
FOLLOW IG AUTHOR:NIS3263.
HAPPY READING.
“kau!”mark menunjuk ke arah wajah sekretaris Steven,rahang nya mengeras.
“hah-hah!.”
Mark dan juga semua orang yang ada di ruang rawat Nisa menoleh.panik, karena istri dari Mark itu mengalami sesak nafas tiba-tiba.
“dokter!cepat panggil dokter!”sekertaris Steve dan juga Mark berteriak panik.
“nisa,ku mohon jangan tinggal kan aku”mark menggengam tangan Nisa dengan sangat erat.
“kak,keluar yuk! dokter akan memeriksa kakak ipar”ken menahan bahu mark, mengajak laki-laki itu berlalu pergi.
“mommy!”mark yang masih lemah tersungkur di lantai.
“son!”nyonya besar Asterio berteriak kaget,segera mendekap tubuh putra sulung nya.
“nisa mom,dia tadi sesak nafas,pada hal waktu Mark operasi,Nisa baik-baik saja.”mark terisak,di dekapan nyonya besar Asterio.
Maaf,maaf.aku tidak bisa menjaga nya dengan baik sesuai permintaan mu.aku yang menjadi sumber luka nya selama ini,bukan pelindung seperti yang kau harap kan, maaf.
Mark berulang kali meminta maaf,entah kepada siapa.
Di pojok sana.sekertaris Steven menyandar kan tubuh nya ke dinding.menghela nafas,jantung nya berdebar, khawatir dengan kondisi Nisa di dalam sana.
Nona,saya mohon bertahan.hidup lah dengan baik sesuai permintaan sekertaris Wahyu,jangan membuat saya merasa bersalah.
“kau baik-baik saja?”bern dan Lucas mendekat,menyapa.
“hem”dehem sekertaris Steven.
“aku iri pada mu waktu itu.kau dekat dengan wanita yang ku sukai dan ku kagumi,bahkan kalian di kabar kan memiliki hubungan dekat.aku benar-benar iri waktu itu.”
Lucas terkekeh mendengar Bern bersungut kesal pada sekertaris Steven,senyum nya berkembang.
“dia sudah menjadi milik orang lain”jawab sekertaris Steven lesu.
“mark ya? laki-laki itu benar-benar beruntung.”
Sekertaris Steven mengangguk.tangan nya saling bertaut khawatir dengan kondisi Nisa sekarang.
Bruk.
__ADS_1
“mark!”semua orang memekik melihat Mark jatuh tidak sadar kan diri.
***
"Aku akan mengambil nya kembali"
Mark menoleh, menggeleng pelan dengan tubuh bergetar.
"Jangan,aku mulai mencintai Wanita mu"Mark berteriak.
"Aku tetap akan membawa nya pergi,kau egois dan ringan tangan untuk wanita sebaik Nisa ku"
Mark menggeleng,tidak ingin berpisah dengan Nisa, Wanita yang selama ini ada bersama dengan nya.
"Aku mohon,izin kan aku mencintai nya sekali saja,aku tidak akan melukai nya lagi,aku janji."Mark berlutut di hadapan laki-laki tampan dengan lesung pipi di pipi kanan nya.
"Kau tidak pantas untuk nya,aku tetap akan mengambil nya kembali"suara tegas mengudara.
"Tidak,jangan ambil dia.aku mengaku salah, karena sebagai seorang suami tidak bisa menjaga nya,tapi ku mohon jangan bawa dia"Mark menggeleng tegas.
"Kau bukan imam yang baik untuk nya.tubuh nya lemah, paru-paru nya juga begitu.tapi semenjak kehadiran mu dalam hidup nya,dia hanya memiliki satu keinginan,menyusul ku ke alam keabadian."
"Sekertaris Wahyu!"Mark berteriak tidak terima.
"Sejak awal hati nya milik ku,aku akan tetap mengambil nya,dia sudah lelah dengan dunia yang di jalani nya selama ini!."
"Tidak"Mark menggeleng,tangis nya luruh.
"Aku akan tetap mengambil nya,membawa nya bersama ku, karena laki-laki seperti mu tidak pantas ada di sisi nya!."
"Dia milik ku,kau bukan siapa-siapa di hidup nya.jangan ambil dia! aku mencintai nya,kau tidak berhak merebut nya!."Mark semakin berteriak keras,air mata nya mengalir.
"Dia akan bahagia dengan ku.kami akan pergi ke alam keabadian bersama,dia sudah lelah hidup bersama dengan mu"ujar sekertaris Wahyu,membalik-kan tubuh, menghilang dari pandangan Mark.
"Tidak!"
“Mark!”Nyonya besar Asterio memekik kaget,segera mengguncang bahu Mark,membangun kan sang putra.
“Astaga”Mark terduduk.nafas nya terdengar memburu,dada nya juga terasa sesak.
“astagfirullah”mark beristigfar, dengan jantung yang masih berdebar hebat.
“kau kenapa son?mimpi buruk Hem?”nyonya besar Asterio mengulur kan segelas air putih.
“mommy! Nisa istri ku kan? laki-laki itu tidak berhak membawa nya pergi!dia tidak berhak membawa Nisa pergi,istri ku tidak boleh meninggal kan ku sendirian di dunia ini!.”mark berteriak, seperti orang depresi.
__ADS_1
“mommy,kakak kenapa?”ken masuk, menatap heran ke arah Mark.
“ada apa Mark?kenapa kau berteriak seperti itu?”tuan besar bertanya.
Berteriak.mark tidak peduli dengan pertanyaan orang-orang di sekitar nya.dada nya di hantam batu besar,membuat nafas nya terasa sesak.
“no!Nisa ku tidak boleh pergi,no!. Alicia I hate you!”mark berteriak lagi, menutup kedua telinga nya, ketika perkataan sekertaris Wahyu berdengung di telinga nya.
"Aku akan tetap mengambil nya,membawa nya bersama ku, karena laki-laki seperti mu tidak pantas ada di sisi nya!."
"Dia akan bahagia dengan ku.kami akan pergi ke alam keabadian bersama,dia sudah lelah hidup bersama dengan mu."
Mark mencabut infus di punggung tangan kanan nya.tanpa memperduli kan darah yang menetes, Mark berlari menuju ruangan Nisa.
Tidak,ku mohon ya Allah.jangan ambil dia,jangan ambil istri ku,aku mulai mencintai nya sekarang.jangan,ku mohon jangan ambil dia.
“mark!”
“kakak!”
suara teriakan menggema.ken dan seluruh orang mengekori langkah Mark,berteriak keras karena laki-laki yang di panggil diam tidak bergeming,terus berlari dengan sangat kencang.
aku mulai mencintai nya,jangan renggut cinta ku ya Allah.aku benar-benar akan membahagia kan nya sekarang,aku janji.
Mark terus berdoa, langkah nya perlahan melemah.
“mark?”lucas,Bern dan sekertaris Steven yang sudah menunggu cemas di ruang rawat Nisa, mengeryit bingung.
“di mana Nisa ku?!”bentak Mark,menatap sekeliling.
brak.
pintu ruang rawat Nisa terbuka kasar.mark menatap tajam ke arah bankar,selimut putih menutupi tubuh wanita yang ia cintai sekarang.
“nisa!.”
Mark berteriak histeris,suara nya menggema bahkan hingga penjuru ruangan.tatapan nya sendu, dengan kaca-kaca bening di dalam nya,menatap sosok yang tengah terbujur di atas ranjang.
# like, komen and Vote.
# Assalamualaikum warahmatullahi wa barakatuh
Author balik lagi yah guys
Like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen and vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote
__ADS_1