
FOLLOW IG AUTHOR:NIS3263.
HAPPY READING.
Mark mengangguk,pamit undur dari dari hadapan sang papa mertua yang terus mengintrogasi nya sedari tadi.
Saat hendak membuka pintu, terdengar sebuah percakapan, antara Nisa dan sang mama.
"Sayang,mama tau kau masih mencintai sekertaris itu.tapi dosa hukum nya bagi seorang istri untuk mencintai laki-laki lain selain suami nya.“
Mama menggenggam tangan Nisa, berusaha memberi kan nasihat dengan cara yang lembut.
Lalu apa kabar dia yang masih mencintai wanita lain,di hadapan ku secara terang-terangan.bahkan meminta ku untuk sadar diri posisi ku sebenar nya.
Nisa menatap sang mama dengan raut wajah tenang,tapi tangan nya mencengkram seprai.
"Nak"mama mengambil tangan Nisa.
"Mama yakin dia sosok suami yang baik"mama berujar dengan sangat lembut dan penuh perhatian.
"Yakin?"sudut bibir Nisa terangkat, tersenyum penuh ejekan tentu nya.
"Bagaimana dengan Yusuf?mama juga yakin pada nya.bahkan rela memberi kan anak gadis satu-satu nya mama untuk di jadi kan istri kedua"
Nisa berujar santai namun sarat akan sindiran dan juga sebuah ketidaksukaan.
"Sayang.mama lihat cinta di mata Yusuf yang sangat besar pada mu,bahkan melebihi cinta nya pada istri pertama nya,mama hanya ingin yang terbaik untuk mu"
Mama menggeleng,menampik semua fakta yang Nisa berikan, berusaha memberi pengertian pada sang anak.
"Mama melihat cinta di mata kami?"Nisa mengalih kan pandangan nya pada iPad di tangan nya.
"Tidak bukan?"mama terdiam,Nisa benar tidak ada cinta di mata mereka berdua untuk satu sama lain.
"Cinta akan datang seiring waktu,kalian harus saling membuka hati.”
"Membuka hati?itu tidak akan pernah terjadi,ketika dua pihak tidak memiliki niat"Nisa menjawab singkat.
"Nak"
"Aku lelah ma,aku ingin tidur Sekarang"Nisa membaring kan tubuh nya secara perlahan.
"Baik sayang,jaga diri mu dengan baik"mama mengecup pelan kening Nisa,sebelum melangkah pergi dari sana.
__ADS_1
"Mark kau ingin istirahat,masuk lah nak Nisa sedang tidur"mama menyapa Mark yang berdiri di ambang pintu.
"Iya ma"singkat Mark.
Begitu masuk,Mark tidak melihat Nisa sedang tidur.ia masih duduk di kursi,dengan iPad dan juga beberapa lembar kertas desain di atas ranjang.
"Nisa,aku ingin berbicara dengan mu sebentar saja"Nisa menoleh,mengangguk singkat, meletakan iPad milik nya di samping kasur.
"Ada apa?"Nisa duduk dengan benar.
"Kapan kita pulang?"tanya Mark hati-hati.
Semoga saja macan betina ini tidak marah-marah.
Mark berdoa dalam hati, menghindari perdebatan yang biasa terjadi jika mereka berdua mengobrol.
"Tidak besok"menjawab acuh,Nisa menatap Mark tajam,tampak mulai menyadari tujuan Mark sebenar nya.
"Kau ingin bertemu Alicia Elizar kan?tampak nya rindu mu sudah tidak terbendung,pulang lah sekarang.”
Tanpa basa-basi Nisa meminta Mark untuk pulang, karena laki-laki itu terus mengungkit kepulangan sedari tadi,membuat nya muak saja.
"Nisa"
"Kenapa?takut mereka memarahi mu karena meninggal kan istri sah mu seorang diri demi wanita yang menyakiti mu"
"Nisa! kenapa kau tidak mau mengerti!aku masih mencintai Alicia Elizar!cinta nya pada ku juga sama besar!"
Suara Mark semakin tinggi.untung nya kamar Nisa kedap suara,jadi tidak ada yang mendengar suara keributan dari dalam kamar mereka.
"Cinta? setelah dia hamil anak laki-laki lain,kau terlalu bodoh karena selalu mengguna kan hati"Nisa menatap tajam ke arah Mark,dia jelas tidak suka dengan perkataan Mark.
Suami macam apa dia yang berani-berani nya mengatakan bahwa dia mencintai wanita lain di hadapan istri nya sendiri.
Nisa mengepal kan tangan nya,mata nya memerah karena menahan emosi.
"Kau yang bodoh.kau hanya mengguna kan akal tanpa mengguna-kan hati,itu lah alasan yang membuat mu suka menyakiti orang lain"
Nisa yang hendak keluar, terhenti.mark benar-benar menghina nya terus-menerus, mengungkit emosi nya yang sering tidak terkendali.
"Aku mengguna kan kedua-dua nya, karena menggunakan hati tanpa akal adalah hal paling bodoh"Nisa membalik kan tubuh nya, menghadap ke arah Mark.
Sejenak mata mereka berdua saling memandang.tangan mereka berdua juga sama-sama mengepal,emosi yang juga mendadak meninggi.
__ADS_1
"Kau istri ku sudah seharus nya seorang istri menuruti semua perkataan suami Nya!"Mark membentak Nisa,meninju tembok tepat di sebelah nya.
Nisa terkekeh sumbang mendengar ucapan Mark, terutama perkataan laki-laki itu tentang suami.
Kekehan yang cukup mengeri kan untuk di dengar oleh beberapa orang, karena Nisa adalah orang yang sangat sulit tertawa.
"Suami?suami macam apa yang mengatakan mencintai wanita lain di hadapan istri nya sendiri,bagi ku kau tidak lebih dari laki-laki asing yang melempar-kan kontrak pernikahan pada ku"
Santai, dingin dan juga tepat sasaran.
Jantung Mark seakan di hujan ribuan anak panah tidak terlihat.sakit,tapi tidak berdarah.perkataan Nisa melesat hingga menyentuh relung terdalam Mark.
Nisa berhasil,hanya dengan kalimat nya ia menampar Mark.membuat laki-laki itu sadar sedang berhadapan dengan siapa sekarang.
Melihat Mark terdiam,Nisa segera mendorong laki-laki itu.melangkah pergi, sembari mengguna kan selendang berwarna hitam untuk menutupi kepala nya yang berbalut jilbab hitam.
"Non mau kemana?"kepala pelayan mendekat.
"Kunci motor ku paman"Nisa mengadah kan tangan nya,meminta kunci motor sport milik nya.
"Tidak"kepala pelayan menggeleng.
"Putri paman sudah besar rupa nya ya?"Kapala pelayan mengelus lembut jilbab Nisa, melafalkan beberapa doa untuk gadis itu.
"Iya,aku sudah dewasa paman.”nisa mengangguk,mata nya berkaca-kaca.
"Putri paman orang yang kuat,tanpa bantuan orang lain ia terbiasa bangun sendiri setelah terjatuh"
Nisa mengangguk, mengulas senyum tipis.
"Ini, berhati-hati lah.jangan seperti dulu,ini jalan raya bukan arena balapan"kepala pelayan mengingat kan, karena Nisa biasa nya lepas kendali jika sudah memegang motor sport milik nya.
"Paman mau mencoba nya lagi?aku dengan senang hati melakukan nya"Nisa menyeringai penuh kejahilan.
"Tidak paman cukup trauma naik motor bersama dengan mu,paman mu ini sudah tua"kepala pelayan terkekeh dengan sangat pelan.
"Kau ingin menemui nya?"Nisa mengangguk, mengulas senyum lebar.
"Kau pasti sangat merindukan nya,begitu juga dengan nya dia pasti sangat merindu kan mu,kau kan sudah lama tidak menemui nya"
"Aku sangat merindukan nya paman"Nisa mendongak, menatap langsung ke arah kepala pelayan.
"Temui lah sayang,lepas kan rindu mu dengan Nya"kepala pelayan mengantar kan Nisa keluar.
__ADS_1
Membiar kan Nisa menaiki motor sport berwarna hitam.kepala pelayan mengulas senyum sangat tipis, bahagia karena kondisi Nisa baik-baik saja sekarang.
#Like, vote komen.