
FOLLOW IG AUTHOR:NIS3263.
HAPPY READING.
Nisa hanya mengangkat sudut bibir nya,tidak tersentuh sedikit pun.
“nisa!berani sekali kau membuat istri seorang Kevin arlando julliano berlutut.”
Nisa tersenyum sinis.
“Mengancam?aku lebih berpengaruh di dunia bisnis dari pada anda tuan julliano.selain istri dari pengusaha nomor satu,aku juga seorang pebisnis,ku rasa kita berdua cukup tau semematikan apa aku?.”
Nisa menjawab santai.sebagai seorang istri dari pengusaha besar dan Juga salah satu orang paling berpengaruh di dalam dunia bawah.
“apa kau merasa diri mu suci dan hebat karena membuat istri ku berlutut?!”kevin semakin berteriak.
“aku tidak meminta nya,aku tidak membenci nya,hanya saja aku tidak mengenal nya,mungkin dia salah orang.”
Tangan Mark mengepal, perkataan Nisa terdengar menyakitkan.terutama ketika wanita itu tetap keukeh pada pendirian nya,tidak ingin memaafkan sahabat nya sendiri.
"Nisa kau keterlaluan.”
Selalu seperti ini,aku selalu salah di mata kalian.Memang nya salah ya berpura-pura baik-baik saja?.
Nisa tersenyum miris.hati nya di landa rasa sesak,Mark memang tidak pernah memihak nya sekalipun.
"Berdiri lah,aku sudah memaafkan anda nona julliano”nisa mundur satu langkah kebelakang.
"Nisa,aku ingin memeluk mu.”amerra hendak berhamburan ke dalam pelukan Nisa,tapi urung karena gadis itu kembali mundur memberi jarak.
“aku memang tidak pernah benar di mata mu, walaupun status ku seorang istri.”
Nisa menatap tajam ke arah mark.tatapan yang berhasil membuat Mark terdiam,tatapan itu adalah tatapan yang sama.
“nis,aku...”
Nisa mengangkat satu tangan Nya,melarang Mark berbicara.
“aku sadar posisi ku tidak lebih dari mempelai pengganti.”
Deg.
Jantung Amerra berhenti di tempat,mata nya membelalak tidak percaya.
Nisa mempelai pengganti?.
“nis,apa maksud mu?dia memaksa mu?.”amerra mencekal tangan wanita yang akan pergi itu.
__ADS_1
“jangan ikut campur.”nisa menepis tangan Amerra,berlalu pergi tanpa menoleh sedikit pun ke belakang.
Orang-orang di masa lalu ku berdatangan,ini alasan ku tidak ingin kembali.kematian sekertaris Wahyu adalah badai besar di hidup ku,yang masih memporak-porandakan hati ku hingga kini.
Ini lah alasan Nisa tidak ingin kembali ke Indonesia.banyak orang-orang di masa lalu nya berdatangan, sekarang Amerra dan Kevin, mungkin saja sebentar lagi dia akan bertemu dengan Yusuf mantan suami nya.
Bruk!.
Nisa menutup pintu ruangan Nya dengan sangat kencang.luruh di rantai sembari menekuk lutut nya sendiri,di sebelah nya terdapat alat bantu nafas manual.
"Aku lelah berpura-pura baik-baik saja.”nisa bergumam sangat lirih,menyandar kan tubuh nya di pintu.
Menghela nafas,Nisa mulai melaksanakan pekerjaan nya lagi.
Menjelang siang,ia kembali keluar untuk makan siang.tapi sedari tadi,ia belum melihat kehadiran Mark.
“Dia kemana sih?.”gumam Nisa lirih.
“nisa,kau sudah selesai?ayo cari makan.”
Mark mendadak muncul di sebelah Nisa.membuat Wanita dengan jilbab hitam itu membola jengah,menatap tajam ke arah Mark.
Mereka memutus kan untuk makan di sebuah restauran milik sahabat nisa.baru saja masuk Nisa tertegun mendengar suara seseorang.
"Khumaira?”
Nisa tidak menjawab.berbalik,dia langsung berhadapan dengan seorang laki-laki tampan dengan poni hitam yang hampir menutupi separuh mata kanan nya.
Karena penasaran,Mark ikut berbalik.memandang heran ke arah laki-laki yang memandang lekat ke arah nya.
"Assalamualaikum khumaira.”
“waalaikum sallam”nisa menjawab tenang.
Khumaira?sejak kapan nama Nisa yang dulu Khoirun Nisa berubah jadi Khumaira.
Dahi mengeryit dalam.mark tampak nya sedang berusaha mengingat-ingat nama lengkap Nisa.
"Apa kabar? lama tidak bertemu.ternyata kamu tidak berubah sedikit pun.”laki-laki yang tidak lain adalah Yusuf mantan suami Nisa itu menyapa lembut.
"Alhamdulillah mas,aku baik.”nisa mengulas senyum tipis, panggilan nya pada Yusuf tidak berubah.
"Kapan-kapan datang lah ke pesantren.kondisi Aisyah tidak baik-baik saja sekarang,dia mengalami depresi sejak kematian sekertaris Wahyu.”
Nisa memandang lekat ke arah Yusuf.tangan nya mengepal, mendengar nama Aisyah.wanita yang sudah menghancur kan hidup nya,ingin merebut sekertaris Wahyu dari nya dulu.
"Tentu saja, sore ini aku akan datang melihat keadaan aisyah.”
__ADS_1
Agar dia melihat betapa bahagia dan sukses nya aku sekarang.
Lanjut Nisa di dalam hati.
“hem”mark ber-dehem singkat,menarik perhatian dua manusia berbeda jenis ini.
“mas perkenal kan,dia Mark suami ku.dan Mark, perkenal kan mas Yusuf mantan suami ku.”
Nisa bersikap tenang,seakan tidak masalah jika Mark bertemu dengan mantan suami nya.
"Yusuf.”yusuf lebih dulu mengulur kan tangan nya kepada Mark.
"Mark.”mark menjawab uluran tangan itu singkat, hati nya berdecih tidak percaya diri, karena mantan suami istri nya sangat lah tampan.
"Mas,kami permisi.sore nanti kami akan berkunjung, assalamualaikum.”nisa menarik tangan Mark berlalu pergi dari sana.
Private room.
Mark menghela nafas sangat panjang,menyandar kan tubuh tegap nya ke kursi,mengamati Nisa yang sibuk dengan makan siang milik nya.
"Mantan Suami mu sangat tampan, kenapa bercerai dari nya?.”mark menyindir, karena di mata nya Yusuf adalah sosok yang sempurna.
“apa peduli mu”nisa menjawab tanpa mengalih kan pandangan nya pada semangkuk sup panas.
“Kenapa kau tidak jujur saja alasan kau cerai dari nya?.”
Terkekeh pelan.nisa mendongak, bersiap menyembur kan lahar panasnya.
“Dan kenapa kau tidak jujur saja bahwa sebenar nya kau masih mencintai Alicia Elizar?.“balas Nisa telak.
"Ah sudah lah,aku selalu kalah jika berdebat dengan mu.”mark menggerutu karena sangat kesal,selalu saja kalah jika berdebat dengan Nisa.
“ini hidup,ada kala nya diam adalah emas,dan ada kala nya berbicara adalah pedang.”
Nisa tiba-tiba berbicara seperti itu.
“jadi kau benar-benar tidak ingin memberi tau Kenapa kau bercerai dengan mantan suami mu?,aku ini suami mu nis aku berhak tau segala nya.”
Nisa memutar bola mata nya jengah,kesal karena sikap Mark yang sangat ingin tau kisah masa lalu nya.
Kisah masa lalu yang dengan susah payah Nisa tutup.tidak membiar kan celah-celah untuk masuk terbuka, karena sejujur nya luka itu belum lah kering.
“kau tau jawaban ku,aku mencintai sekertaris wahyu.”
Nisa menoleh,menatap Mark tajam,tersirat kesedihan dan luka di dalam nya.
“em.Nis,ini dunia masalah akan datang silih berganti.menangis bukan lah sebuah dosa,memang nya kau tidak mau menunjuk kan pada dunia bahwa kau juga manusia?bukan wonder woman.”
__ADS_1
#Like, vote komen.