Istri Dadakan Tuan Muda.

Istri Dadakan Tuan Muda.
ada aku di sisi mu.


__ADS_3

FOLLOW IG AUTHOR:NIS3263.


HAPPY READING.


“nisa,kau bermimpi buruk?”mark mendekap tubuh Nisa yang bergetar hebat.


“aku melihat nya,aku tadi melihat nya mark”nisa bergumam lirih seperti orang kebingungan.


“iya,kau melihat siapa?”mark menangkup kedua pipi Nisa,memaksa istri nya menghadap ke arah nya.


“sekertaris wahyu.”


Sekertaris Wahyu?dia belum melupakan laki-laki itu ternyata.sampai bermimpi bertemu dengan Nya.


Mark hanya mampu memandang sendu ke arah Nisa, kesedihan gadis itu menular pada nya.


“nisa,aku tau kau sangat merindukan nya bukan,tapi jangan seperti itu, sekertaris Wahyu tidak akan tenang di alam sana jika kau terus meratapi kepergian nya.”


Mark mengecup dahi Nisa,mengelus punggung nya, berharap Nisa bisa tenang.


Mark masih berfikir ini hanya lah sebuah mimpi, Nisa hanya bermimpi bertemu dengan sekertaris Wahyu,hanya halusinasi semata.


“dia masih hidup!.”nisa memberontak dari dekapan Mark.


“aku bertemu dengan nya tadi,aku melihat nya,aku bahkan menyentuh wajah nya.”nisa berteriak tidak suka,menatap tajam Mark dengan mata merah nya.


“nisa, sekretaris Wahyu sudah tiada,kau hanya berhalusinasi.”mark menggengam tangan Nisa, mengelus nya perlahan.


“kenapa kau tidak percaya pada ku?”nisa mendongak,air mata luruh dari manik nya.


Nisa maaf.


Mark hanya mampu terdiam, melihat sang istri yang sangat hancur.di ujung hati nya,rasa tidak percaya timbul, karena orang yang sudah tiada tidak akan hidup lagi bukan?.


Kecewa,marah karena Mark tidak percaya pada nya.


“aku tidak berhalusinasi,aku menyentuh wajah nya dengan tangan ku,aku melihat nya,bahkan aku mengejar nya hingga ke lobby rumah sakit.”


Nisa semakin histeris,air mata mengalir di wajah nya yang berantakan.


Oh Nisa ku,kenapa kondisi mu seperti ini?.


Mark mendekap erat tubuh Nisa, menghujani pucuk kepala nya dengan banyak kecupan penuh kasih sayang.


“hiks,kenapa kau tidak percaya pada ku Mark,pada hal kau tau aku tidak pernah berbohong.”di dalam dekapan Mark,Nisa terisak.


Diam.mark tidak bisa mengatakan apapun untuk situasi yang membingung kan seperti ini.


Hanya usapan pada punggung Nisa yang terus berlanjut,bahkan ketika Nisa susah tertidur.

__ADS_1


“selamat tidur,semoga mimpi indah.”mark menyelimuti tubuh Nisa,sebelum ikut berbaring di ranjang rumah sakit.


Mark menghela nafas panjang, menatap ke arah Nisa yang terbaring di sebelah nya.


Terlihat damai,tanpa beban.


Mark bergumam-gumam dengan sangat lirih.sebelum akhir Nya menutup mata,menyusul Nisa ke dalam mimpi.


Pagi hari nya.


Ruang rawat inap VVIP.


Terjadi perdebatan kecil di ruang dengan nuansa minimalis dan juga cat putih khas rumah sakit.


“nisa,ayo buka mulut mu.”mark menyuap kan sesendok bubur kepada Nisa yang masih diam tidak bergeming.


Memaling kan wajah,Nisa terus-menerus menolak sedari tadi.


“kau marah pada ku karena kejadian semalam?.”mark menatap tajam ke arah Nisa.


“aku tidak percaya pada mu karena kita melihat sendiri makam nya bukan?.”mark menarik tangan Nisa, menggengam nya pelan.


Nisa menoleh, menggengam erat tangan Mark.menyalur kan kesedihan yang selama ini ia pendam seorang diri,tanpa niat berbagi pada siapapun.


“makan ya?,kita akan membahas nya nanti.”mark melanjut kan kegiatan nya menyuapi Nisa,sudut hati nya nyeri melihat luka yang teramat di wajah sang istri.


Kenapa kau terus berpura-pura kuat?ada aku di sisi mu kan.


“minum obat,segera lah sembuh.”


Nisa hanya mengangguk singkat,meminum obat yang baru di sodor kan oleh Mark.


Tok,tok.


Mark berdiri membuka pintu.di luar berdiri Bern dengan buket besar serta boneka Teddy bear berwarna putih,dan juga sekertaris Jhon yang duduk di kursi roda.


“kakak ipar aku datang untuk menjenguk mu!.”


Tanpa permisi.bern menerobos masuk,mengulas senyum tipis menyapa Nisa.


“terima kasih”nisa menjawab singkat.


“kau sangat cantik kakak,ah andai saja kau dulu selalu membalas surat yang ku kirim,pasti sekarang kau akan menjadi istri ku bukan istri mark.”


Bersungut-sungut tidak suka.bern menarik kursi,duduk di dekat ranjang Nisa.


“surat apa?!”tanya Mark dengan nada tinggi.


“cih!kah tidak tau ya,aku kan pengagum rahasia kakak ipar, setiap bulan aku selalu mengirim hadiah dan surat pada kakak ipar.”

__ADS_1


Ya walaupun tidak pernah di balas,jangan kan di balas aku tidak yakin kakak ipar melirik nya.


Bern meratap dalam hati,tidak yakin Nisa melirik hadiah nya.


“kau!dasar laki-laki tidak tau malu! bagaimana bisa kau mengirim surat pada istri sahabat mu sendiri?!”mark berteriak kesal.


“surat?aku selalu mendapat banyak surat.”nisa melirik ke arah Mark,lalu ke arah Bern yang diam dengan wajah lesu nya.


“tuan,lebih baik anda mandi,suster membawa kan pakaian anda.”melirik ke arah nakas, sekertaris Jhon buka suara.


“kau sedang tidak bersekongkol dengan Bern kan?”menaruh curiga pada semua orang, sekertaris pribadi nya Juga.


“mandi lah.”titah keluar dari bibir Nisa,sebuah titah yang tidak dapat di bantah oleh Mark lagi.


Setelah Mark berlalu ke kamar mandi yang ada di pojok ruangan, sekertaris Jhon mendekat ke arah Nisa.


“saya dengar anda pingsan di Lobby rumah sakit,apa terjadi sesuatu nona?”tanya sekretaris Jhon.


Menggeleng.nisa memandang keluar,ada kegamangan yang terlihat di mata nya.


“kakak ipar,kau tidak sedang hamil bukan?”bern menebak asal.


“jaga mulut anda.”aura dingin menguar hebat, Nisa tidak suka dengan sikap Bern yang asal bicara.


Belahan kota lain.


Brak.


Sebuah meja bergetar,seiring dengan gebrakan tangan king mafia dragon white.


“bagaimana bisa adik mu di serang Renald?!.”suara king mafia meninggi, mengetahui putri angkat nya di serang.


“maaf dad,ren juga tidak tau.yang ren dengar mereka gangster yang mencari masalah dengan Mark suami kim.”renald menunduk,takut dengan kemarahan sang ayah.


“di mana Kim sekarang?.”


“rumah sakit milik keluarga Asterio.”jawab Renald pelan.


“kita kesana sekarang!.”


King Mafia Dragon white dan Renald menuju ke rumah sakit tempat Nisa di rawat, Dengan pengawalan yang cukup ketat juga.


Di pandu oleh pengawal bayangan Nisa,mereka berhasil menemukan ruangan tempat Nisa di rawat.


Brak.


Renald menendang pintu dengan kasar,membuat orang-orang yang ada di dalam memekik kaget.


“daddy?”nisa bergumam lirih.

__ADS_1


“king?.”


#like,komen and Vote,and hadiah nya ya readers kesayangan author bidadari ayah.


__ADS_2