
FOLLOW IG AUTHOR:NIS3263.
HAPPY READING.
Walaupun aku tidak mencintai mu,tapi kau tetap istri ku untuk sekarang.aku tidak akan membiar kan siapapun mengusik hidup mu dan juga karir mu, karena kau tanggung jawab ku sekarang.
Mark menatap Nisa yang Juga cukup kalut sekarang.
"Kau sudah dengar berita yang sedang beredar sekarang?"tanya Mark.
"Hem"Nisa mengangguk,masih bersikap tenang seperti biasa nya.
"Siapa yang berani mengusik macam betina seperti mu?kau mempunyai musuh di luar sana?"Mark bertanya lagi,berharap mendapat kan jawaban yang memuas kan.
"Banyak,orang seperti ku memiliki musuh dari segala penjuru"Nisa menoleh,menatap Mark dengan wajah lelah nya.
"Aku akan memberes kan ini,tapi kali ini lebih sulit dari sebelum nya,semua ahli IT sudah di turun kan,tapi dalang sesungguh nya masih belum bisa di lacak"
Mark berdecak kesal, karena tidak dapat menemu kan penyebar berita buruk tentang Nisa.
"Terima kasih"
Aku terbiasa menghadapi ini sendiri dan dengan cara ku,tapi untuk sekarang aku terlalu lelah.
Nisa mengulas senyum tipis.
"Apa kau tidak lelah?dunia tengah mencemooh mu sekarang?"Mark bertanya lagi.
"Aku cukup tangguh, butuh badai yang cukup kuat untuk membuat ku goyah.”
Mark tersenyum tipis,menatap Nisa.tanpa gadis itu tau,ia mengerti Nisa tidak lah sekuat yang terlihat.
"Berhenti berpura-pura baik-baik saja,semua orang memilki fase lelah nya sendiri,lelah hal yang wajar"Nisa terdiam, berusaha mencerna kata-kata mark.
"Ini sudah malam,aku ingin beristirahat"Nisa berdiri dari duduk nya, membaring kan tubuh di kasur.
"Kita akan kembali Lusa"Mark ikut membaring kan tubuh nya.
Mereka berdua melewat kan jam makan malam.tubuh yang lelah membuat mereka berdua dengan mudah nya terlelap.
Tengah malam.
Di tengah mimpi yang sedang di jelajahi.mark mendadak terbangun mendengar suara isakan dan juga teriakan seorang wanita.
"Nisa!"Mark memekik,begitu membuka mata melihat Nisa sedang tertidur dalam keadaan gelisah.
"Nisa?hey bangun"Mark menepuk pipi Nisa perlahan, berharap ia segera terbangun.
"Tidak!"Nisa terduduk dengan nafas yang tidak beraturan.
"Tidak,hiks jangan pergi,jangan tinggal kan aku seorang diri,hiks aku takut"Nisa terisak,menyembunyi kan wajah nya di Balik kedua lutut.
__ADS_1
"Nisa"Mark mendekap tubuh yang terus terisak itu pelan,memberi tepukan lembut pada punggung berharap sang istri tenang.
"Tidak,hiks"walaupun sudah di dekap oleh Mark,tangis Nisa tidak berhenti.
"Semua akan baik-baik saja.itu tadi hanya sebuah mimpi,mimpi hanya bunga tidur,ada aku di sini.”
Mark membisik-kan kata-kata penenang di telinga Nisa.
Dengan nafas memburu,Nisa melepas kan pelukan mark.wajah nya berubah pucat pasi,jejak air mata terlihat di pipi nya.
"Ini minum dulu"Mark mengulur kan segelas air putih.
Karena Nisa tidak bereksi,akhir nya Mark mengulur kan tangan nya,membantu Nisa untuk segera minum.
"Kau bermimpi buruk Hem?"Mark mengelus punggung Nisa pelan,menuntun wanita itu ke balkon.
"Udara segar akan membantu mu untuk tenang.”
Nisa diam tidak bergeming.netra nya menatap kosong ke arah langit hitam yang sudah di hiasi mendung dan juga petir-petir yang mempercantik ciptaan Tuhan.
"Mau ke psikiater?aku memiliki banyak kenalan psikiater hebat.mungkin dia bisa memulih kan kondisi mu,membuang mimpi-mimpi buruk yang selalu berdatangan.”
Mark menatap ke arah Nisa.sedari tadi wanita itu tetap diam,tampak jelas ia masih sangat shock dengan apa yang terjadi.
"Nisa,kau mendengar ku?"sebuah tepukan jatuh di bahu,tapi yang di ajak berbicara masih diam.
"Hujan akan turun,lebih baik kau ikut dengan ku ke dalam,angin malam tidak baik untuk kondisi tubuh mu"Mark merengkuh tubuh Nisa,mengajak nya untuk masuk.
"Tidak ada yang mengganggu mu sekarang, istirahat lah dengan baik"Mark terus berbisik lembut,mengantar Nisa untuk segera tidur.
Perlahan mata Nisa tertutup.mulai menjelajahi dunia mimpi yang sempat hancur karena kedatangan mimpi buruk,trauma masa lalu yang mengusik masa sekarang nya.
***
"Teman-teman papa akan senang bertemu dengan mu Nisa"
Nisa mengangguk,mengulas senyum tipis.
Mereka sekarang sedang berada di dalam perjalanan menuju markas tempat papa Nisa bekerja.
"Mark kau juga harus turun,papa ingin memperkenal-kan mu pada semua rekan papa."
"Baik jendral.”mark mengangguk patuh.
Mobil tiba di markas tempat papa Nisa bertugas.nisa yang pertama kali keluar bersama dengan papa nya, kehadiran mereka langsung di sambut oleh beberapa bawahan.
"Hormat.”
Beberapa memberi hormat kepada papa,Mark hanya mengamati dari dalam mobil.
"Wah jendral apa ini putri anda yang tinggal di Korea?lama tidak bertemu ternyata dia terlihat semakin cantik.”
__ADS_1
"Selain cantik,putri Jendral dia juga seorang desainer yang sukses,pasti calon suami nya merasa sangat beruntung.”
"Senang bertemu dengan anda nona Nisa, kami sudah banyak mendengar hal hebat tentang anda.”
"Ternyata anda lebih cantik asli nya.”
Nisa mengulas senyum tipis, mendengar pujian demi pujian yang mengudara.
"Tentu saja,putri ku memang sangat sukses"papa membangga kan diri.
"Nisa?wah ternyata kau sudah besar."
Nisa menoleh,ternyata rekan-rekan papa nya datang.
"Kapan kau pulang dari Korea?tiga tahun ini kau jarang kembali ke sini?"
"Iya,kenapa tidak menghubungi paman? paman akan mengada kan penyambutan yang hebat.”
Mereka saling melontarkan pertanyaan.
"Maaf,Nisa sibuk"singkat padat dan jelas.
"Ayo masuk lah dulu nak, kita mengobrol bersama.sekalian jika kau ingin mencari sosok calon suami,di sini pria nya baik semua.”
Nisa tersenyum pelan,merasa sangat di sayangi.
"Ah kalian ini.putri ku ini sudah menikah,suami nya seorang pebisnis dari negara A.”
Nisa tersentak,tidak menyangka papa akan jujur tentang pernikahan nya.
"Apa?menikah!"
Semua orang terkejut.terutama ketika seorang laki-laki dengan masker hitam turun dari mobil, mendekat ke arah Nisa.
"Perkenal kan ini menantu ku, Mark"tidak ingin menyebut kan nama lengkap, papa tidak ingin anak nya di pandang sebagai pelakor.
Mark mengangguk hormat.
"Maaf tidak bisa berlama-lama,Nisa masih ada sedikit urusan permisi"Nisa membungkuk permisi,berlalu pergi.
Mobil melaju,Nisa berencana untuk mengechek butik milik nya.
"Nisa!"baru saja melangkah masuk,suara tidak asing terdengar di telinga nya.
"Nis,dia memanggil mu"Mark mengeryit bingung, karena Nisa terus berjalan tanpa menoleh.
"Kau mengenal nya?"mensejajarkan langkah nya,Mark bertanya sembari menunjuk seorang wanita.
"Tidak.”
#Like, vote komen.
__ADS_1