruang bawah tanah Mansion milik king mafia dragon white, tanpa basa-basi dia melayangkan tembakan tidak tentu arah.
“honey sedang apa kau di sini?”renald yang sedang latihan mendekat ke arah Nisa.
“kau mau latihan?”renald bertanya lagi.
“anggap saja begitu.”nisa langsung melakukan serangan kepada Renald.
“hey,aku belum siap honey!”renald berteriak kesal,tapi tidak urung menangkis semua serangan Nisa.
Urusan Daddy nanti saja lah,paling di marahi dan di pukuli gara-gara melukai kim.kapan lagi bisa bertarung dengan black rose,dalam keadaan menggebu-gebu seperti ini?.
Renald terkikik dalam hati,sebenar nya ia khawatir dengan kemarahan king Mafia Dragon white nanti, karena ia sudah lancang bertarung dengan Nisa.
Tapi, Renald tidak bisa menyia-nyiakan kesempatan untuk bertarung dengan black rose,wanita terkuat di dunia Mafia.
“kim kau kenapa?”renald bertanya heran, karena netra Nisa sudah sangat merah.
__ADS_1
Aku tidak gila, aku yakin sekertaris Wahyu masih hidup.
Nisa masih terus memberi kan serangan,walau wajah nya sudah menerima banyak Luka,bahkan ada darah yang mengalir juga.
“ada apa ini?.”
Daddy?.
Renald menoleh,menatap polos ke arah king Mafia Dragon white.
Tanpa Nisa dan Renald sadari, pertarungan mereka berdua di lihat oleh king mafia dragon white.
“oh honey,maaf kau jadi berantakan”renald berpura-pura Merapih kan jilbab Nisa.
Please,ku mohon dad jangan salah kan aku,Kim yang mulai.
Gumam-gumam lirih,tapi masih terdengar oleh Nisa yang langsung menatap ke arah Renald tajam.
“kim Renald!”king mafia berteriak memanggil kedua anak nya.
Akan ada badai besar ini.
Begitu lah fikiran para anggota dragon white lain nya yang masih ada di ruang latihan, mereka ikut menikmati pertunjukan yang sedang terjadi.
“yes dad”nisa dan Renald menjawab bersamaan.
“ada apa dengan kalian berdua hah?!”suara king mafia meninggi.
“kami hanya latihan bersama dad,biasa lah kakak adik,iya kan Kim sayang?”renald menyenggol lengan Nisa,meminta gadis itu ikut berbohong.
“aku yang memulai nya”menjawab dengan wajah dingin.
“kim!"Renald berteriak tidak suka.
“aku hanya ingin membunuh seseorang.”
Renald dan king Mafia Dragon white terbelalak kaget mendengar jawaban Nisa.
“kau bermaksud membunuh kakak mu?”suara dingin mengintimidasi,king mafia memang bersikap tegas kepada anak-anak nya.
“anggap saja begitu”nisa mengendikan bahu acuh, selalu tenang di mana pun.
“tidak dad, Kim berbohong sekarang.aku yang memulai nya, karena aku tidak mau latihan sendiri.”renald mengelus lengan Nisa,menyelamat kan adik nya.
jangan seperti ini Kim,kau membuat ku merasa bersalah, karena tidak bisa menjaga mu dengan baik pada hal kau adalah satu-satunya wanita di hidup ku.
__ADS_1
# like, komen and Vote.