
"Untuk Suamiku
Mencintaimu adalah hal terbaik yang pernah aku lakukan. Apapun yang kamu lakukan selalu membuatku nyaman, aman dan bahagia. Aku adalah gadis beruntung yang kau pilih untuk menemani hari-harimu. Aku adalah gadis yang paling bahagia karena bisa berdiri di sampingmu, sebagai pengantinmu.
Aku sangat mencintaimu"
***
Tangisan parau seorang ibu setiap malam menyelimuti kediaman Aryasatya. Aura kesedihan yang menyelimuti seluruh sudut rumah. Bagaimana tidak, anak gadis yang baru saja mereka nikahkan harus menelan kenyataan pahit. Sebuah kecelakaan yang menimpa pasangan pengantin baru itu mengalami kecelakaan saat perjalanan bulan madu. Dan yang berhasil ditemukan hanya sang suami. Sedangkan sang istri masih belum ditemukan keberadaannya.
***
2 tahun yang lalu.
Eleah Ayu Aryasatya, seorang gadis cantik seperti boneka Jepang. Bermata besar dengan rambut hitam panjang berponi depan.
"Leah" panggil seorang gadis berlari ke arahnya.
"Gaby.. Tidak perlu lari kan? Ada apa?' tanya Leah.
"Hari ini aku tidak ikut belajar denganmu ya. Hari ini kakakku pulang dari Jerman. Dan kami akan pesta BBQ di rumah. Bukannya tak mengundangmu, tapi memang hanya keluarga kami saja" kata Gaby.
"Baiklah, Nona. Tak ada yang perlu dikhawatirkan. Nikmati waktumu. tapi lain kali kita harus. Ujian sudah di depan mata, kalau malas-malasan kau akan menyesal" kata Leah tegas.
"Iya, Iya. Hanya kali ini. Hehehe. Kalau begitu aku duluan ya.. Daagh" Gaby berlalu.
***
Leah masih berdiri ditempatnya, di bawah pohon dekat sekolah. Masih ada seseorang yang dia tunggu. Tak lama kemudian datang sebuah mobil berhenti di depannya.
Seorang pria keluar dari mobil itu. Postur tubuh yang tinggi dengan wajah yang tampan. Dialah Roy. Roy Alexander Mannof.
" Maafkan aku membuatmu lama menunggu" kata Roy sambil membukakan pintu mobilnya agar Leah segera masuk.
Di dalam mobil.
"Aku hampir satu jam menunggu. Kenapa tidak bilang kalau sibuk , aku kan bisa pulang sendiri" tanya Leah.
__ADS_1
"Aku tahu kau bisa pulang sendiri, tapi aku ingin menjemputmu. Dan maafkan aku karena terlambat." diam sejenak. "Kau marah?" tanya Roy dengan tatapan sendu.
"Tidak. Aku kan sudah pernah bilang kalau aku tak ingin mengganggu pekerjaanmu. Meskipun aku masih kecil bagimu, tapi aku adalah kekasih yang pengertian" jawab Leah membuang muka karena mengucapkan kata-kata yang bukan gayanya itu.
"Haha. Baiklah, Nona. Untuk menebus kesalahanku, apa yang harus aku lakukan untukmu?" tanya Roy meraih tangan Leah dan menciumnya.
Sontak wajah Leah memerah seketika. "Tidak perlu sampai seperti ini, Kak Roy!!" teriak Leah malu.
Roy tersenyum senang melihat tingkah Leah yang menggemaskan.
Roy mendekati Leah dan berbisik di telinganya, "I love you, Sayang."
Dilihat dari manapun, ketika Roy bersama Leah, dia akan berubah seratus delapan puluh derajat. Pria yang 6 tahun lebih tua dari Leah itu adalah seorang pebisnis muda. Pesona Leah yang cenderung kalem itu membuat Roy ingin memilikinya.
Hampir 2 tahun mereka menjalin kasih. Mereka bertemu saat Leah masih duduk di bangku 1 SMA akhir. Saat Roy berkunjung ke sekolahnya sebagai donatur tetap.
Di sana dia melihat Leah memainkan sebuah piano sendirian di ruang opera. Di sanalah Roy jatuh cinta pada pandangan pertama. Sebenarnya tidak sulit untuk meluluhkan hati Leah, Roy hanya perlu menunjukan dirinya yang sebenarnya pada Leah.
Sesampainya di rumah seperti biasanya Roy tak langsung pulang. Karena kedua keluarganya sudah sama-sama dekat. Maka Roy tak pernah sungkan jika menginap di kediaman Aryasatya.
Abimana Aryasatya adalah ayah Leah. Beliau seorang pengusaha penginapan alam yang dikelilingi kebun buah dan bunga. Keluarga Aryasatya memang menyukai alam karena itu rumah mereka memiliki halaman luas dan danau sendiri. Rumah mereka tak terkesan mewah, tapi sangat nyaman untuk berkumpul bersama keluarga. Dan Ayumi, ibu Leah adalah seorang kepala koki di resort mereka.
"Ada waktu atau tidak, saya akan selalu menyempatkan untuk kemari, Om"
Keduanya berjabat tangan dan melanjutkan obrolan mereka di ruang tengah. Sedangkan Leah pergi ke kamarnya untuk membersihkan diri.
Bermain catur adalah kebiasaan baru buat Roy dan juga Abimana, mereka selalu berduel dengan serius namun santai. Melihat keduanya memang ahli dalam hal ini.
"Jadi siapa yang kalah kali ini?" ucap Ayumi yang muncul membawa kopi panas untuk mereka.
"AH!" Abimana menekan keningnya. "Sayang, calon menantu kita sangat sulit sekali dikalahkan. Dia benar-benar hebat dalam banyak hal." puji Abimana.
"Om terlalu memuji saya, tapi Om dan Tante juga hebat karena memliki putri seperti Leah" Roy berganti melempar pujian.
Ketiganya tampak harmonis, senyuman bahagia mereka membuat Leah penasaran.
Leah yang telah selesai mandi kini nengenakan dress putih brukat lengan panjang selutut.
__ADS_1
"Bahagia sekali. Leah merasa seperti orang asing" goda Leah dengan nada menggerutu.
"Jangan bilang kamu cemburu sama Mama dan Papa, Leah?" goda balik Ayumi. "Ini nih. Mama balikin Roy ke kamu" dengan cepat mendorong tubuh Roy ke arah Leah. Karena kurang hati-hati, Roy hampir terjembab menabrak Leah. Namun dengan cepat Roy menahan tubuhnya dan Leah agar tidak terjatuh.
"Oops!" Ayumi terkejut. "Maaf sayang" dengan nada menyesal.
Abimana terkekeh, "Sudahlah Ma. Ayo tinggalkan mereka berdua. Kita juga perlu bernostalgia masa muda kita" kata Abimana mengedipkan matanya ke arah istrinya dan merangkulnya meninggalkan mereka berdua.
Leah tak habis pikir kelakuan orang tuanya bisa seperti itu. Heran saja karena tak biasanya begitu.
Sengaja tangan Roy masih berada di pinggang Leah.
"Lalu apa yang akan kita lakukan sekarang, Nona? Apa kau mau berkencan denganku?" tanya Roy sambil mendekatkan wajahnya pada Leah.
"Sayang sekali aku harus belajar, Tuan. Tapi jika anda berkenan bisakah mengajak saya bersepeda keliling resort?" pinta Leah dengan wajah lembutnya. Kedua pipinya yang merah membuat ia semakin cantik.
Tentu saja Roy dengan senang hati mengabulkannya.
Dua sejoli bersepeda, berkeliling membelah sepinya malam. Cahaya redup lampu jalan dan sinar rembulan menambah keromantisan malam itu.
Tangan Roy memeluk Leah yang duduk di depannya, mengayuh perlahan. Leah mulai merasakan hembusan nafas kekasihnya.
Roy menepikan sepedanya. Leah turun memandangi lampu kota dari bukit rumahnya. Malam yang berangin itu mengurai rambut indah Leah.
Dan Roy memeluknya dari belakang. Dan berkata "Sudah hangat?" mengeratkan pelukannya dan mencium harum rambut kesukaannya itu.
"Haha. Tentu. Sangat hangat" jawab Leah mendongakkan kepalanya, dan Cup! Roy mengecup pipi Leah dengan lembut.
"I love you, sayang."
"I love you, too sayangku"
Roy dan Leah hanyut di malam romantis itu.
***
Sampai jumpa di episode berikutnya.
__ADS_1
Mohon like , komentar dan subscribe ya.
Terima kasih. 🙏🙂