
FOLLOW IG AUTHOR:NIS3263.
HAPPY READING.
Baku tembak terjadi.semua Anggota dragon white membentuk formasi melindungi sang princess dari depan, sementara di belakang Nisa tengah melindungi Mark dengan tubuh nya.
Dor.
Peluru mengenai bahu kanan Nisa, membuat mari memekik karena sangat kaget.
“itu tidak mempan untuk ku”nisa masih bersikap biasa saja,ia masih fokus berkelahi.
Selang beberapa menit kemudian,Nisa dan anak buah nya berhasil menuntas habis para gangster.
“jangan di bunuh,hukum mereka seperti biasa”titah Nisa.
“baik princess.”semua anggota dragon white yang hadir, menjawab serempak.
“princess,king meminta anda untuk berkunjung.”pengawal bayangan mendekat,berbisik pelan.
“aku akan datang.”singkat Nisa,berlalu pergi dari sana.
Mobil melaju dengan cepat menuju rumah sakit milik keluarga Asterio,mengingat kondisi sekertaris Jhon cukup parah dengan banyak luka di tubuh nya.
Sampai di rumah sakit,Nisa dan sekertaris Jhon mendapat kan pertolongan pertama.
Mark memutus kan untuk menemani Nisa,dia sendiri yang akan mencabut peluru yang masih bersarang di bahu istri nya.
“aku sudah membius mu,jadi ini tidak akan sakit,jangan takut.”
Walaupun seorang bisnisman,Mark tentu tau ilmu kedokteran.dia sendiri yang akan menangani Nisa.
“selesai, sekarang beristirahat lah.”nisa hanya mengangguk.
Dert, dert.
Suara handphone memecah keheningan,Nisa melirik ternyata Renald menghubungi nya.
“jika kau ingin bertemu Alicia Elizar silahkan aku tidak masalah”nisa turun dari ranjang,membiar kan Mark terpaku di tempat.
“sekertaris wahyu.”baru saja membuka pintu ruang rawat nya hendak keluar,Nisa menatap tidak percaya pada sosok laki-laki yang tengah berdiri membelakangi nya.
Hanya punggung kekar dan tegap.tapi,Nisa tidak mungkin salah mengenali seseorang.
“tunggu!”tak menghirau kan dering handphone, Nisa mengejar laki-laki yang baru memasuki lift.
“itu kau,kau kembali.aku yakin,aku benar-benar merindukan mu”nisa bergumam panik,berlari cepat mencari tangga darurat.
Dengan langkah setengah berlari,Nisa melewati satu-persatu anak tangga.
__ADS_1
“sekertaris Wahyu!”nisa menarik tangan laki-laki yang baru keluar dari lift.
Berbalik.nisa tertegun menatap wajah di hadapan nya,wajah yang sangat ia rindukan selama bertahun-tahun.
“kau kembali?aku merindukan mu”dengan tangan bergetar,Nisa hendak menyentuh wajah tampan laki-laki itu.
Diam, laki-laki itu tidak bergeming.tanpa banyak bicara, laki-laki itu pergi meninggal kan Nisa.
“sekertaris Wahyu tunggu!”nisa berteriak,hendak berlari lagi tiba-tiba seseorang suster yang sedang membawa troli menabrak nya.
“auh”nisa meringis kesakitan,ujung benda besi itu mengenai perut nya, tepat di sebuah luka akibat tendangan gangster.
Sekertaris Wahyu,aku harus mengejar nya,dia tidak boleh meninggal kan ku lagi.
Langkah Nisa tertatih, karena perut nya semakin sakit,di tambah tubuh nya yang masih sangat lemah.
Bruk.
Pada akhir nya tubuh menyerah,Nisa menutup mata nya, pingsan di Lobby rumah sakit,demi mengejar sosok sekertaris Wahyu.
“kakak!”ken yang datang setelah mendengar kabar bahwa Mark di serang,memekik kaget.
“astaga,kak”ken menggendong nisa,membawa nya cepat menuju ruang perawatan.
“dimana Mark?”nyonya besar Asterio bertanya geram.
Plak.
Sebuah tamparan mendarat keras di pipi Mark.
“laki-laki macam apa yang sudah ku lahir kan ini! bagaimana bisa kau meninggal kan istri mu yang sedang pingsan hanya untuk wanita tidak baik seperti nya!”.
Nyonya besar Asterio bersungut-sungut tidak suka,menatap tajam ke arah Mark.
“pingsan?Nisa tidak pingsan mom,dia sedang menjawab telpon”mark menggeleng tidak percaya.
“telpon apa nya?!dia pingsan di Lobby rumah sakit!”suara Nyonya besar Asterio semakin meninggi.
“dan kau!dasar wanita tidak tau malu!jauhi putra ku sekarang!dia sudah menikah dengan wanita yang juta-an kali lebih baik dari mu!.”
Nyonya besar Asterio menuding tepat di depan wajah Alicia Elizar yang masih diam membeku di tempat, tidak percaya dengan sikap nyonya besar Asterio yang berubah sangat drastis pada nya.
“mom”mark protes.
“diam!jangan membantah mommy!ikut mommy sekarang!”nyonya besar Asterio menarik tangan Mark menjauh dari Alicia Elizar.
Sebenar nya apa salah ku pada kalian?kenapa kalian semua yang dulu sangat menyayangi ku kini membenci ku?.
Alicia Elizar memandang punggung kekar Mark yang perlahan menjauh.
__ADS_1
Netra milik nya berkaca-kaca.dia tidak mengetahui apapun termasuk keguguran yang ia alami.
Alicia Elizar hanya tau dia mengalami kecelakaan,dan entah apa yang terjadi hingga Mark marah lalu menikah dengan desainer itu.
***
“kak!kau kemana saja?!kenapa membiar kan kakak ipar pingsan?"Ken menodong Mark dengan banyak pertanyaan.
“anak haram tidak perlu ikut campur.”mark berkata dengan sangat ketus.
Tidak lama setelah itu.pintu UGD terbuka,di brankar Nisa tengah terbaring lemah dengan selang infus di tangan Nya.
“ayo!”ken menarik tangan Mark untuk mengikuti brankar milik Nisa ke ruang rawat nya.
“mark jangan berbuat sesuka mu,hargai nisa”begitu sampai di ruang rawat,nyonya Asterio memberi kan peringatan.
“iya mom”mark menjawab singkat.
Menjelang tengah malam.tuan besar dan nyonya besar Asterio,serta Ken pamit undur diri,mereka membiar kan Mark untuk merenung seorang diri.
Aku sudah berjanji pada jendral,aku akan menjaga mu.dan perlahan,menghapus nama Alicia Elizar dari hati ku.
Mark memandang wajah cantik yang sedang terbaring di brankar dengan pandangan sendu.
“sekertaris Wahyu!.”
Mark tersentak kaget ketika Nisa mendadak terbangun,lalu berteriak dengan sangat keras.
“nisa,kau bermimpi buruk?”mark mendekap tubuh Nisa yang bergetar hebat.
“aku melihat nya,aku tadi melihat nya mark”nisa bergumam lirih seperti orang kebingungan.
“iya,kau melihat siapa?”mark menangkup kedua pipi Nisa,memaksa istri nya menghadap ke arah nya.
“sekertaris wahyu.”
Sekertaris Wahyu?dia belum melupakan laki-laki itu ternyata.sampai bermimpi bertemu dengan Nya.
Mark hanya mampu memandang sendu ke arah Nisa, kesedihan gadis itu menular pada nya.
“nisa,aku tau kau sangat merindukan nya bukan,tapi jangan seperti itu, sekertaris Wahyu tidak akan tenang di alam sana jika kau terus meratapi kepergian nya.”
Mark mengecup dahi Nisa,mengelus punggung nya, berharap Nisa bisa tenang.
Mark masih berfikir ini hanya lah sebuah mimpi, Nisa hanya bermimpi bertemu dengan sekertaris Wahyu,hanya halusinasi semesta.
“dia masih hidup!.”nisa memberontak dari dekapan Mark.
“aku bertemu dengan nya tadi,aku melihat nya,aku bahkan menyentuh wajah nya.”
__ADS_1