
FOLLOW IG AUTHOR:NIS3263.
HAPPY READING.
“kak”nisa menyipit,menatap tajam ke arah Renald, menepuk-nepuk dada nya karena sesak.
“honey,kau baik-baik saja?”mark menatap Nisa khawatir, mengelus pelan punggung sang istri.
“kau tertarik?jika kau tertarik,aku akan membicara-kan nya pada daddy,ayah dan papa Kim?”renald bertanya antusias,dia sangat ingin menjodoh-kan Nisa dengan Ken.
”kak!”nisa berujar dingin.
Menjelang tengah malam.ruang perawatan nisa dan Mark kembali sepi,hanya tersisa sepasang suami-istri yang sibuk dengan dunia nya masing-masing.
“maaf.”
Nisa menoleh begitu merasa kan jari-jemari kekar Mark menggengam lembut tangan nya, punggung tangan mereka masih sama-sama di pasang infus.
“aku tau,semua tentang sekertaris Wahyu sangat sensitif bagi mu.mental mu mudah down dan naik turun tidak stabil, saat kau membahas dan mengingat nya.lain kali aku,akan lebih berhati-hati,maaf aku lepas kendali kemarin, karena aku cemburu.”
Mark menoleh,netra hijau terang milik nya tanpa sengaja bertatapan dengan mata Nisa.
Mereka saling menyelami perasaan masing-masing,sibuk dengan fikiran dan hati yang perlahan mulai terikat satu sama lain.
“I love you, even though you hate me. Don't ever feel alone, I'm with you both past and present.”mark berujar lirih,tangan nya terangkat mengelus pipi Nisa.
“nisa, apa-pun yang terjadi sekalipun sekertaris Wahyu masih hidup, izin kan aku berjuang untuk rumah tangga kita.”
Tatapan Mark menunju-kan sebuah keseriusan, keseriusan mempertahan kan rumah tangga mereka.
“I love you”mark mengecup singkat pipi Nisa,mengelus nya pelan.
“ada banyak hal yang yang ingin ku dengar dari mu.”mark menarik kepala Nisa,meletakan tepat di atas dada nya.
“apa?”nisa bertanya pelan.
“kau benar-benar melihat sekertaris Wahyu ya?”mark terdiam,begitu merasa kan Nisa mengangguk di dada nya.
“shh”nisa meringis, pergerakan nya membuat luka di perut nya terasa sakit.
“nisa, berbaring!”titah Mark.
Setelah memasti kan wanita nya berbaring dengan baik,Mark mengelus lembut kepala Nisa.
“kau tampak tampan jika di lihat dari bawah,aku baru menyadari nya”nisa nyaman,dia mulai mengeluar kan sikap asli nya,suka menggoda.
Ah sial,sejak kapan serigala dingin ini pandai menggoda.
__ADS_1
Mark mengumpat dalam hati.pipi nya bersemu merah,hanya karena sebuah pujian yang bisa beri kan Nisa.
“kenapa?apa kau suka ku puji Hem?”nisa bermanja pada Mark, membukti kan perlahan dia sudah mulai membuka hati.
“em,puji aku dengan bibir mu yang berbicara pedas itu setiap hari”mark menggerutu kesal.
“terima kasih atas pujian nya”sindir Nisa.
Gelak tawa terdengar di ruang rawat pasien.nisa dan Mark sibuk menyelami diri, dan mulai membuka hati untuk satu sama lain.
Nisa kembali,secara perlahan Mark berhasil menarik nya kembali, menjadi gadis yang sering tersenyum, sama seperti dulu.
“kau tau Mark,aku terbiasa melakukan semua nya sendiri,jadi jangan marah jika sikap ku tidak akan berubah”mark hanya mengangguk mengerti.
“kau pernah mencoba bunuh diri?atau keinginan untuk bunuh diri?”mark menjelma menjadi seorang psikiater.
“em,sering.”nisa hanya mengangguk singkat,berkata jujur karena memang itu lah kebenaran nya.
“ku mohon,jangan lagi.mari hadapi semua ini bersama, dengan tangan saling menggenggam.”mark berujar dengan sangat yakin.
“ayo!”nisa mengangguk setuju.
Ke esokan pagi nya.
Mansion Asterio.
“tidak El, Ken akan menjaga Mark serta Nisa bersama dengan Lucas dan bern”nyonya besar Asterio yang menjawab.
“mommy memang ibu terbaik.”ken memuji,pada hal ia belum berkata apapun tapi Nyonya besar Asterio langsung tau.
“tentu Saja”nyonya besar Asterio tersenyum bangga.
“mom,Ken berangkat”ken mengecup pipi nyonya besar Asterio sebelum berlalu pergi.
Bersama dengan Lucas dan juga Bern,Kern pergi ke rumah sakit, dengan banyak bawaan di tangan mereka masing-masing.
Tok.tok.
Mengetuk dua kali,tanpa mendengar sahutan dari dalam, ketiga laki-laki tampan itu menerobos masuk.
“morning kakak ipar”lucas,Bern dan juga Ken menyapa Nisa secara bersamaan.
“hem"Nisa ber-dehem singkat,sibuk dengan pekerjaan di hadapan nya.
“luka mu belum kering honey,seharus nya jangan duduk dulu”di sebalah Nisa,Mark sibuk memandang khawatir ke arah sang istri.
“aku baik-baik saja”jawab Nisa singkat.
__ADS_1
”kau benar-benar honey,aku tidak habis pikir dengan mu”mark menggeleng, melihat sikap wanita yang ia cintai.
“kabari aku jika terjadi sesuatu”titah Nisa kepada sekretaris lee.
“permisi nona”sekertaris Lee undur diri,membungkuk hormat.
“kak, bagaimana dengan kondisi mu sekarang?apa mimpi buruk itu masih mendatangi mu?”tanya Lucas khawatir.
“dia tidak bermimpi buruk,aku menjaga nya dengan baik”mark membusung kan dada penuh kebanggaan.
Nisa mengangguk,mengulas senyum manis,yang mendadak membuat semua laki-laki di sana meleleh.
Oh astaga,senyum kakak ipar benar-benar cantik,aku baru menyadari nya,ternyata Putri Diana nya pengusaha seantero dunia,tidak main-main.ken.
Ah Tuhan,kenapa bidadari secantik ini tidak untuk ku saja?aku siap menjadi selingkuhan nya atau paling tidak suami ke dua nya.Lucas.
Andai aku menjadi alasan senyum manis ini.bern.
“honey! jangan tersenyum begitu manis pada mereka”mark menarik wajah Nisa untuk menoleh ke arah nya, cemburu.
Aku kan cemburu.
Mark menatap tajam ke arah,Ken, Lucas dan juga Bern.
“kau cemburu?”nisa tersenyum jahil.
“tentu,kau kan sangat cantik saat tersenyum”mark memberengut kesal,tapi ada setitik rasa bahagia karena Nisa kembali tersenyum.
“jadi bagaimana Lucas?apa mental istri ku masih bisa pulih seperti semula?”mark bertanya khawatir.
“em,selama kakak ipar tidak stres.dan bisa mengendalikan emosi nya semua akan baik-baik saja.”lucas menjawab yakin.
“kakak ipar,jangan memendam semua masalah sendiri.mental kakak ipar tidak sehat, keinginan bunuh diri akan datang setiap detik”pesan Lucas.
Deg.
Mark meremas tangan Nisa yang sedang ia genggam sekarang.perkataan Lucas menghantam kesadaran nya.
Bunuh diri?.
“apa itu benar?apa kecenderungan ingin mengakhiri hidup bisa timbul kapan saja?.”
Nisa menoleh,menatap Mark yang benar-benar khawatir dengan kondisi nya sekarang.
“dalam kasus kakak ipar,itu akan sering muncul.karena itu aku menyarankan kakak ipar,untuk bisa sering berbagi masalah.”
Ken dan Bern mengangguk setuju,siap menjadi teman cerita Nisa.
__ADS_1
# like, komen and Vote.