Istri Kecil Sang Direktur

Istri Kecil Sang Direktur
BAB 4 - Bersamamu (1)


__ADS_3

Leah segera pergi menuju tempat parkir, dia berjalan dengan cepat karena khawatir Roy sudah menunggunya terlalu lama.


Sesampainya di tempat parkir, mata Leah mencari-cari di mana keberadaan Roy. "Sebenarnya dia di sebelah mana?"


Rupanya Roy sudah sampai dari sepuluh menit yang lalu. Dia duduk di kursi di bawah pohon besar. Terlihat dia menikmati suasana sembari mendengarkan sesuatu dari earphone-nya. Banyak gadis yang berlalu lalang di depannya, seolah-olah mereka ingin melihat paras laki-laki yang terlihat mempesona itu.


Roy membuka matanya, seperti menyadari kehadiran Leah yang bahkan tak bisa menemukannya.


Dia tersenyum, melihat gadis mungil itu kebingungan mencarinya.


Maka, saat mata mereka bertemu, Roy membuka maskernya dan melambaikan tangannya.


Leah berlari ke arah Roy, terlihat dia membawa kantong kecil yang terombang-ambing bersamanya. Benar, itu kebab.


Roy bangun dari duduknya dan menghampiri Leah lalu menangkapnya.


"Seharusnya kamu tidak berlari. Lihatlah, penampilanmu berantakan" kata Roy sambil membenarkan rambut Leah.


Leah tersenyum lebar. Dia mengacungkan kantong yang dia bawa.


"Ayo kita makan dulu" kata Leah tak sabar.


Roy membuka isi kantong itu, "Ini imbalanku karena sudah menunggu" tanya Roy sambil mengangkat satu alisnya.


"Wanginya lezat, semuanya? Untukku?" tanya Roy.


"No!" potong Leah. "Aku juga menginginkannya, kita makan bersama-sama. Itu ukuran besar, walaupun aku berikan semua. Setidaknya Kak Roy harus berinisiatif membaginya sedikit padaku" kata Leah dengan wajah memelas.


"Haha. Baiklah, mari kita duduk di sana" kata Roy menunjuk kursi yang ia duduki tadi dan menggandeng tangan Leah bersamanya.


Setelah mereka duduk Roy membuka kantong berisi kebab itu dan memberikan satu kepada Leah. Sekarang masing-masing mereka membawa satu kebab yang masih hangat.


Leah siap melahap bagiannya tapi..hap! Tangan Roy mendarat di mulutnya.


Leah menganggap Roy sedang mengerjainya. Maka dia segera menyingkirkan tangan Roy dan bersiap akan melahapnya lagi. Namun, lagi-lagi Roy menghentikannya.

__ADS_1


"Tunggu sebentar" pinta Roy. "Kamu mau memakannya tanpa membaca doa terlebih dulu?" tanya Roy.


"Oh Tuhan, maafkanlah kerakusanku yang telah membuatku sampai lupa kepada-Mu" kata Leah tak hanya dengan sungguh-sungguh yang bercampur dengan rasa malu.


Leah mulai menggigit besar kebab yang sausnya bahkan lumer kemana-mana itu.


"Umh.. Umh.." Leah bermaksud meminta Roy mengambilkan tissue di tasnya dan Leah pun menyodorkan wajahnya agar Roy mengelap saus yang ada di wajahnya.


Melihat tingkah kekasihnya itu Roy merasa geli, seperti ada yang menggelitik di dalam dirinya. Hanya Leah yang bisa membuatnya seperti ini. Merasa bahagia. Sesuatu yang belum pernah dia rasakan.


Hari-harinya selalu ia lewati dengan perjalanan dinas, bertemu klien dan rapat di kantor. Hanya berkas-berkas dan laptop yang selalu menemani serta kedua sekretarisnya, Ben dan Helena.


Tetapi sekarang dia merasa santai dan bebas. Semua penatnya hilang hanya dengan berjumpa dengan Leah. Gadis pujaannya.


"Lalu, di mana Gaby?" tanya Roy.


" Bersama John" jawab Leah.


"Cepat sekali dia mendapatkan seorang pacar" ucap Roy.


"Sangat aneh. Seorang atlet di sekolah biasanya akan menarik perhatian sehingga orang-orang akan sadar dengan keberadaan mereka" kata Roy.


"Entahlah. Aku juga merasa begitu. Aku lumayan tahu wajah-wajah anak-anak di sekolah. Ya walaupun aku tidak tahu siapa nama mereka. Tapi kalau selama 3 tahun ada di sekolah yang sama seharusnya aku tahu. Atau mungkin dia murid pindahan, tidak heran kan kalau sampai aku tidak tahu" kata Leah.


Roy dengan cepat menghabiskan makanannya. Leah yang terkejut melihat kebab jumbo itu lenyap dengan cepat oleh pria di sebelahnya itu. Leah menghentikan makannya dan memberikan bagiannya yang masih tersisa.


"Mau lagi?" tanya Leah.


Roy mengambilnya tanpa sungkan dan menggandeng Leah mengajaknya berjalan ke arah mobilnya. Sembari melahap kebab tersebut.


"Kuharap aku bisa makan ini lagi lain kali" kata Roy kepada Leah.


"Ini sangat enak seperti katamu"


Mereka masuk ke mobil dan segera melakukan perjalanan pulang. Belum sampai rumah, kaca mobil sudah basah oleh tetesan air hujan. Udara di dalam mobil juga semakin dingin. Tampak Roy menekan tombol AC mobil dan menaikan suhunya.

__ADS_1


Jalanan sangat sepi. Sepertinya semua orang lebih suka menghabiskan waktu mereka di rumah ketika sedang hujan. Ya seperti berkumpul bersama keluarga.


Roy fokus menyetir dengan satu tangan, sedangkan tangan yang lain menyangga kepalanya.


Leah merasa ada hal yang penting yang ingin disampaikan, tapi dari tadi Roy belum menjelaskan apa-apa.


Sesampainya di rumah keluarga Abimana, Roy mengajak Leah ke halaman samping.


Di tepi kolam ikan. Tempat yang membuat perasaan Roy tenang. Suara gemericik air pancuran dan suara percikan air dari kolam karena ikan-ikannya berenang ke sana kemari. Serta bunyi-bunyian dari bambu yang tertiup angin.


"Kenapa diam terus, tadi di mobil juga tidak bicara?" Leah menanyakan apa yang sebenarnya terjadi. "Ada sesuatu yang terjadi atau apa?" tanya Leah sambil memeluk dan menepuk-nepuk lengan Roy yang duduk di sampingnya.


"Aku akan pergi ke Jepang selama satu bulan mungkin lebih. Seperti biasa aku ingin berpamitan denganmu, dengan menghabiskan waktu bersama. Tapi kali ini agak lama" kata Roy sambil menggenggam tangan Leah. "Perusahaan Ayah sedang tidak stabil karena ada kasus korupsi dari orang dalam. Sebenarnya kasus ini sudah diserahkan pada pihak berwajib. Tapi aku harus segera mengambil tindakan, kalau tidak kami akan mengalami banyak kerugian jika proyek itu gagal. Itu proyek raksasa, banyak sekali dana yang dikeluarkan. Jika berhasil tentu kesuksesan dan keuntungan semakin besar. Tapi jika gagal perusahaan bisa bangkrut" jelas Roy.


"Selama itu? Jadi kamu kembali saat pengumuman kelulusan ku?" kata Leah berharap.


"Aku akan berusaha datang untukmu. Tapi kali ini aku tidak berani berjanji. Maafkan aku" jawab Roy.


"Iya, aku mengerti. Pasti situasi keluarga besarmu juga sedang cemas" kata Leah yang juga ikut prihatin.


"Ya, bahkan adikku yang masih di universitas pun harus ikut pulang ke sana dan membantu" Roy menghela nafas.


Memeluk Leah , "Kuatkanlah aku, aku sedikit lelah" bisik Roy.


Leah membalas pelukan Roy, dan mengatakan hal-hal yang menurut seorang murid itu bagus di saat-saat seperti sedang gagal dalam ujian sekolah, atau mendapatkan bully-an dari teman-teman sekitar.


Leah melepaskan pelukannya dan menatap wajah Roy dan berkata bahwa semuanya akan mampu dia selesaikan dengan baik, karena semua orang bersamanya.


Termasuk juga dirinya, walaupun mereka terpisah jauh untuk sementara tapi Leah akan selalu mendukungnya.


***


sampai jumpa di episode selanjutnya.


mohon like , coment & subscribe-nya.

__ADS_1


terima kasih ^^


__ADS_2