Istri Dadakan Tuan Muda.

Istri Dadakan Tuan Muda.
sekertaris Lee juga melihat nya?.


__ADS_3

FOLLOW IG AUTHOR:NIS3263.


HAPPY READING.


Nisa menghela nafas panjang, pagi ini dia di sibuk-kan dengan Mark yang ternyata sedang sakit.


“nisa,kepala ku pusing.”


Rengekan demi rengekan Terus meluncur di bibir Mark.


Sedari pagi dia terus bergelayut di lengan Nisa,menempel seperti lem tanpa mau lepas,dengan alasan sedang sakit.


“mark, pekerjaan ku sedang banyak sekarang.kau tau kan?kami memiliki jutaan pesanan dari berbagai negara, karena peragaan busana kemarin.”


Menggeleng.mark memasang wajah imut,agar nisa tidak tega meninggal kan nya pergi.


“aku sedang sakit sekarang, kenapa kau tidak peduli”memasang wajah jengkel,Mark terus berusaha membujuk Nisa.


“bukan,aku bukan tidak peduli, tapi pekerjaan ku banyak”nisa terus berusaha membujuk Mark untuk mengizinkan nya kerja.


“kenapa kau tega pada ku?saat kau sakit kemarin aku bekerja dari rumah untuk menjaga mu”berteriak kesal,Mark merasa tidak di hargai dan di sayangi sekarang.


“mark”nisa menghela nafas.


“aku ikut kau saja”menyahut mantel,dan syal,Mark menarik Nisa untuk turun.


“mark kau sedang sakit?”nyonya besar Asterio bertanya panik, melihat kehadiran putra sulung nya.


“hanya demam mom,aku akan ikut Nisa bekerja”menjawab singkat,Mark berlalu pergi bersama Nisa.


Di luar.sekertaris Jhon sudah bersiaga di depan mobil dengan setelan jas lengkap,hendak mengantar kan Mark periksa ke dokter.


“tuan,kita jadi pergi ke dokter?”tanya sekertaris Jhon sopan, mengangguk.


singkat menyapa Nisa.


“aku akan ikut Nisa bekerja.”walaupun kepala nya tengah berdenyut pusing,Mark tetap keukeh ikut Nisa bekerja.


“apa?dalam kondisi seperti ini?”tanya sekertaris Jhon.


“nisa akan menjaga ku”mark mengulas senyum tipis,membuka pintu mobil lalu masuk.


Di dalam mobil,Nisa sibuk dengan pekerjaan nya yang akhir-akhir ini menumpuk karena ia tidak bisa kembali ke Korea.


“jaga diri Anda tuan”sekertaris Jhon berpesan ketika Mark akan menyusul Nisa masuk ke dalam butik.

__ADS_1


“hem”mark menjawab singkat.


Di ruangan pribadi nya.nisa sibuk dengan beragam laporan yang berdatangan.


“nisa kepala ku benar-benar pusing”mark meletakan kepala nya di pangkuan Nisa yang tengah duduk di Sofa.


“kau mau minum obat?”nisa bertanya,netra nya masih fokus pada laporan di hadapan nya.


“kau punya?”mark Bertanya balik.


“aku akan meminta Lee untuk membawa kan mu obat”nisa segera mengirim pesan kepada sekretaris Lee untuk membawa kan obat.


Tidak lama, sekretaris Lee masuk dengan membawa obat penurun panas,dan juga sebuah baskom berisi air hangat.


“ini pesanan anda nona”sekertaris Lee segera menyerah kan nya pada Nisa.


“mark ayo minum,aku akan mengompres mu nanti.”


Mark menurut.mulai meminum obat seperti perintah Nisa,sebelum merebah kan diri nya lagi di pangkuan sang istri.


“kau mau ke rumah sakit?”nisa bertanya penuh perhatian, mengompres dahi Mark mengguna kan air hangat.


“tidak mau”mark menggeleng,mengerat kan pelukan nya di pinggang Nisa.


“bagaimana dengan pesanan untuk KNN boutique sekertaris Lee?”jemari Nisa menelusup di sela-sela rambut Mark,mengelus nya pelan.


Menggeser layar iPad.sekertaris Lee menjelas kan kemajuan KNN boutique, dengan singkat dan padat.


“bahan baku nya?apa kita kehabisan kain?”tanya Nisa lagi.


“em,aku mengantuk”mark melenguh,menelusup kan kepala nya di belahan jilbab Nisa.


“semua nya aman nona kim.rumah mode juga aman nona,kita tidak kekurangan karyawan.karena,tuan Mark mengirim kan beberapa anak buah nya kesana.”


Nisa mengangguk singkat.tatapan nya beralih ke arah Mark,yang tampak tidur di pangkuan nya.


“anda memikir kan sesuatu nona?”sekertaris Lee bertanya, karena ia memang sudah mengenal Nisa cukup lama.


“aku bertemu dengan nya”netra Nisa menerawang jauh,tapi tangan nya masih membelai kepala Mark.


“siapa nona?”


“sekertaris Wahyu.”


Jujur sebenar nya sekertaris Lee sedikit ragu dengan jawaban nisa.tapi melihat kesungguhan dan keyakinan yang terpancar di mata sang nona,ia tidak bisa berbuat apa-apa.

__ADS_1


“anda yakin nona?”tanya sekertaris Lee lagi,penuh keraguan.


Semua orang meragukan ku ya?.


Menggigit bibir bawah nya.nisa berusaha mengendalikan emosi yang mendadak berubah Tinggi.


“beberapa Minggu yang lalu.saat kau melihat ku berdiri di depan butik dengan setangkai mawar,aku baru bertemu dengan nya.”


Dia belum melupakan sekertaris itu ternyata.


Mark membatin,dia belum tidur.tapi, karena kepala nya yang sedikit pusing,Mark memutus kan untuk memejam kan mata sejenak,tapi sebuah fakta kembali muncul.


“maksud anda?satu Minggu yang lalu?saya memang melihat anda mengobrol dengan laki-laki,tapi tidak tau siapa?.”dahi sekertaris Lee mengeryit dalam, berusaha mengingat-ingat.


Satu Minggu yang lalu.dia memang berdiri di depan pintu butik, menunggu kehadiran Nisa.


Tapi rasa heran menyelimuti nya.karena,Nisa mendadak berhenti pandangan nya terpaku pada seorang laki-laki di hadapan nya yang membawa setangkai mawar.


“aku tidak berhalusinasi kan?”nisa bertanya antusias.


“sampai kapan?”mark membuka mata nya,menatap Nisa dengan tajam.


Sampai kapan kau terus menyangkal fakta bahwa sekertaris itu sudah meninggal.


Mark bangun dari pangkuan nisa.tatapan nya benar-benar dingin dan tajam, karena menganggap Nisa terlalu berhalusinasi.


“sampai kapan kau terus bertindak bodoh seperti itu?!dia sudah meninggal Nisa!tiga tahun yang lalu!”suara Mark meninggi.


“aku melihat nya!dan dia belum meninggal.”nisa berdiri dari duduk nya,suara nya meninggi.


“kau gila?!berhenti berhalusinasi dia masih hidup!kau punya kehidupan mu sendiri! kau sudah menikah Nisa,jangan lupa kan itu”mark berbicara penuh penekanan.


“tuan”sekertaris Lee berbicara, berusaha melerai ketegangan yang tengah terjadi.


“kau gila!apa kau tau? selain pisikopat kau juga gila Nisa!kau terus berfikir sekertaris Wahyu masih hidup,dia sudah tiada Nisa tiga tahun lalu,kita melihat makam nya.”


Bug.


Mark meninju di dinding di sebelah Nisa,darah mulai mengalir dari punggung tangan nya.


“gila?”nisa membeo pelan, netra nya berkaca-kaca.


“apa kau pernah berada di posisi ku?!tau apa kau Mark!apa kau pernah kehilangan orang yang kau sayang selama nya,di depan mata mu?!.”


Suara Nisa melemah.tangan nya memukul dada bidang Mark,tangis nya tumpah tanpa henti.

__ADS_1


“lalu?apa itu bisa menjadi alasan mu terus terbelenggu masa lalu?!apa kau fikir hanya kau yang kehilangan bagaimana dengan keluarga nya nisa?.”


#Like,komen and vote READERS.


__ADS_2