Istri Dadakan Tuan Muda.

Istri Dadakan Tuan Muda.
Dia?


__ADS_3

FOLLOW IG AUTHOR:NIS3263.


HAPPY READING.


“kau boleh menghina ku sesuka hati mu.tapi,tidak seharus nya kau berkata kasar pada Ken!dia adik mu!.”


Nisa yang sedari tadi hanya duduk diam tanpa melirik.mendadak berdiri,emosi nya tersulut mendengar kata anak haram.


“jangan ikut campur!dia memang anak haram,aku membenci nya sedari lahir,seharus nya aku membunuh nya!.”


Nisa mengepal kan tangan nya geram,tatapan nya berubah nyalang.telinga nya terasa panas mendengar semua cacian yang di layang kan Mark kepada ken.


“mark!jaga bicara mu!”nisa berdiri di hadapan Ken, melindungi adik ipar nya itu.


“mom,Ken pamit ada janji.”ken memilih untuk pergi dari sana.


“ikut aku!.”tangan Nisa di tarik oleh Mark dengan kencang,begitu sampai di kamar,Mark membentur kan tubuh wanita itu di dinding.


“kau ternyata laki-laki yang mudah goyah.kau mengatakan di depan papa untuk menjaga ku, tapi setelah bertemu Alicia Elizar semua nya berubah.”santai,tapi menusuk,Mark benar-benar kesal dengan perkataan Nisa.


“aku mencintai nya.”mark mengendur kan pandangan nya.


“aku benar-benar mencintai nya,sama seperti cinta mu pada mendiang sekertaris itu.”


Deg!.


Nisa berusaha mengendalikan diri untuk tidak terpengaruh sekarang.


Nisa tau dan mengerti.dari mata Mark,Nisa faham sebesar apa cinta laki-laki itu pada Alicia Elizar, sama seperti cinta nya kepada sekretaris Wahyu.


Cinta.semua orang bisa buta akan kesalahan pasangan masing-masing karena satu kata yang bernama cinta.


Mungkin itu yang sedang terjadi dengan Mark, mata nya telah di tutupi dengan banyak nya cinta untuk alicia Elizar.


“mau berbagi beban dengan ku?.”


Seperti biasa,Nisa akan bersikap dewasa, menyamping kan ego yang ia miliki.


Nisa merentang kan tangan nya,membiar kan Mark memeluk tubuh nya.


Dalam hitungan detik,pria itu sudah menerjang tubuh Nisa.mendekap tubuh wanita itu dengan sangat erat,tidak lama terdengar isakan dari bibir Mark.


“aku sangat mencintai nya.”nisa mengangguk,menepuk pelan punggung Mark.

__ADS_1


Aku pernah berada di posisi mu.tapi kau sangat beruntung, orang yang kau cintai masih hidup dan selamat dari maut,tapi aku?aku hanya mampu mendoakan nya dari jauh.alasan ku tak mau bercerai dengan mu, karena aku tidak mau menikah lagi.


Nisa menengadah menahan air mata yang berlomba ingin mengalir.tangan nya masih setia menepuk punggung kekar Mark.


Ke esokan pagi nya.


Setelah menjalan kan shalat subuh berjamaah dengan Mark.nisa sibuk di depan meja rias,ada janji temu hari ini.


“nisa,ambil kan dasi ku!”terdengar suara teriakan dari ruang ganti.


“iya!”nisa hanya mengangguk, mengambil dasi berwarna merah,mulai memasang kan di leher Mark.


“kau mau kemana?.”mark menyipit, penampilan Nisa terlihat sangat cantik sekarang.


“aku ada janji,sekitar pukul delapan nanti.”menepuk pelan dada Mark,Nisa mundur memberi jarak.


“dengan siapa?”mark bertanya dengan tatapan penuh intimidasi.


“seseorang.ayo turun!”nisa tidak menjawab dengan siapa ia akan bertemu.


Mereka berdua turun ke bawah,di meja makan semua orang sudah menunggu.


“daddy akan mengizinkan mu menemani Alicia Elizar, tapi dengan syarat kau harus di temani oleh Kim!."


Tuan besar Asterio angkat bicara.


“kau ikut dengan ku saja,kita akan mampir ke rumah sakit sebentar.”di dalam mobil Mark kembali membahas hal yang sama.


“aku sedang ada janji.”nisa melirik jam yang melingkar di tangan nya.


“memang nya kau mau bertemu siapa sih?.”mark bersungut-sungut tidak suka,Nisa terlihat sangat antusias.


“seseorang,Jhon berhenti di Restoran depan!.”


Asisten Jhon yang sedang menyetir hanya bisa mengangguk patuh,mulai berhenti di tempat yang nona muda nya sebut kan.


“tunggu!aku suami mu.aku berhak tau dengan siapa kau bertemu!.”mark menarik tangan Nisa, ketika wanita itu hendak keluar dari dalam mobil.


“oh ya?kau mengaku sebagai suami ku sekarang?.tidak ada seorang suami yang tega meminta izin untuk menemani mantan kekasih nya.”


Nisa menatap tajam ke arah Mark, dia tidak suka ada yang mengekang kebebasan nya,siapapun itu.


“aku sedang tidak ingin berdebat.”nisa menepis kasar tangan Mark,turun dari mobil melangkah menuju sebuah ruangan khusus.

__ADS_1


“lama tidak bertemu nona Kim,anda tidak berubah.”seorang laki-laki tampan menyapa Nisa,senyum manis terukir di wajah nya,melihat gadis yang masih terpatri jelas di hati nya Baik-baik saja.


Nisa hanya mengulas senyum tipis,menarik sebuah kursi,duduk dengan tenang.


“saya baru dengar kabar pernikahan anda dari nona Biru, selamat.saya tidak menyangka,anda akan menjadi istri dari seorang pebisnis besar.”


“terima kasih.”hanya itu reaksi Nisa.


“bagaimana pernikahan anda sekertaris Steven?.”


Laki-laki yang tidak lain adalah sekertaris Steven itu mengulas senyum tipis.


Cinta nya masih tersisa untuk gadis ini.cinta yang sudah berusaha ia pendam selama kurang dari tiga tahun, karena kebodohan nya sendiri.


Sekertaris Steven tentu terkejut, mendengar kabar pernikahan nisa.tapi untaian syukur terucap dari bibir nya, karena Nisa sudah menemukan laki-laki yang tepat.


“demi putri saya, virgin.saya memutus kan untuk melanjutkan pernikahan kami nona.kami sama-sama salah,dan sekarang sedang berusaha memperbaiki diri.”


Sekertaris Steven Gerrard menyesap segelas kopi hangat di hadapan nya,menuntas kan rindu pada sosok Nisa.


“saya tau,anda masih mencintai saya bukan?.”nisa mendongak, bertatapan langsung dengan sekertaris Steven.


Ya!anda memang tidak pernah salah menebak nona,anda selalu benar.


Sekertaris Steven hanya mampu mengangguk singkat,semua ini salah nya karena mengambil sebuah keputusan Bodoh.


”siapa yang berani mencintai istri ku!.”


Brak!.


Pintu ruang private room tempat Nisa dan sekertaris Steven bertemu di tendang kasar oleh seseorang.


Mark berdiri dengan wajah dingin nya,kesal karena Nisa pergi begitu saja meninggal kan nya.


“selamat pagi, Mr.mark.”sekertaris Steven berdiri dari duduk nya, membungkuk hormat kepada Mark.


“kau meninggal kan ku untuk bertemu dengan nya?.”nisa hanya mengangguk,enggan menimpali pertanyaan Mark.


Cih!dia meninggal kan ku hanya untuk bertemu laki-laki seperti ini?.jelas aku lebih tampan,seksi bahkan lebih kaya.


Mark menatap sekertaris Steven dahi atas hingga bawah, tidak ada keunggulan sama sekali.


“tuan,lebih baik kita segera duduk.”sekertaris Jhon yang baru masuk, menengahi—duduk di dekat sekertaris Steven.

__ADS_1


Mark dengan kesal duduk di dekat Nisa.masih terus menatap tajam ke arah sekertaris Steven.


“mark,kenal kan dia sekertaris Steven.”nisa memperkenal kan Mark pada Steven.


__ADS_2