Istri Dadakan Tuan Muda.

Istri Dadakan Tuan Muda.
yang terjadi selama tiga tahun.


__ADS_3

FOLLOW IG AUTHOR:NIS3263.


HAPPY READING.


“melupakan?anda tidak tau ya saya terbaring di rumah sakit jiwa selama satu Minggu?”nisa menatap tajam ke arah Kevin.


“apa?”amerra terperangah kaget,berbeda dengan Mark yang langsung terdiam.


“kaget?kalian pasti tidak menyangka aku mantan pasien Rumah sakit jiwa”nisa menjawab santai.


“honey, jangan di bahas lagi ya?”mark meraih tangan Nisa, terbelalak kaget karena melihat darah di tangan nya.


“honey,apa yang kau lakukan?”mark panik bukan main.


“diam di sini,karra ayo kita cari kotak P3k”dengan menggendong karra,Mark berlalu pergi mencari keberadaan kotak p3k.


“nisa,kau pasti bercanda kan?”amerra menggeleng, sementara Kevin hanya terdiam.


“anda bukan sahabat saya,untuk apa saya bercanda pada orang asing.”nisa menatap dengan tatapan dingin,tidak ada yang bisa menebak apa yang dia Fikiran.


“nisa,maaf karena ku hidup mu hancur.kau gadis yang baik,aku benar-benar minta maaf.aku tidak meminta Wahyu mengorban kan diri nya,ini di luar kendali ku.”


Kevin menunduk,menghela nafas panjang.menatap Nisa dengan pandangan bersalah.


“kalian tau kenapa aku membenci kalian berdua?”nisa memandang Kevin dan Amerra bergantian.


“karena kalian egois.kalian berfikir setelah sekertaris Wahyu tiada,semua nya selesai sampai di sini. tapi,kalian salah semua nya tidak selesai,ada hati yang belum ikhlas hingga detik ini.”


Jleb.


Kevin dan Amerra terdiam.hati mereka di tusuk sebuah pedang tak kasat mata, langsung menembus hingga hati terdalam.


“nisa,ini takdir”amerra menyanggah.


“nona Juliano,saya tau ini takdir.maut ada di tangan Tuhan,kita tidak ada yang tau.termasuk bagaimana cara Tuhan mengambil nya,dan di tangan siapa.hanya saja,kalian terlalu sibuk dengan kebahagiaan kalian sendiri,tidak peduli ada orang lain yang tengah mengalami depresi berat,dan harus ketergantungan obat penenang.”


Mata Nisa memerah,air mata nya mengalir tanpa henti.dada nya terasa sesak, mengingat bahwa selama satu Minggu dia masuk rumah sakit jiwa karena sering berteriak di tengah malam.


“aku berjuang sendirian,kalian merenggut segala nya,tapi kalian tidak pernah peduli pada dampak nya.kalian bahagia karena kehadiran karra,tapi aku berduka karena kematian sekertaris Wahyu,aku selalu berteriak histeris di tengah malam, karena kejadian itu merenggut segala nya!tapi kalian tidak peduli!.”

__ADS_1


Nisa berteriak keras, menatap tajam.


“hanya Rendy yang menemani ku di rumah sakit,aku sendirian.mulai detik itu aku membenci kalian,membenci kalian yang selalu mementing kan diri sendiri, terutama kau Amerra,kau wanita tidak tau diri!.”


Amerra terisak,menunduk mendengar semua cacian dan hinaan yang di beri kan Nisa pada nya.


“kalian mengata-kan kalian mengenang nya bukan?aku pun sama,tapi aku tidak bisa melupakan nya.aku sendirian,membangun semua nya dari awal tanpa sandaran,kalian tidak tau betapa sulit nya tidak bisa tidur karena mengalami mimpi buruk?.”


Nisa menyeringai,bangun dari duduk nya.


“mata itu,mata itu bukan milik mu Amerra,mata itu milik sekertaris Wahyu.mata itu milik cinta ku yang kau renggut.aku gila!itu semua karena kalian,aku beruntung karena aku tidak pernah berkeinginan bunuh diri,jika itu terjadi pada mu gadis kekanak-kanakan kau pasti sudah mati lebih dulu!”


Nisa berteriak keras.


“aku masuk rumah sakit jiwa karena kesalahan kalian!aku membenci kalian seumur hidup ku.”


Nisa beranjak dari duduk nya,berlari cepat menuju ke toilet.di dalam toilet,tatapan Nisa menajam,menatap pantulan diri nya di cermin.


Flashback.


3 tahun yang lalu.


Di malam hari ia terbiasa berteriak histeris, hingga membuat keluarga Kim memasukan nya ke rumah sakit jiwa,di dampingi oleh seorang psikiater pribadi.


Titik terendah bagi Nisa adalah saat itu,mental nya benar-benar down hingga membuat sekertaris Lee kewalahan mengurus butik yang terbengkalai.


Renald bahkan harus meninggal kan dunia bisnis dan dunia bawah untuk memantau keadaan Nisa.


Di sisi Nisa selalu ada Rendy,sahabat kecil nya sekaligus cinta pertama amerra.rendy ada di sisi Nisa,selama gadis itu mengalami perawatan.


“akh!”


Renald dan Rendy yang baru saja datang tersentak melihat Nisa berteriak keras, dengan cepat mereka mendekat.


“kim kau baik-baik saja?”renald langsung mendekap sang adik angkat.


“da-darah,darah kakak.suara itu, tembakan kakak!”nisa berteriak tidak karuan,menunjuk tak tentu arah.


“nisa?”rendy bergumam lirih sembari terisak.

__ADS_1


Hati sahabat mana yang tidak teriris melihat sahabat nya sendiri sedang depresi, laki-laki itu menangis prihatin.


“tidak Kim, tidak ada darah”renald mendekap Nisa semakin erat,air mata nya juga ikut mengalir.


Tuhan,jangan hukum Nisa atas kesalahan yang tidak dia lakukan.aku telah membunuh banyak orang,tapi jangan buat adik ku terkena karma nya.


“kim, maaf”mafia itu terisak kencang.


“darah kak!suara tembakan akhhh!”nisa berteriak histeris.


“aku takut”nisa berteriak diiringi dada nya yang mulai terasa sesak,kambuh.


“kim!”renald panik melihat sang adik sesak nafas, sementara Rendy bergerak cepat memanggil seorang dokter pribadi Nisa.


“akh aku takut!”nisa masih berteriak padahal dada nya terasa sesak.


Seorang dokter datang,memasang kan selang bantu pernafasan pada hidung Nisa,sembari menyuntikan obat penenang pada nya.


“dia akan baik-baik saja kan dokter?sahabat ku akan sembuh kan?”rendy bertanya khawatir, mencengkram lengan sang dokter.


”semua tergantung keinginan pasien untuk sadar tuan,kami sebagai Tim dokter hanya dapat membantu."


Renald terdiam.netra nya melirik ke arah Nisa yang sudah tertidur, kembali embun memenuhi mata.


Dia sangat tampan kak.


Dia memang bukan bos perusahaan atau sebagai nya,dia hanya seorang sekertaris.tapi aku sangat mencintai nya,Abang juga sudah tau.


Kakak tau,Abang(kakak kandung) dan Hyung (tuan muda kim)sudah menyetujui hubungan kami.


Abang bilang status tidak lah penting,bagi Abang melihat ku bahagia dan dia mampu menjaga ku sudah lebih dari cukup.


Aku bahagia bisa bersama nya.aku tidak peduli apapun,bagi ku bersama dengan nya saja sudah cukup.


Renald terisak kencang mengingat semua cerita Nisa pada nya.terpatri jelas bagaimana gadis itu sangat berbinar ketika berbicara tentang laki-laki yang dia cintai, sekertaris Wahyu.


Dan sekarang,kematian sekertaris Wahyu menjadi Boomerang dalam kehidupan Nisa.


Paru-paru Nisa juga semakin lemah,sebagai seorang kakak Renald merasa bersalah.

__ADS_1


# like,komen and vote ya READERS.


__ADS_2