Istri Kecil Sang Direktur

Istri Kecil Sang Direktur
BAB 2 - Para Gadis


__ADS_3

Malam semakin larut, angin yang bertiup semakin dingin mengisyaratkan agar mereka segera pulang.


Menyadari kekasihnya mulai kedinginan, Roy mengajaknya kembali ke rumah.


Selama perjalanan pulang mereka membicarakan banyak hal. Tentang masa depan yang akan mereka lalui jika tiba-tiba Leah harus melanjutkan studinya di luar negeri ataupun Roy yang mendapat tender besar yang mengharuskannya bolak-balik kembali ke kota ini demi bertemu dengan sang kekasih.


"Aku tidak khawatir jika aku harus terbang berkali-kali demi bertemu denganmu. Karena itu hal yang mudah bagiku. Justru jika kamu yang jauh dariku, meskipun aku datang padamu , apa kamu bisa menyambutku?" kata Roy berpanjang lebar.


"Entahlah, Kak Roy. Aku hanya mengambil jurusan musik. Apakah sampai sesibuk itu?" jawab Leah.


"Lebih baik kamu di sini melahirkan dan menjaga anak-anak kita" kata Roy ringan.


"Apa?" sontak Leah kaget, bukannya dia tak suka. Tapi Leah juga ingin belajar musik lebih dalam.


"Kenapa kaget begitu?" tanya Roy.


Leah terdiam sejenak. "A-anak kita?" tanya Leah gugup.


"Puftt! Hahaha. Tentu saja, sayang. Anak siapa lagi?" jawab Roy geli. "Kamu pikir aku hanya main-main dengan hubungan kita ini?" Roy diam sejenak. "Kamu tidak tahu betapa aku ingin sekali melihat wajahmu saat aku bangun dari tidur. Aku sudah menunggu selama ini, aku tak ingin ini sia-sia dan melihatmu bersama orang lain." ucap Roy serius.


Leah yang mendengar perkataan itu hanya diam, dia tak menyangka kekasihnya memiliki mimpi sebesar itu pada dirinya.


Selama ini Leah selalu berpikir apakah hubungannya dengan Roy akan berakhir di pelaminan atau tidak. Leah hanya kurang percaya diri karena dia bukan wanita dewasa yang selama ini selalu berada di sekeliling Roy.


***


Sesampainya di rumah Roy tak mengerti mengapa Leah tak bicara sepatah katapun.


Roy menatap Leah dengan raut wajah menunggu apa yang akan dikatakan gadis mungil itu.


Namun Leah tak menjelaskan apapun. Dia hanya tersenyum lembut. Dan itu cukup mengerti bahwa Leah tak menolak perkataannya tadi.


"Baiklah" kata Roy lega. "Aku pulang dan Sampaikan salamku pada Om dan Tante" kata Roy berpamitan.


"Ya, Kak. Akan aku sampaikan. Hati-hati di jalan. Dan terima kasih untuk yang tadi" kata Leah.


Keduanya tersenyum . Roy menuju mobilnya, dan pergi meninggalkan resort keluarga Abimana.


***


Keesokan harinya, di sekolah. Leah bertemu dengan Gaby. Mereka berencana keluar jalan-jalan di pusat kota sore nanti.


"Apa yang mau kita cari di pusat kota?" tanya Leah.


"Kita kuliner!" jawab Gaby semangat.


"Ih, jangan kaget begitu. Di pusat kota ada festival makanan, ini adalah waktu yang pas untuk kita beli jajanan sambil cuci mata" tambah Gaby.

__ADS_1


"Pftt! Cuci mata?" kata Leah geli.


"Hey, aku juga ingin punya kekasih yang tampan rupawan nan dermawan seperti dirimu. Kamu tahu sendiri aku belum pacaran lagi sejak kita kelas 3. Aku juga mau punya penyemangat di saat-saat terakhir kita bersekolah" ungkap Gaby meratapi nasibnya.


"Hahaha. Itu karena kamu menolak anak laki-laki yang menyatakan cintanya padamu. Coba saja hitung, mulai dari Harry, Adam, Evan, Justin dan yang tinggi banget itu. Kamu aja yang terlalu pilih-pilih" sanggah Leah.


"No! Kan aku nggak ada perasaan sama mereka, buat apa juga ku terima. Aku mau pria yang sudah bekerja sepertimu" rengek Gaby.


"Hahaha" Leah terpingkal-pingkal mendengar rengekan sahabatnya itu. "Ok. Ok. Nanti sore berdandanlah yang cantik, kita coba cari satu untukmu. Puftt. Ayo cari keberuntunganmu di sana" saran Leah yang masih saja tertawa melihat tingkah sahabatnya.


"Benar. Aku harus tampil semenarik mungkin. Mm, lihat saja, akan aku tunjukkan pesonaku yang sebenarnya. Hahahaha" kata Gaby tertawa puas.


Dengan cepat Leah membekap mulut menganga Gaby.


"Sst! Apa-apaan sih! keras banget. Tuh lihat, jadi tontonan" bisik Leah.


"Sorry, Sorry. Terlalu terbawa suasana" jawab Gaby terkekeh.


***


'RING!'


Ponsel berdering. Leah yang sedang bersiap-siap mengangkat telepon sahabatnya.


"Ya, Gaby. Sudah sampai?" tanya Leah sambil menyisir rambutnya.


"Belum. Mm, aku pakai baju apa ya, Beb? Aku nggak punya yang pas." curhat Gaby.


"KYAA! Ok Baby. Aku datang" teriak Gaby kegirangan.


"Sebenarnya apa yang dia lakukan dari tadi. Ya Tuhan" gumam Leah menggeleng-gelengkan kepalanya.


Leah membuka closetnya , memilih mana baju yang cocok untuk Gaby. Tiba-tiba ponselnya berdering.


'RING!'


Tampak nama ROY🖤 di layar.


"Halo , Sayang. Apa kamu sibuk sekarang?" tanya Roy.


"Tidak terlalu, hari ini aku akan pergi ke festival makanan bersama Gaby. Setelahnya waktuku senggang. Tapi aku kurang tahu kapan kami akan pulang" jawab Leah.


"Festival makanan? tanya Roy.


"Ya. Dia mau menjemput jodoh di sana" tambah Leah.


Raut wajah Roy berubah. Dia berpikir bahwa mereka pasti akan bertemu banyak pria di sana, 'ah sebenarnya mereka mau mencari makanan atau mencari pria, dasar anak itu'.

__ADS_1


"(menekan pelipisnya) Baiklah. Jangan pulang larut. Aku akan mampir sebentar. Ada hal yang ingin kubicarakan." ucap Roy yang agak 'pusing'.


"Ya. Akan kuingat. Aku tutup dulu Kak Roy, sepertinya Gaby sudah sampai. Sampai bertemu nanti malam." Leah mengakhiri pembicaraannya.


"Leah, aku siap untuk perubahan besar dalam kehidupanku" teriak Gaby menaiki tangga menuju kamar Leah.


"Tsk. Jangan seperti itu. Jangan berteriak-teriak di dalam rumah." Leah bisa kesal juga akhirnya.


Gaby hanya meringis menutup mulutnya. Tangannya mengacungkan dua jarinya.


"Coba pakai ini" Leah memberikan sebuah dress pendek warna lembut untuk Gaby yang cenderung tomboy.


"Wow, ini sangat mencerminkan seorang gadis. Baiklah, kucoba sekarang" dengan cepat Gaby melesat ke ruang ganti.


Beberapa saat kemudian.


"TARAA! Apa aku terlihat cocok?" tanya Gaby sambil berputar-putar di depan Leah.


"Yeah, you look so amazing, Baby Girl" ucap Leah sambil mengedipkan matanya.


"Ok. Let's go to the party!!"


Mereka bergegas menuju mobil, dan Gaby siap melancarkan aksinya sesampainya di sana.


Namun, ketika mereka melihat banyak stand makanan , fix. Mereka lupa tujuan utama mereka apa.


Bagaimana tidak lihat saja mereka seperti lalat yang hinggap dari satu stand ke stand lainnya. Entah berapa macam makanan yang sudah mereka coba, haha. Gadis-gadis ini begitu menggemaskan.


Bahkan mereka juga tak sadar pesona mereka membuat banyak mata para lelaki memandanginya.


"Oek!!" suara Gaby bersendawa sontak membuat Leah yang sedang minum tersedak.


"Uhuk-uhuk."


Gaby yang melihatnya langsung menepuk-nepuk punggung Leah. "Kenapa, Beb?"


"Ya kali anak perempuan sendawa sekeras itu. Hush. Jorok deh. Nih lap dulu mulutnya belepotan" kata Leah sambil mengulurkan tissue.


"Hehehe. Lega lho Beb bisa sendawa. Hihihi" goda Gaby.


Keduanya duduk di tepi danau , menikmati suasana sore yang hangat.


bersenda gurau, menatap senja nan elok.


***


Sampai jumpa di episode selanjutnya.

__ADS_1


mohon like , komen dan subscribe nya.


Terima kasih.


__ADS_2