
FOLLOW IG AUTHOR:NIS3263.
HAPPY READING.
“kau tidak mengenal ku dengan baik.”nisa berujar santai.
Dor.
Sebuah tembakan Nisa layang-kan kepada rebbeca glario,tepat mengenai betis wanita itu.
“diam!seluruh mansion sudah di kepung.”
Diam.nisa tidak bergerak di tempat nya berdiri ketika seseorang menodong kan pistol di belakang kepala nya.
sudah pasti itu adalah anak buah rebbeca glario,musuh berat nya di dunia bawah.
ini lah alasan ku membenci dunia bawah,mereka bisa menghancur kan ku jalan pun mereka mau.
“kalian lupa sedang berhadapan dengan siapa kan?”nisa berbalik,menatap tajam orang yang baru menodong kan pistol ke arah nya.
“kau hanya wanita murahan!”maki nya.
Tangan Mark mengepal,tidak terima wanita nya di katakan murahan.
“wanita murahan ini yang akan membuat mu terbunuh,kau hanya selir seorang king.hanya simpanan,kau kira mampu bersaing dengan ku?”nisa menyeringai, menodong kan pistol nya tepat di dada kan rebbeca.
“kau juga sama!kau hanya gadis murahan yang di angkat menjadi anak oleh king mafia dragon white!kau lebih hina dari ku!."rebbeca terus memaki nisa.tanpa sadar Nisa menang sedang mengulur waktu.
"oh ya?setidak nya aku bukan seorang selir yang hanya di gunakan untuk memuas kan nafsu king nya.dan juga, memiliki predikat Queen Mafia number one,bukan karena orang di belakang nya.melain kan segala yang di miliki nya bukan?kau tau betapa bahaya nya aku,tapi kau mau mencari masalah aku."
Queen Mafia number one.predikat paling tinggi,dan paling di incar oleh semua wanita di dunia bawah.
karena predikat itu lah rebbeca glario begitu membenci Nisa.
"semua nya masuk!'”nisa berteriak memanggil anak buah nya di luar.
“kalian urus mereka!aku masih ada urusan dengan nya!”titah Nisa,menatap tajam ke arah rebbeca glario.
“kau mau berurusan dengan ku bukan?”nisa menyeringai,kaki nya terangkat,memberi tendangan tepat di wajah rebbeca.
Dor.
Dor.
Dor.
Baku tembak terjadi,semua anggota rebbeca glario lumpuh di tangan Anggota black rose,luka sayatan terlihat di perut bagian kanan milik Nisa.
“kita pergi!”tanpa basa-basi Nisa melangkah pergi,membiar kan Mark menatap punggung sang istri dengan perasaan sedih.
Pukul tiga dini hari waktu setempat.
Queen Mafia number one?.
__ADS_1
Mark menghela nafas.menatap jejeran pengawal yang di tugas kan untuk menjaga Mansion Asterio,pengawas di tambahkan agar tidak kecolongan lagi.
“dimana Nisa?”mark berdecak karena Nisa belum pulang.
“kau mencari ku?”nisa yang baru datang melalui jendela kamar Mark menyeringai.
“kau sudah tau identitas ku sebenar nya kan? karena itu jangan cari masalah dengan ku,aku bisa membunuh mu kapan pun aku mau.”
Nisa menyeringai sinis,duduk di jendela.
“kau benar-benar mafia?”tanya Mark takut.
“ya.”nisa menjawab singkat.
“aku tidak peduli kau mafia atau bukan,yang ku tau kau istri ku.”mark berujar jengkel, menggendong Nisa menuju ke ranjang.
“mana luka mu?sudah di obati?”mark bertanya penuh kekhawatiran.
“sudah, jangan khawatir.”nisa merebah kan tubuh nya di ranjang,belum juga memejam kan mata,Mark kembali bersuara.
“kau harus minum obat kan?bangun Nisa!”nisa menggeleng,kembali memejam kan mata nya.
***
Mafia.
Mark terus mondar-mandir di ruang kerja nya.dia sudah berangkat kerja sedari pagi,tapi dia sama sekali tidak peduli dengan setumpuk pekerjaan di meja kerja.
Fakta demi fakta tentang Nisa terungkap.mulai dari putri angkat mafia dan juga fakta bahwa ia seorang mafia.
“nisa adalah mafia”
Sekertaris Jhon diam tidak terkejut sama sekali.
“bagaimana jika dia membunuh ku karena membuat nya menangis?”mark mondar-mandir, teringat sikap nya dulu.
“nona Kim tidak mungkin membunuh Anda tuan.sedari dulu anda lah yang menjaga nya,membantu karir nya.”
Sekertaris Jhon mengeluar-kan jawaban ambigu,tapi terbukti kebenaran nya.
Sejenak mark terdiam,netra hijau nya menerawang jauh entah kemana.
Ya.tapi dia tidak tau itu aku,mungkin juga dia tidak tau keberadaan ku.
Raut wajah Mark berubah drastis.
Brak.
Mark dan juga sekretaris Jhon tersentak kaget melihat pintu ruangan Mark di dobrak kencang.
Bug.
Sebuah bogem mentah menyapa pipi Mark,membuat pria itu hampir tersungkur.
__ADS_1
“kau!berani nya kau memaksa putri ku menikah dengan mu hah?!.”
Nisa yang baru datang hanya diam.melihat ayah angkat nya,tuan besar Kim menarik kemeja Mark.
“nona.”
Nisa menoleh, menyeringai tipis melihat sekertaris Jhon menyapa nya dengan wajah pucat pasi.
Aku tidak mengundang mereka,tiga laki-laki kesayangan ku datang.
Nisa terkekeh dalam hati,menatap tuan besar Kim,papa nya dan juga king mafia dragon white.
Ketiga ayah nya itu datang melabrak Mark tanpa basa-basi,untung saja kakak-kakak Nisa tidak datang, jika mereka datang,Mark mungkin akan kehilangan nyawa nya dalam sekejap.
Keposesifan ayah-ayah Nisa memang patut di waspadai,mereka bagaikan banteng yang siap menyeruduk siapa saja yang main-main dengan putri mereka.
“jendral!kau tidak ingin memukul nya?”tuan besar Kim bertanya pada Jendral yang tidak lain adalah ayah kandung Nisa.
“aku sudah melakukan nya”jawab nya santai.
“tapi aku belum.”king mafia Dragon white maju, menghadiahi Mark dengan satu pukulan yang berhasil membuat laki-laki itu tersungkur.
Walau sudah tua,ternyata king masih kuat ya.
Sekertaris Jhon memandang ngeri.berjalan mendekat ke arah Nisa,mencari perlindungan di balik tubuh sang Nona.
“nona, tolong tuan muda.apa nona tidak kasihan melihat kondisi tuan?”bisik sekertaris Jhon lirih.
“aku tidak peduli.”nisa mengendikan bahu nya acuh.
“kau!apa karena kau kaya kau bisa memaksa putri kami ha?!”mark di ikat tepat di kursi kebesaran nya.
Sial,Nisa memiliki tiga laki-laki berbahaya di belakang nya.
Mark mengumpat.
“apa dia memaksa mu dengan membawa nama Lee?!”tebak tuan besar Kim.
Nisa mengangguk singkat,membiar kan ketiga ayah nya menghukum Mark.
“nona,anda tidak kasihan pada tuan?”tanya sekertaris Jhon lagi.
Mengangkat bahu acuh,Nisa enggan bereaksi sekarang.
“kita harus memberi nya pelajaran”tuan besar Kim berteriak geram.
“bagaimana jika kita bunuh saja dia?”tuan besar Kim bertanya dengan sangat antusias.
“itu terlalu mudah”king mafia dragon white tidak setuju.
“kalian benar,kita harus menyiksa nya lebih dahulu.”jendral menyeringai.
Glek.
__ADS_1
Mark menelan Saliva nya kasar, menatap tiga ayah dari istri dadakan nya.
# like, komen and Vote.