
FOLLOW IG AUTHOR:NIS3263.
HAPPY READING.
Membiar kan Nisa menaiki motor sport berwarna hitam.kepala pelayan mengulas senyum sangat tipis, bahagia karena kondisi Nisa baik-baik saja sekarang.
Menjelang sore,Mark baru terbangun dari tidur lelap Meregang kan badan,Mark segera masuk ke dalam kamar mandi, membersih kan diri,lalu mengguna kan pakaian santai,sebuah celana pendek berwarna hitam dengan kaus santai.
"Mark kau mencari sesuatu nak?"Mama menegur Mark.
"Iya ma,aku tidak melihat keberadaan Nisa,kemana dia ya?"tanya Mark pelan.
"Kepala pelayan!"mama berteriak memanggil kepala pelayan rumah ini.
"Iya saya Nyonya"kepala pelayan membungkuk hormat kepada Mark.
"Dimana Putri ku?"mama langsung to the points.
"Ketempat biasa"
Mark mengeryit mendengar jawaban yang di keluar kan kepala pelayan,tempat biasa—kalimat itu terngiang di fikiran nya.
"Jangan bilang dia pergi kesana dengan baik motor?"mama memijit pelipis nya secara kasar, kebiasaan putri nya tidak berubah sedikit pun.
"Iya Nyonya, tapi saya sudah melarang nya untuk tidak kebut-kebutan di jalan"jawab kepala pelayan.
"Tolong panggil kan sopir,pinta dia mengantar Mark menjemput Nisa!"mama kembali mengeluar kan titah,sembari berkacak pinggang.
Anak itu, astagfirullah bagaimana bisa aku memiliki putri seperti nya?.
Batin mama.
"Ma, Nisa pergi kemana?"Mark membuka suara, setelah kepala pelayan pergi dari sana.
"Dia ketempat biasa nya.jika sedang berkunjung ke Indonesia,dia akan kesana, sekedar melepas rindu,lebih baik kau di antar sopir"Mark mengangguk.
Membungkuk hormat,Mark berlalu dari sana secepat mungkin.sebuah mobil putih sudah menunggu,sopir langsung membuka kan pintu melihat kedatangan Mark.
Nisa,ah sial Kenapa aku jadi semakin bimbang.di sisi lain cinta ku pada Alicia Elizar sangat lah besar,bahkan melebihi apa-pun, kehadiran Nisa saja tidak bisa membuat ku berpaling sedikit pun.
Sepanjang perjalanan Mark berulang kali berperang dengan Fikiran nya sedikit pun dia tidak tau kemana mereka akan pergi.
"Mr.kita sudah sampai"Mark tersentak mendengar suara dari sopir.
__ADS_1
Mendongak,sebuah papan besar menyambut kedatangan nya.
PEMAKAMAN.
deg!.
Mark tersentak kaget,dia memang tidak pernah belajar bahasa Indonesia,namun sedikit-sedikit ia mengerti bahasa Indonesia.
Mark berlalu keluar, mengguna kan payung hitam.cuaca di luar memang sedang hujan lebat,petir bahkan bersahutan.
Memberani-kan diri,Mark menyusuri makam demi makam.
Hingga pandangan mata nya teralih kan pada punggung yang sangat ia kenali,sedang berjongkok di dekat sebuah makam,dengan bahu yang bergetar hebat,dan isakan yang terdengar nyaring.
"Nisa?"Mark segera mendekat, memayungi sosok cantik itu,walaupun baju yang di kenakan Nisa sudah basah kuyup semua.
"Kita pulang ya?"Mark menarik tangan Nisa secara perlahan,memapah Nisa untuk segera keluar dari area pemakaman.
Seorang bodyguard datang,dia yang mengendarai motor nisa.sementara Nisa dan Mark mengguna kan mobil.
"Kau benar-benar bodoh, kenapa tidak pakai payung?"Mark berbicara tanpa henti,memberi kan sebuah handuk berwarna putih.
Diam.nisa enggan menanggapi.
"Sayang,kenapa kalian basah kuyup?"begitu sampai di rumah,mama langsung menghampiri putri bungsu nya.
Tanpa menjawab sedikit pun,Nisa berlalu pergi dari sana,masuk ke kamar dan mulai membersih kan diri.
"Mark kau juga mandi lah,mama akan mengantar makam malam untuk Kalian"Mark mengangguk, berlalu pergi dari sana.
"Kau baik-baik saja?"Mark mengeryit bingung melihat wajah Nisa benar-benar pucat.
"Hem"Nisa mengangguk singkat,mulai membuka leptop milik nya,mengerja kan beberapa hal.
30 menit berlalu,Mark baru keluar dari kamar mandi.mark bukan hanya mandi,ia sedang mengisyarat-kan diri,dari segala hal yang akhir-akhir ini mengganggu fikiran nya.
"Terima kasih"Mark berujar singkat, mengambil pakaian yang telah di siap kan Nisa.
Setelah selesai berganti baju,Mark duduk di dekat Nisa memperhati kan sang istri yang sibuk dengan banyak nya pekerjaan.
"Mama membuat kan nya,minum lah!"Nisa menyodor kan segelas teh madu ke arah Mark.
"Terima kasih"Mark menerima nya,mulai menyesap nya secara perlahan.
__ADS_1
Dert,dert.
Nisa melirik, telpon dari sekertaris Lee.
[Halo?]
[Nona Kim,ada masalah baru sekarang.ini tentang anda,ada beberapa media yang ingin mencemar kan nama baik Anda].
[Bisa di lacak?].
Nisa bertanya sangat serius.
[Kami sedang berusaha untuk melacak nya,tapi ini cukup Sulit nona.saya juga sudah meminta bantuan dari Dragon white untuk melacak nya,hanya saja ini benar-benar sulit,ada orang berkuasa di belakang media ini]
Nisa terdiam,masih sibuk menyimak semua hal yang di lapor kan oleh sekretaris Lee,sembari mengotak-atik leptop di hadapan nya.
[Mereka menyebar kan berita bahwa anda adalah wanita bayaran, beberapa foto anda dengan seorang laki-laki tua sedang berada di hotel,di tambah anda juga di sebut benih-benih pelakor].
Sekertaris Lee menjelas kan panjang lebar,garis besar nya saja.
[Laki-laki tua?]
Raut wajah Nisa berubah mengeras,pensil di tangan nya bahkan langsung patah.
[Saya rasa itu adalah king mafia Dragon white nona.tapi,semua orang tidak tau anda adalah putri angkat beliau, orang yang ingin meng-hancur kan Anda tidak main-main]
[Lacak dia,dia salah bermain-main dengan ku]
Nisa menghela nafas sangat panjang, mencoba berfikir siapa yang ingin mencari masalah dengan nya.
Tut.
Nisa memati kan panggilan secara sepihak,menghela nafas sangat panjang, berusaha mengusir emosi yang semakin melanda hati.
Dert,dert.
Sekarang giliran ponsel Mark yang berdering,nama sekertaris Jhon tertera di sana,di ikuti sebuah pesan masuk.
[Malam tuan,maaf menggangu masalah kali ini sangat penting.ada yang mencoba menjatuh kan nona Kim, banyak berita beredar di luaran sana bahwa ia adalah wanita bayaran,di tambah kabar kedekatan anda dengan nya.saya sudah berusaha memberes kan nya tapi ini sangat sulit,melacak nya saja sudah seluruh ahli IT saya kerah kan,namun sampai sekarang tidak bisa].
Mark menatap tajam layar handphone milik nya.rahang nya mengeras, melihat pemberitaan miring,serta cacian dan makian yang di layang kan publik kepada wanita yang berstatus istri nya.
Walaupun aku tidak mencintai mu,tapi kau tetap istri ku untuk sekarang.aku tidak akan membiar kan siapapun mengusik hidup mu dan juga karir mu, karena kau tanggung jawab ku sekarang.
__ADS_1
Mark menatap Nisa yang Juga cukup kalut sekarang.
#like,komen and Vote.