
FOLLOW IG AUTHOR:NIS3263.
HAPPY READING
"Jangan seperti itu nona Nisa,kau membuat ku semakin jatuh cinta"Erik masih sempat-sempat nya menggoda Nisa.
Pada hal kondisi tidak memungkin kan ia langsung mendapat kan hadiah tatapan tajam dari Rendy.
"Jika kau ingin menikah dengan Nisa,kau harus lulus seleksi dari ku."
Rendy membusung-kan dada bidang nya bangga,semua laki-laki yg mau dan ingin dekat dengan Nisa harus lulus ujian dari nya.
"Tuan,sekali lagi terima kasih banyak."
Nisa tidak memperduli-kan perdebatan antara Rendy dan Erik.
Dengan anggun,nisa membungkuk kan badan penuh terima kasih ke arah laki laki yg tidak di ketahui nama nya.
"Sama sama nona sekali lagi saya pamit."
Nisa mengangguk lalu melambai-kan tangan nya ke arah laki-laki tampan yg baru saja berlalu pergi masuk ke dalam mobil.
Ke esokan pagi nya.
Takdir membuat sekertaris Wahyu kembali bertemu dengan sosok yang telah menyelamat-kan Nisa, Mark.
Saat itu, sekertaris Wahyu tengah mengemudi kan mobil di tengah malam,dengan kondisi hujan lebat.
Di tengah jalan, tiba-tiba seseorang laki-laki menghadang nya.
“siapa itu?”tanya sekertaris Wahyu bingung.
Mengambil payung sekertaris Wahyu segera keluar,netra nya terbelalak kaget melihat Mark berlumuran darah.
“astagfirullah,dia kan?”tanpa fikir panjang, sekertaris Wahyu memapah Mark untuk masuk ke dalam mobil.
Mobil sekertaris Wahyu memecah deras nya hujan,menuju rumah sakit terdekat.
Begitu sampai di sana,para petugas langsung membawa tubuh Mark masuk ke ruang IGD.
1 jam kemudian.
dengan setia, sekertaris Wahyu menunggu Mark untuk sadar.ia sama sekali tidak beranjak dari tempat duduk nya,walau pun hanya sedetik.
“Kami membutuh kan donor darah segera!”ujar dokter yang menangani Mark.
“Kata kan golongan darah nya dok?saya akan meminta anak buah saya mencari nya!”
__ADS_1
“A resus negatif”jawab dokter.
A resus negatif?.
“golongan darah saya sama dengan nya,silah kan ambil darah saya”karena golongan darah nya sama, sekretaris Wahyu langsung mendonor kan darah nya.
“baik lah,mari ikut saya.”
Setelah selesai,Mark di pindah kan ke ruang rawat inap.
Selama kurang lebih tiga hari,Mark koma sekertaris Wahyu selalu mengunjungi nya, pagi siang dan bahkan ia sering tidur di rumah sakit.
“eugh”di hari ke empat,Mark membuka mata nya.
“anda Baik-baik saja?”tanya sekretaris Wahyu.
“aku dimana?kepala ku pusing sekali.”mark mengeluh.
mengerjap kan mata nya berulang kali,menyesuai kan dengan cahaya yang menembus ke dalam rentina nya.
“di rumah sakit,saya menemu kan anda tergeletak di pinggir jalan,dengan tiga luka tembak.”
Sekertaris Wahyu menarik kursi,duduk di sebelah ranjang mark.menatap dalam ke arah pemuda yang baru sadar kan diri.
“aku harus pulang,mommy ku pasti menunggu ku.”mark bergumam pelan, berusaha bangkit dari tempat nya berbaring.
“thank you”
Sekertaris Wahyu hanya mengangguk singkat.
Akhir nya setelah satu Minggu berlalu,Mark di perboleh-kan pulang.semua hal tentang keberangkatan nya kembali ke negara A sudah di tangani oleh sekertaris Wahyu.
“terima kasih untuk segala nya,aku akan membalas mu.kata kan saja bagaimana bisa aku membalas mu,kau tau kan seberapa kaya nya aku?.”
Tanya Mark, laki-laki bermanik mata hijau terang itu bersungguh-sungguh,mengingat sekertaris Wahyu lah yang menyelamat kan nya.
Sekertaris Wahyu mengulas senyum tipis.
“anda ingat wanita yang sudah anda selamat kan dulu?jika terjadi sesuatu pada saya,jaga dia.anggap saja sebagai bentuk balas budi.”
Kalimat itu meluncur mulus dari bibir sekertaris Wahyu,entah apa yang mendasari nya.
“menjaga nya?baik lah aku akan menepati janji ku pada mu.jika sampai terjadi sesuatu pada mu,aku akan menjaga nya dengan baik.baik itu keselamatan ataupun karir nya,aku akan menepati janji ku.”
Dengan mantap Mark menyanggupi amanah yang di beri kan oleh sekretaris Wahyu.
“terima kasih”jawab sekretaris Wahyu.
__ADS_1
Aku sudah menitip kan diri mu pada laki-laki yang tepat nona.setidak nya,jika umur saya sudah tidak panjang lagi,ada yang akan menjaga Anda.
Batin sekertaris Wahyu.
“jangan berterima kasih,aku melakukan nya dengan senang hati.aku akan menepati janji ku apapun yang terjadi,wanita mu aman bersama ku.aku pasti akan mengawasi nya dua puluh empat jam, tanpa henti.”
Mark mengulas senyum manis.
“ini,anggap sebagai kenang-kenangan.di surat itu ada semua hal tentang Nisa,baik yang dia sukai ataupun tidak.aku menyerah kan nya pada mu,jaga dia untuk ku.”pinta sekertaris Wahyu.
“pasti.”
Flash back off.
“maaf kan aku Nisa,aku tidak bermaksud melukai mu.saat aku tau kabar kematian sekertaris Wahyu,aku langsung terbang ke indonesia.”
Mark mendongak,menatap sendu ke arah sang istri yang masih tidak sadar kan diri.
“aku menepati janji ku pada nya untuk menjaga mu,menjaga karir mu selama tiga tahun.selama tiga tahun aku berada di belakang mu, mengawasi dan memasti kan kau baik-baik saja.”
“dan saat kita bertemu lagi,aku baru sadar bahwa aku gagal.aku gagal menjaga mu, karena kau semakin dingin dan berantakan.kau bahkan terlibat dunia bawah,aku gagal menjalan kan amanah nya.”
Mark terisak kencang, menggengam tangan Nisa dengan sangat erat.
Tidak ada sahutan,hanya dentingan jam yang terdengar.
di luar, sekertaris Jhon yang baru kembali setelah mengantar Yusuf menghela nafas.
maaf tuan,andai saya menyaran kan anda untuk memberi tau nona Kim lebih dulu,mungkin semua nya tidak akan serumit ini.
sekertaris Jhon bergumam lirih,rasa bersalah jelas ia rasa kan.
“bagaimana keadaan Kim,Jhon?”nyonya besar Asterio mendekat, bertanya khawatir.
“belum ada perkembangan nyonya.saya harus kembali ke kantor, permisi.”sekertaris Jhon membungkuk hormat,berlalu pergi dari sana.
ceklek.
nyonya besar Asterio mendekat ke arah Mark,mengelus pelan punggung Mark.
“mommy,semua ini kesalahan ku”mark memeluk pinggang Nyonya besar Asterio,terisak di perut sang ibu.
“tidak,kau tidak salah sayang.nisa tidak akan menyalah-kan mu.ini adalah kecelakaan,jangan seperti itu ya?.”
mommy mengerti semua nya,mommy mengerti Mark kau sangat mencintai Kim.
Nyonya besar Asterio mengelus lembut rambut hitam Mark, pandangan nya terus menatap ke arah Nisa yang terbaring di ranjang.
__ADS_1
# like, komen and vote.